Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 13/05/2020, 15:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri mengaku telah menemukan tiga bukti adanya tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terkait Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia di Kapal Long Xing 629.

Polisi menemukan indikasi eksploitasi setelah meminta keterangan awal terhadap 14 ABK WNI di kapal tersebut yang telah kembali ke Indonesia.

Baca juga: Kasus ABK Indonesia di Kapal Long Xing 629, Bareskrim Periksa Imigrasi Tanjung Priok dan Pemalang

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Ferdy Sambo menuturkan, status kasus tersebut pun telah ditingkatkan menjadi penyidikan.

“Iya (sudah menemukan tiga bukti), keterangan saksi, surat, petunjuk. Ada peristiwa tindak pidana perdagangan orang,” kata Ferdy ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (13/5/2020).

Selanjutnya, polisi akan mengirim Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Selain itu, mereka juga akan meminta keterangan 14 ABK WNI di Kapal Long Xing 629 untuk dimasukkan ke dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

Begitu juga dengan sejumlah pihak terkait lainnya akan dimintai keterangan.

“Besok baru BAP, Hubla (Direktorat Jenderal Perhubungan Laut), Imigrasi Pemalang (dan Tanjung) Priok, syahbandar,” ujarnya.

Baca juga: Nestapa ABK Indonesia di Kapal Ikan Asing, Diskriminasi hingga Tak Dibiarkan Istirahat

Pihak imigrasi diperiksa karena mereka yang menerbitkan paspor para ABK tersebut. Diketahui, paspor 10 ABK dikeluarkan kantor Imigrasi Pemalang dan paspor empat ABK lainnya dikeluarkan kantor Imigrasi Tanjung Priok.

Sebelumnya, Bareskrim juga telah meminta keterangan direktur PT APJ.

Perusahaan tersebut yang memberangkatkan delapan ABK WNI untuk bekerja di kapal ikan berbendera China.

“Delapan ABK yang diberangkatkan, (rinciannya) satu meninggal, dua belum diketahui di mana tapi sudah pulang, lima yang gabungan 14 (ABK WNI yang sudah pulang ke Indonesia),” ucap Ferdy.

Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Desak Pemerintah Lindungi ABK di Luar Negeri

Diberitakan, sebuah video yang ditayangkan media Korea Selatan memperlihatkan bagaimana jenazah ABK Indonesia yang bekerja di kapal ikan China dilarung ke tengah laut.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi video pada Kamis (7/5/2020) memaparkan peristiwa pelarungan tiga jenazah ABK Indonesia yang meninggal dunia di kapal ikan China. Ketiganya merupakan awak kapal ikan Long Xing 629.

Satu jenazah berinisial AR dilarungkan ke laut pada 31 Maret 2020 setelah dinyatakan meninggal dunia pada 27 Maret 2020.

Baca juga: Soal ABK WNI di Kapal China: Temuan Menlu dan Investigasi Pemerintah China

Kemudian, dua jenazah lainnya meninggal dunia dan dilarung saat berlayar di Samudera Pasifik pada Desember 2019.

Selain itu, pada 26 April 2020 KBRI Seoul mendapatkan informasi ada satu ABK Indonesia dari Kapal Long Xing 629 berinisial EP yang mengalami sakit.

Namun, EP meninggal dunia ketika dibawa ke rumah sakit di Pelabuhan Busan.

Selain telah mengirimkan nota diplomatik ke Pemerintah China, Retno mengatakan sudah berbicara dengan Duta Besar China di Indonesia terkait kasus tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.