Ini Alasan Kemenag Tetapkan Idul Fitri pada Minggu 24 Mei 2020

Kompas.com - 22/05/2020, 20:06 WIB
Menteri Agama Fachrul Razi memberi keterangan pers di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (18/2/2020). Dalam kesempatan tersebut, Fachrul Razi merespons sejumlah isu aktual seputar kehidupan beragama di tanah air. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww. ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATMenteri Agama Fachrul Razi memberi keterangan pers di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (18/2/2020). Dalam kesempatan tersebut, Fachrul Razi merespons sejumlah isu aktual seputar kehidupan beragama di tanah air. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sidang isbat awal bulan Syawal 1441 Hijriah menetapkan Hari Raya Idul Fitri jatuh pada Minggu, 24 Mei 2020.

Kesimpulan ini diambil setelah Kementerian Agama (Kemenag) bersama lembaga terkait mempertimbangkan hasil hisab (berdasarkan perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal atau pengamatan hilal/bulan baru.

"Kemenag selalu menggunakan dua metode yang selama ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan satu dengan yang lain, yaitu metode hisab dan yang kedua metode rukyat dengan cara melihat langsung keberadaan hilal," kata Menteri Agama Fachrul Razi di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Jumat (22/5/2020).

Baca juga: BREAKING NEWS: Pemerintah Tetapkan Idul Fitri Jatuh pada Minggu 24 Mei 2020

Fachrul menerangkan bahwa dua metode tersebut tidak saling bertentangan, melainkan melengkapi satu sama lain.

Berdasarkan hasil hisab, diketahui bahwa ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia masih di bawah ufuk.

"Ketinggian hilal di seluruh indonesia bawah ufuk antara minus 5 derajat 17 menit sampai dengan minus 3 derajat 58 menit," terang Fachrul.

Baca juga: PBNU: Idul Fitri 1441 Hijriah Jatuh pada Minggu, 24 Mei 2020

Sementara itu, dari metode rukyatul hilal, diketahui bahwa hilal belum nampak.

Rukyatul hilal dipantau dari 80 titik di 34 provinsi di Indonesia. Seluruhnya melaporkan bahwa tidak melihat hilal.

"Oleh karenanya, dengan dua hal tadi yaitu hisab posisi hilal masih di bawah ufuk dan lalu laporan rukyatul hilal tidak melihat hilal. karenanya sidang isbat secara bulat menyatakan bahwa 1 Syawal 1441 Hijriah jatuh pada hari Ahad atau Minggu, 24 Maret 2020," kata Fachrul.

Baca juga: Berikut Tata Cara Shalat Idul Fitri di Rumah Sesuai Edaran Muhammadiyah

Dengan hasil sidang sibat ini, Fachrul berharap umat Islam di seluruh Indonesia dapat merayakan Idul Fitri secara bersama-sama pada tahun ini.

"Kita berharap mudah-mudahan dengan hasil sidang isbat ini seluruh umat Islam di Indonesia akan berhari raya Idul Fitri tahun ini secara bersama-sama," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X