Usai Sukses Observasi, Pemerintah Akan Perbaiki Bandara di Natuna

Kompas.com - 17/02/2020, 05:55 WIB
Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, Hubei, China melakukan senam bersama prajurit TNI pada hari kesembilan di Hanggar Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Senin (10/2/2020). Menurut Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Plt Deputi V KSP, Jaleswari Pramodhawardani, 238 orang WNI yang telah selesai menjalani masa observasi selama 14 hari akan dipantau kondisi kesehatannya saat tiba di daerah asalnya. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/ama.Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, Hubei, China melakukan senam bersama prajurit TNI pada hari kesembilan di Hanggar Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Senin (10/2/2020). Menurut Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Plt Deputi V KSP, Jaleswari Pramodhawardani, 238 orang WNI yang telah selesai menjalani masa observasi selama 14 hari akan dipantau kondisi kesehatannya saat tiba di daerah asalnya.

NATUNA, KOMPAS.com - Pemerintah pusat akan fokus meningkatkan perekonomian di wilayah Natuna, Kepulauan Riau.

Hal ini dilakukan menyusul keberhasilan observasi pencegahan virus corona di wilayah Kabupaten Natuna yang menampung 238 WNI yang dievakuasi dari Hubei, China, sejak 1 Februari 2020 hingga Sabtu (15/2/2020).

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, pemerintah pusat akan merancang dan merencanakan kerangka kebijakan untuk meningkatkan peran ekonomi tersebut dengan melakukan beberapa hal.

"Natuna adalah gudangnya ikan segar. Pemerintah akan memfokuskan pengembangan ekspor ikan segar ke luar negeri," kata Muhadjir dikutip dari siaran pers Kemenko PMK, Minggu (16/2/2020).

Baca juga: Observasi WNI Berhasil, Kemendagri Apresiasi Pemkab dan Masyarakat Natuna

Agar hal tersebut bisa terlaksana, kata dia, perbaikan infrastruktur seperti memperpanjang runway dan mempertebal landasan pacu bandar udara perlu dilakukan.

Tujuannya, agar pesawat-pesawat berbadan besar bisa masuk ke wilayah Natuna.

"Kalau bisa, nanti statusnya kita buat sebagai bandara internasional sehingga nanti pesawat kargo yang bisa mengangkut ikan-ikan segar produk dalam waktu singkat bisa langsung dibawa ke internasional," kata dia.

Hal tersebut akan segera diusulkan dalam waktu dekat dan relatif lebih mudah pelaksanaannya.

Muhadjir pun mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Natuna yang telah berbaik hati menampung 238 WNI yang dievakuasi sehingga observasinya berlangsung lancar.

Dalam acara syukuran bersama masyarakat Natuna di Gedung Sri Srindit Jalan Yos Sudarso, Batu Hitam Kecamatan Bunguran Timur, Natuna, Sabtu (15/2/2020) malam, sejumlah warga juga mendapat penghargaan.

Sebanyak 10 orang yang terdiri dari tokoh masyarakat dan jajaran pemda Natuna diberikan penghargaan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo.

"Penghargaan ini merupakan apresiasi yang diberikan atas kebaikan hati masyarakat dan Pemda Natuna yang berperan penting dalam observasi WNI dari Wuhan," kata Doni.

Wilayah Natuna sendiri dianggap telah berperan penting dalam penanggulangan bencana khususnya pencegahan penyebaran virus Covid-19 di Indonesia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X