Jokowi Minta BI Fokus Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Pandemi Corona

Kompas.com - 20/03/2020, 11:23 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (kedua kiri) dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kiri) memberikan keterangan pers usai melakukan peninjauan kesiapan Bandara dalam menghadapi COVID-19 di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (13/3/2020). Dalam kunjungannya Presiden menegaskan bahwa pengecekan pergerakan manusia di bandara Soetta sudah sangat ketat. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/pd
MUHAMMAD IQBALPresiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (kedua kiri) dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kiri) memberikan keterangan pers usai melakukan peninjauan kesiapan Bandara dalam menghadapi COVID-19 di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (13/3/2020). Dalam kunjungannya Presiden menegaskan bahwa pengecekan pergerakan manusia di bandara Soetta sudah sangat ketat. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/pd
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo meminta Bank Indonesia untuk terus menjaga stabilitas rupiah dan laju inflasi di tengah pandemi virus corona Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Jokowi dalam rapat terbatas lewat video conference dari Istana Bogor, Jumat (20/3/2020).

"Saya minta BI fokus terus jaga stabilitas rupiah, menjaga inflasi agar terkendali, dan mempercepat berlakunya ketentuan penggunaan rekening rupiah di dalam negeri," kata Jokowi saat membuka rapat.

Baca juga: Sentuh Rp 16.038 Per Dollar AS, Rupiah Catat Rekor Terburuk 22 Tahun

Rapat tersebut membahas kebijakan moneter dan fiskal menghadapi dampak ekonomi pademi global Covid-19.

Sebelum menggelar rapat tersebut, Jokowi mengaku sudah berkoordinasi dengan Gubernur BI, pimpinan Otoritas Jasa Keuangan dan Lembaga Penjamin Simpanan.

Jokowi meminta sinergi ketiga lembaga tersebut dengan Kementerian Keuangan terus diperkuat.

"Pastikan ketersediaan likuiditas dalam negeri, kemudian memantau setiap saat terhadap sistem keuangan dan mitigasi risiko sekomprehensif mungkin, sedetail mungkin," kata Jokowi.

Baca juga: BI: Rupiah Melemah 5,18 Persen Sejak Februari 2020

Secara khusus, Jokowi juga meminta OJK untuk lebih fokus pada kebijakan stimulus ekonomi yang memberikan kemudahan dan keringanan bagi kelompok-kelompok terdampak, khususnya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan sektor informal.

Sehingga aktivitas produksi bisa berjalan dan pengusaha tidak melakukan pemutusan hubungan kerja.

"Saya dapat laporan OJK sudah keluarkan stimulus ekonomi bagi debitur, termasuk debitur UMKM yang terkena dampak Covid-19. Saya kira kebijakan restrukturisasi kredit maupun pembiayaan sangat bagus. Saya minta kebijakan stimulus ini dievaluasi secara periodik untuk lihat kebutuhan-kebutuhan yang ada di lapangan," kata dia.

Baca juga: Rupiah Anjlok Sejak Februari 2020, Apa yang Dilakukan BI?

Selain itu, Jokowi juga meminta Kredit Usaha Rakyat lebih intensif lagi dan dieksekusi sebanyak-banyaknya.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada awal perdagangan di pasar spot Jumat (20/3/2020) terpantau melemah.

Mengutip data Bloomberg, pada pukul 08.20 WIB rupiah berada pada level Rp 15.962 per dollar AS atau melemah 50 poin sebesar 0,31 persen dibanding penutupan Kamis Rp 16.012 per dollar AS.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X