Satgas Antimafia Bola Turut Awasi Aksi Diving Pemain Sepak Bola

Kompas.com - 20/02/2020, 18:50 WIB
Satgas Antimafia Bola Jilid II di gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (14/8/2019). RINDI NURIS VELAROSDELASatgas Antimafia Bola Jilid II di gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (14/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Satuan Tugas Antimafia Bola Jilid III turut mengawasi aksi diving atau pura-pura menjatuhkan diri pemain sepak bola serta keterkaitannya dengan dugaan pengaturan skor atau match fixing.

Demikian disampaikan Ketua Satuan Tugas Antimafia Bola Brigjen (Pol) Hendro Pandowo di Hotel Century Park, Jakarta Pusat, Kamis (20/2/2020).

"Apakah ada pengaturan skor, misalnya pada saat pertandingan tiba-tiba pemain itu jatuh sendiri, orang tidak ada lawan yang nendang tiba-tiba jatuh sendiri atau kemudian wasit menunjuk titik putih, tidak ada pelanggaran, itu masuk monitoring kita," kata Hendro.

Baca juga: Ketua Satgas Antimafia Bola Optimistis Tak Ada Pengaturan Skor di Liga 1 2020

Untuk Satgas Antimafia Bola Jilid III ini, Hendro mengatakan, pihaknya memang akan fokus pada pengawasan dan monitoring.

Selain secara teknis di lapangan, pengawasan juga dapat dilakukan dari pusat layanan atau call center, informasi dari media, maupun video pertandingan.

Menurutnya, hal itu dilakukan agar keberadaan satgas tidak justru menghambat aktivitas berbagai pihak di industri sepak bola.

"Artinya keberadaan satgas ini jangan sampai kontraproduktif. Kemudian menimbulkan rasa takut, rasa cemas, baik itu wasit, pemain, manager club, sehingga akhirnya dia tidak bisa maju," ujarnya.

Baca juga: Satgas Antimafia Bola Jilid III Dalami Dugaan Keterkaitan Judi Online dengan Pengaturan Skor

Namun, Hendro pun memastikan bahwa pihaknya akan mendalami indikasi match fixing yang ditemukan.

Saat ini, satgas turut mendalami kemungkinan adanya judi online dalam pertandingan sepak bola.

"Ada kemungkinan pengaturan skor yang dilakukan oleh bandar judi, baik itu dari luar negeri dari Singapura, Vietnam maupun dari Indonesia, tentu akan kita dalami," tutur dia.

Namun, sejauh ini, pihaknya mengaku belum menemukan indikasi judi online tersebut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satgas: Kasus Covid-19 Meningkat 8,4 Persen dalam Sepekan

Satgas: Kasus Covid-19 Meningkat 8,4 Persen dalam Sepekan

Nasional
Kejagung Kembali Periksa Rahmat, Penghubung Pinangki dan Djoko Tjandra

Kejagung Kembali Periksa Rahmat, Penghubung Pinangki dan Djoko Tjandra

Nasional
Menko PMK: Pemerintah Sedang Kerja Keras Hadirkan Vaksin Covid-19

Menko PMK: Pemerintah Sedang Kerja Keras Hadirkan Vaksin Covid-19

Nasional
KPU Minta Pasangan Calon Gunakan Platform Digital Saat Kampanye Pilkada 2020

KPU Minta Pasangan Calon Gunakan Platform Digital Saat Kampanye Pilkada 2020

Nasional
Satgas Covid-19: Kami Tak Toleransi Aktivitas Pilkada yang Timbulkan Kerumunan

Satgas Covid-19: Kami Tak Toleransi Aktivitas Pilkada yang Timbulkan Kerumunan

Nasional
Angka Kematian Pasien Covid-19 Naik 18,9 Persen dalam Sepekan

Angka Kematian Pasien Covid-19 Naik 18,9 Persen dalam Sepekan

Nasional
Satgas: Kantor Pemerintah dan Swasta Masih Lengah Terapkan Protokol Kesehatan

Satgas: Kantor Pemerintah dan Swasta Masih Lengah Terapkan Protokol Kesehatan

Nasional
Ketua Komisi I DPR RI: Pelibatan TNI Atasi Terorisme Bukan Hal Baru

Ketua Komisi I DPR RI: Pelibatan TNI Atasi Terorisme Bukan Hal Baru

Nasional
Bawaslu Minta Pimpinan Parpol Ikut Cegah Kerumunan Selama Pilkada

Bawaslu Minta Pimpinan Parpol Ikut Cegah Kerumunan Selama Pilkada

Nasional
Mahfud Ajak Parpol Sosialisasikan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan di Pilkada

Mahfud Ajak Parpol Sosialisasikan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan di Pilkada

Nasional
BNPB: September, Kualitas Udara di DKI Lebih Baik Salah Satunya karena Pandemi

BNPB: September, Kualitas Udara di DKI Lebih Baik Salah Satunya karena Pandemi

Nasional
50 Kabupaten/Kota Penyelenggara Pilkada Masuk Kategori Rawan Tinggi Terkait Covid-19

50 Kabupaten/Kota Penyelenggara Pilkada Masuk Kategori Rawan Tinggi Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 22 September: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Mencapai 58.788

UPDATE 22 September: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Mencapai 58.788

Nasional
Satgas Covid-19 Minta Perusahaan Tes Swab Rutin Karyawan

Satgas Covid-19 Minta Perusahaan Tes Swab Rutin Karyawan

Nasional
Ribuan Tenaga Medis Positif Covid-19 dan Ratusan Meninggal Dunia Selama Pandemi

Ribuan Tenaga Medis Positif Covid-19 dan Ratusan Meninggal Dunia Selama Pandemi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X