Kompas.com - 13/03/2020, 20:19 WIB
Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/3/2020). Achmad Yurianto menyatakan seorang WNA positif COVID-19 telah meninggal dunia Rabu (11/3) dini hari, setelah sebelumnya mempunyai riwayat penyakit berat sehingga dengan adanya virus itu memperburuk kondisi daya tahan tubuhnya. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/ama. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANJuru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/3/2020). Achmad Yurianto menyatakan seorang WNA positif COVID-19 telah meninggal dunia Rabu (11/3) dini hari, setelah sebelumnya mempunyai riwayat penyakit berat sehingga dengan adanya virus itu memperburuk kondisi daya tahan tubuhnya. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/ama.
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto sempat berkelakar soal adanya kabar yang beredar bahwa di Bali akan dilakukan lockdown agar penyebaran virus corona bisa dicegah.

Ia mendengar kabar Bali akan melakukan lockdown pada 25 Maret 2020. Ternyata, setelah ditelusuri, tanggal 25 Maret adalah pelaksanaan Hari Raya Nyepi.

Untuk diketahui, pelaksanaan Hari Raya Nyepi di Bali berarti seluruh aktivitas di pulau tersebut termasuk penerbangan akan dihentikan selama sehari.

"Katanya Bali mau di-lockdown, ternyata Hari Raya Nyepi. Jadi saya harapkan jangan ada yang ke sana di tanggal itu, karena tidak bisa masuk," tutur Yuri di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (13/3/2020).

Baca juga: Jokowi Belum Berpikir Lockdown Wilayah Corona, Puji Edukasi oleh Daerah

Pernyataan itu sontak disambut senyuman wartawan. Apalagi, Yuri menyampaikannya sesaat sebelum mengabarkan perkembangan terkini mengenai virus corona atau Covid-19 di Indonesia.

Canda Yuri tentu saja mengurangi ketegangan yang terjadi saat wartawan menunggu kabar terbaru terkait perkembangan Covid-19.

Sebelummya, wartawan sempat menanyakan opsi lockdown kepada Presiden Joko Widodo untuk menyetop penyebaran virus corona.

Namun, Jokowi memastikan bahwa Indonesia belum akan melakukan tindakan lockdown atau melakukan isolasi terhadap wilayah yang diwaspadai sebagai lokasi penyebaran virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19.

"Belum, belum berpikir ke arah sana," ujar Presiden Joko Widodo saat melakukan konferensi pers di Bandara Soekarno Hatta, Jumat (13/3/2020).

Baca juga: Waspada Virus Corona, Wapres: Belum Perlu Lockdown

Jokowi bahkan mengapresiasi sejumlah langkah yang telah dilakukan oleh kementerian dan lembaga dalam menangani penyebaran virus corona.

Secara khusus, apresiasi juga disampaikan Jokowi ke sejumlah pemerintah daerah.

Sebab, menurut Jokowi, sejumlah daerah telah melakukan edukasi yang baik ke masyarakat mengenai virus corona dan penyakit Covid-19.

"Saya memberikan apresiasi terhadap daerah yang mampu mengedukasi ke masyarakat," ucap Jokowi.

Baca juga: Pasien 25 Virus Corona Meninggal, Bali Belum Perlu Opsi Lockdown

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X