Termasuk PDP dan DOP, Kematian Terkait Virus Corona Lebih dari 4.000 Orang

Kompas.com - 18/05/2020, 06:06 WIB
Sejumlah petugas mengangkat peti jenazah seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19 dari kendaraan untuk dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Poboya, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (11/5/2020). PDP berusia 56 tahun itu meninggal dunia dalam perawatan di Rumah Sakit Undata Palu. Data Gugus Tugas COVID-19 Sulteng per 11 Mei 2020, jumlah kasus positif COVID-19 sebanyak 83 orang, PDP 31 orang, 3 meninggal dunia, dan 13 orang dinyatakan sembuh. ANTARAFOTO/Eddy Djunaedi/bmz/hp. ANTARA FOTO/BASRI MARZUKISejumlah petugas mengangkat peti jenazah seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19 dari kendaraan untuk dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Poboya, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (11/5/2020). PDP berusia 56 tahun itu meninggal dunia dalam perawatan di Rumah Sakit Undata Palu. Data Gugus Tugas COVID-19 Sulteng per 11 Mei 2020, jumlah kasus positif COVID-19 sebanyak 83 orang, PDP 31 orang, 3 meninggal dunia, dan 13 orang dinyatakan sembuh. ANTARAFOTO/Eddy Djunaedi/bmz/hp.
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Platform LaporCovid-19 mencatat kematian terkait virus corona mencapai lebih dari 4.000 orang hingga Minggu (17/5/2020).

Perwakilan LaporCovid-19 Irma Hidayana mengatakan, data itu diperoleh dengan menghitung jumlah korban meninggal yang telah terkonfirmasi positif Covid-19 melalui metode polymerase chain reaction (PCR), ditambah jumlah orang dalam pemantauan (ODP) serta pasien dalam pemantauan (PDP) yang meninggal dunia sebelum hasil tes swab-nya keluar.

Irma mengatakan, berdasarkan panduan terbaru WHO tentang pencatatan kematian terkait Covid-19, jumlah kematian semestinya menghitung jumlah orang yang meninggal dunia setelah terkonfirmasi positif berdasarkan tes PCR ditambah ODP dan PDP yang meninggal.

"Untuk konteks Indonesia, ODP dan PDP yang meninggal dunia, seharusnya juga dilaporkan," kata Irma dalam diskusi virtual yang digelar Platform LaporCovid-19, Minggu (17/5/2020).

Baca juga: MUI Sebut Ada Pertentangan Sikap Pemerintah dalam Penanganan Covid-19

Irma menyatakan, berdasarkan pencatatan data kematian terkait Covid-19 hingga 15 Mei 2020 yang dilakukan relawan LaporCovid-19 di 18 provinsi, jumlah kematian ODP ditambah dengan PDP mencapai 3.833 orang.

Adapun jumlah kematian kasus terkonfirmasi positif hingga Minggu (17/5/2020) mencapai 1.148 orang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika ditambah dengan kasus kematian yang dilaporkan pemerintah hingga Minggu (17/5/2020), total kematian terkait Covid-19 berdasarkan panduan WHO mencapai 4.981 orang.

Irma menambahkan, peningkatan laju kematian ODP dan PDP lebih tinggi dibandingkan dengan laju penambahan kematian yang terkonfirmasi positif.

Baca juga: UPDATE 17 Mei: Bertambah 59, Pasien Meninggal akibat Covid-19 Jadi 1.148 Orang

Kondisi ini menunjukkan minimnya dan lambatnya proses pemeriksaan menyebabkan para ODP dan PDP meninggal sebelum diperiksa atau hasil yes PCR mereka keluar.

"Untuk itu, LaporCovid-19 merekomendasikan pemerintah memperbanyak tes PCR dan mempercepat proses pelaporan, penelusuran kontak dengan pasien positif, dan penegakan karantina selama minimal 14 hari terhadap mereka yang diduga telah terinfeksi," ujar Irma.

