Wapres: Saya dan Pak Jokowi Tak Akan Bosan Ingatkan soal Social Distancing

Kompas.com - 19/03/2020, 19:50 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Maruf Amin (kanan) memimpin rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (6/1/2020). Pada rapat kabinet terbatas tersebut presiden mengajukan tiga usulan dalam menuntaskan persoalan masalah gas untuk industri, salah satunya penghilangan jatah untuk pemerintah. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/wsj. ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO APresiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Maruf Amin (kanan) memimpin rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (6/1/2020). Pada rapat kabinet terbatas tersebut presiden mengajukan tiga usulan dalam menuntaskan persoalan masalah gas untuk industri, salah satunya penghilangan jatah untuk pemerintah. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menegaskan, ia dan Presiden Joko Widodo tak akan bosan mengingatkan masyarakat untuk saling menjaga jarak atau melakukan social distancing.

Hal tersebut disampaikan Ma'ruf melalui akun Instagram-nya, Kamis (19/3/2020). 

Dalam unggahan itu terlihat foto Ma'ruf Amin sedang melakukan video conference dengan Presiden Jokowi. Mereka membahas langkah lanjutan pemerintah dalam menyikapi perkembangan wabah virus corona.

"Saya bersama Pak Jokowi tak akan bosan untuk terus mengingatkan masyarakat untuk menjaga jarak (social distancing) mengurangi kerumunan, dan mengurangi berpergian ke tempat-tempat umum," tulis Ma'ruf dalam caption fotonya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Rapat terbatas melalui video conference hari ini fokus membahas langkah-langkah lanjutan yang diambil pemerintah untuk menyikapi perkembangan wabah virus korona saat ini. Tentu yang menjadi prioritas pertama kita mencegah penyebaran Covid-19. Saya bersama Pak Jokowi tak akan bosan untuk terus mengingatkan masyarakat untuk menjaga jarak (social distancing), mengurangi kerumunan, dan mengurangi bepergian ke tempat-tempat umum. Karena itu, belajar dari rumah, bekerja dari rumah, dan beribadah dari rumah harus dijalankan selama waktu yang ditentukan. Jangan gunakan waktu libur berlibur atau berwisata, karena itu akan memunculkan resiko penyebaran Covid-19 yang lebih luas. Pemerintah akan segera melakukan test cepat dengan cakupan yang lebih besar agar deteksi dini terhadap yang terindikasi terpapar Covid-19 dapat segera diketahui. Pemerintah juga telah merencanakan kontingensi kesiapan layanan rumah sakit, baik yang rujukan maupun rumah sakit yang lain, baik milik BUMN, TNI/Polri, rumah sakit swasta, dan rumah darurat apabila diperlukan. Insya Allah ketersediaan dan stabilitas bahan pokok yang dibutuhkan oleh masyarakat akan cukup selama masa wabah ini.

A post shared by KH.Ma'ruf Amin (@kyai_marufamin) on Mar 19, 2020 at 3:42am PDT

Baca juga: Masyarakat Diimbau Patuhi Imbauan Penting soal Social Distancing

Oleh karena itu, kata dia, pemerintah telah meminta agar masyarakat bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah sehingga harus dijalankan sampai waktu yang ditentukan.

Ia pun mengingatkan masyarakat untuk tidak menggunakan waktu tersebut untuk berlibur atau berwisata karena justru akan memunculkan risiko penyebaran Covid-19 lebih luas.

"Pemerintah akan segera melakukan tes cepat dengan cakupan yang lebih besar agar deteksi dini terhadap yang terindikasi terpapar Covid19 dapat segera diketahui," tulis dia.

Ia mengatakan, pemerintah telah merencanakan kontingensi kesiapan layanan rumah sakit baik rujukan maupun rumah sakit lain, milik BUMN, TNI/Polri atau swasta serta rumah darurat apabila diperlukan.

"Insya Allah ketersediaan dan stabilitas bahan pokok yang dibutuhkan oleh masyarakat akan cukup selama masa wabah ini," kata Ma'ruf Amin.

