PAN Prihatin Wali Kota Bogor Bima Arya Positif Covid-19

Kompas.com - 20/03/2020, 12:28 WIB
Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno dan Waketum PAN Bima Arya di kantor DPP PAN, Jakarta Selatan, Sabtu (4/5/2019). CHRISTOFORUS RISTIANTO/KOMPAS.comSekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno dan Waketum PAN Bima Arya di kantor DPP PAN, Jakarta Selatan, Sabtu (4/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional ( PAN) Eddy Soeparno mengaku prihatin setelah mendapat kabar Wali Kota Bogor sekaligus Wakil Ketua Umum PAN Bima Arya positif terinfeksi virus corona.

"Kami yakin Insya Allah Saudaraku Bima Arya akan mampu melewati ini semua dan bisa segera pulih untuk kembali melayani Warga Kota Bogor," kata Eddy dalam keterangan tertulis, Jumat (20/3/2020).

Eddy mengatakan, keluarga besar PAN mendoakan kesembuhan Bima Arya dan pengobatan berjalan dengan baik dan lancar.

"Saya dan Keluarga besar Partai Amanat Nasional mendoakan kesembuhan untuk Saudaraku Bima Arya. Semoga proses pengobatan dan isolasi di Rumah Sakit berjalan baik dan lancar," ujar dia.

Baca juga: Positif Covid-19, Bima Arya Minta Doa Masyarakat

Lebih lanjut, Wakil Ketua Komisi VII DPR ini mengajak masyarakat untuk lebih waspada menghadapi penyebaran virus corona.

Ia berharap, semua imbauan pemerintah seperti social distancing dan bekerja dari rumah bisa dilaksanakan untuk mencegah penyebaran virus.

"Dengan melaksanakan imbauan pemerintah untuk bekerja dari rumah dan melaksanakan social distancing, kita bisa berkontribusi menjadi agen untuk mencegah penyebaran Virus Covid-19," kata dia.

Baca juga: Wapres: Saya dan Pak Jokowi Tak Akan Bosan Ingatkan soal Social Distancing

Dilansir dari laman Kompas TV, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dinyatakan positif terinfeksi virus corona atau Covid-19.

Meski hasil tes positif, tetapi kondisi kesehatan Bima Arya tidak kritis.

Bima Arya termasuk pasien yang hanya mengalami gejala ringan.

Walau mengalami gejala ringan, Bima Arya memercayakan penanganan masa isolasi di RSUD Kota Bogor selama 14 hari ke depan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wasekjen DPP Golkar: Kartu Prakerja Beri Peluang Peningkatan Keterampilan

Wasekjen DPP Golkar: Kartu Prakerja Beri Peluang Peningkatan Keterampilan

Nasional
Pilkada Saat Pandemi: Anggaran Membengkak dan Harus Sesuai Protokol Kesehatan

Pilkada Saat Pandemi: Anggaran Membengkak dan Harus Sesuai Protokol Kesehatan

Nasional
Kemenlu: Hampir 79.000 WNI Telah Kembali dari Malaysia

Kemenlu: Hampir 79.000 WNI Telah Kembali dari Malaysia

Nasional
Kamis Ini, Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan Dijadwalkan Jalani Sidang Perdana

Kamis Ini, Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan Dijadwalkan Jalani Sidang Perdana

Nasional
Gugus Tugas: Belum Ada Vaksin Covid-19, Status Bencana Nasional Masih Diperlukan

Gugus Tugas: Belum Ada Vaksin Covid-19, Status Bencana Nasional Masih Diperlukan

Nasional
Penerapan New Normal dan Anggapan Terlalu Prematur

Penerapan New Normal dan Anggapan Terlalu Prematur

Nasional
Menpan RB Sebut Sistem Kerja ASN Fleksibel Saat New Normal

Menpan RB Sebut Sistem Kerja ASN Fleksibel Saat New Normal

Nasional
Polisi Diminta Tuntaskan Seluruh Kasus Dugaan Perbudakan ABK Indonesia

Polisi Diminta Tuntaskan Seluruh Kasus Dugaan Perbudakan ABK Indonesia

Nasional
Pemerintah Sebut Jakarta Salah Satu Provinsi yang Siap Relaksasi PSBB

Pemerintah Sebut Jakarta Salah Satu Provinsi yang Siap Relaksasi PSBB

Nasional
UPDATE: 23.851 Kasus Covid-19, Sejumlah Provinsi Disebut Tak Lagi Alami Penambahan Signifikan

UPDATE: 23.851 Kasus Covid-19, Sejumlah Provinsi Disebut Tak Lagi Alami Penambahan Signifikan

Nasional
Marak Praktik Perbudakan ABK WNI, Pemerintah Didesak Ratifikasi ILO 188

Marak Praktik Perbudakan ABK WNI, Pemerintah Didesak Ratifikasi ILO 188

Nasional
Ketua DPR Minta Pemerintah Transparan soal Data Covid-19 Sebelum Terapkan 'New Normal'

Ketua DPR Minta Pemerintah Transparan soal Data Covid-19 Sebelum Terapkan "New Normal"

Nasional
49 WNI Positif Covid-19 di Malaysia Berasal dari Klaster Depo Tahanan Imigrasi dan Konstruksi

49 WNI Positif Covid-19 di Malaysia Berasal dari Klaster Depo Tahanan Imigrasi dan Konstruksi

Nasional
Ini Keinginan Iman Brotoseno Setelah Dilantik Jadi Dirut TVRI

Ini Keinginan Iman Brotoseno Setelah Dilantik Jadi Dirut TVRI

Nasional
Masyarakat Galang Petisi Penundaan Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Masyarakat Galang Petisi Penundaan Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X