"Karena dengan memperbanyak tes PCR dan mempercepat proses pelaporan serta penelusuran kontak dengan pasien positif, dan penegakan karantina selama minimal 14 hari terhadap terduga pasien positif Covid-19 dapat menekan penyebaran wabah Covid-19 di Indonesia," kata dia.

Baca juga: Sebulan PSBB Tangerang, Begini Sebaran Covid-19 Saat Ini



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Tegur Kapolri soal Penghapusan Mural, Kontras: Perbaikan Polri Harus Menyeluruh

Jokowi Tegur Kapolri soal Penghapusan Mural, Kontras: Perbaikan Polri Harus Menyeluruh

Nasional
Jokowi Dihukum Akibat Penanganan Polusi Udara, Istana Tunggu Salinan Putusan Pengadilan

Jokowi Dihukum Akibat Penanganan Polusi Udara, Istana Tunggu Salinan Putusan Pengadilan

Nasional
Masyarakat Diharapkan Jadi Pengasuh Pengganti Anak yang Kehilangan Orangtua akibat Covid-19

Masyarakat Diharapkan Jadi Pengasuh Pengganti Anak yang Kehilangan Orangtua akibat Covid-19

Nasional
MAKI Sebut DPR Seakan Alergi dengan RUU Perampasan Aset

MAKI Sebut DPR Seakan Alergi dengan RUU Perampasan Aset

Nasional
Menteri PPPA: Perempuan Bisa Jadi Bagian Pembangunan jika Diberi Kesempatan

Menteri PPPA: Perempuan Bisa Jadi Bagian Pembangunan jika Diberi Kesempatan

Nasional
MKD Belum Bersikap atas Penetapan Alex Noerdin sebagai Tersangka Kasus Korupsi

MKD Belum Bersikap atas Penetapan Alex Noerdin sebagai Tersangka Kasus Korupsi

Nasional
Australia Akan Bangun 8 Kapal Selam Nuklir, Ini Sikap Pemerintah Indonesia

Australia Akan Bangun 8 Kapal Selam Nuklir, Ini Sikap Pemerintah Indonesia

Nasional
Kronologi Tenggelamnya Kapal Pengayom IV di Nusakambangan Versi Kemenkumham

Kronologi Tenggelamnya Kapal Pengayom IV di Nusakambangan Versi Kemenkumham

Nasional
Pemeriksaan Spesimen di Bawah 100.000, Alarm agar Tak Terjadi Lagi Lonjakan Kasus Covid-19

Pemeriksaan Spesimen di Bawah 100.000, Alarm agar Tak Terjadi Lagi Lonjakan Kasus Covid-19

Nasional
Kapolri Minta Masyarakat Berbondong-bondong Ikut Vaksinasi Covid-19

Kapolri Minta Masyarakat Berbondong-bondong Ikut Vaksinasi Covid-19

Nasional
Pukat UGM Duga DPR Takut jika RUU Perampasan Aset Disahkan

Pukat UGM Duga DPR Takut jika RUU Perampasan Aset Disahkan

Nasional
Kemendagri Tegaskan Uang Kas Pemda di Bank Bukan untuk Cari Bunga

Kemendagri Tegaskan Uang Kas Pemda di Bank Bukan untuk Cari Bunga

Nasional
Tak Masuk Prolegnas, RUU Perampasan Aset Batal Jadi Solusi untuk Buat Jera Koruptor

Tak Masuk Prolegnas, RUU Perampasan Aset Batal Jadi Solusi untuk Buat Jera Koruptor

Nasional
Berbagai Kebijakan yang Lemahkan Pemberantasan Korupsi...

Berbagai Kebijakan yang Lemahkan Pemberantasan Korupsi...

Nasional
Kapal Pengayoman IV Milik Kemenkumham Tenggelam di Nusakambangan, 2 Orang Meninggal

Kapal Pengayoman IV Milik Kemenkumham Tenggelam di Nusakambangan, 2 Orang Meninggal

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.