Update : Kompas.com menggalang dana untuk solidaritas terhadap kondisi minimnya alat pelindung diri dan keperluan lainnya di rumah sakit-rumah sakit di Indonesia, terutama di DKI Jakarta, terkait penanganan Covid-19. Mari tunjukkan solidaritas kita dan bantu rumah sakit-rumah sakit untuk memiliki perlengkapan memadai. Klik untuk donasi melalui Kitabisa di https://kitabisa.com/campaign/melawancoronavirus.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menlu Sebut Peningkatan Kasus Covid-19 di Dunia Dua Pekan Terakhir Lampaui 6 Bulan Awal Pandemi

Menlu Sebut Peningkatan Kasus Covid-19 di Dunia Dua Pekan Terakhir Lampaui 6 Bulan Awal Pandemi

Nasional
Kasus Covid-19 di Dunia Melonjak, Menlu Minta Masyarakat Waspada

Kasus Covid-19 di Dunia Melonjak, Menlu Minta Masyarakat Waspada

Nasional
Indonesia Dukung Penghapusan Hak Paten Vaksin Covid-19

Indonesia Dukung Penghapusan Hak Paten Vaksin Covid-19

Nasional
Vaksin Covid-19 Tahap Ke-11 Tiba, Total 75,9 Juta Dosis Sudah Diterima Indonesia

Vaksin Covid-19 Tahap Ke-11 Tiba, Total 75,9 Juta Dosis Sudah Diterima Indonesia

Nasional
Total 6.410.500 Dosis Vaksin AstraZeneca Jalur Covax Telah Diterima Indonesia

Total 6.410.500 Dosis Vaksin AstraZeneca Jalur Covax Telah Diterima Indonesia

Nasional
Sabtu Pagi, 1.389.600 Dosis Vaksin AstraZeneca Tiba di Indonesia

Sabtu Pagi, 1.389.600 Dosis Vaksin AstraZeneca Tiba di Indonesia

Nasional
Kasus Covid-19 Tembus 1,7 Juta dan Peringatan Pembatasan Pengunjung Tempat Wisata

Kasus Covid-19 Tembus 1,7 Juta dan Peringatan Pembatasan Pengunjung Tempat Wisata

Nasional
Bupati Garut Segel Pembangunan Masjid Ahmadiyah, YLBHI: Cederai Nilai Toleransi

Bupati Garut Segel Pembangunan Masjid Ahmadiyah, YLBHI: Cederai Nilai Toleransi

Nasional
Komnas HAM: Pelabelan KKB Teroris Akan Dapat Perhatian Lebih Besar di Evaluasi Rutin PBB

Komnas HAM: Pelabelan KKB Teroris Akan Dapat Perhatian Lebih Besar di Evaluasi Rutin PBB

Nasional
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Tindakan Bupati Garut Segel Pembangunan Masjid Ahmadiyah

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Tindakan Bupati Garut Segel Pembangunan Masjid Ahmadiyah

Nasional
Korpri Minta Pimpinan Beri Sanksi jika ASN Langgar Larangan Mudik

Korpri Minta Pimpinan Beri Sanksi jika ASN Langgar Larangan Mudik

Nasional
Mudik Lokal Juga Dilarang, Satgas: Mohon Maaf, Ini Keputusan Politik Negara

Mudik Lokal Juga Dilarang, Satgas: Mohon Maaf, Ini Keputusan Politik Negara

Nasional
Klaim Sudah 5 Bulan Disahkan, Ini Alasan Partai Prima Baru Akan Deklarasi 1 Juni 2021

Klaim Sudah 5 Bulan Disahkan, Ini Alasan Partai Prima Baru Akan Deklarasi 1 Juni 2021

Nasional
KPK Sebut Penyelenggara dan Penyusun Soal TWK adalah BKN

KPK Sebut Penyelenggara dan Penyusun Soal TWK adalah BKN

Nasional
Ketua WP KPK Heran Ada Pertanyaan tentang Ucapan Hari Raya kepada Umat Agama Lain di TWK

Ketua WP KPK Heran Ada Pertanyaan tentang Ucapan Hari Raya kepada Umat Agama Lain di TWK

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X