Ini Kata Istana soal Jokowi Salaman dengan Pendukung Pembebasan Papua di Australia

Kompas.com - 12/02/2020, 06:05 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Chief Executive National Capital Authority Canberra Sally Barnes (kanan) melihat pusat kota Canberra dari Mount Ainslie, Canberra, Australia, Minggu (9/2/2020). Acara tersebut adalah bagian dari lawatan kenegaraan Presiden Jokowi pada 8-10 Februari 2020 untuk membahas rencana aksi kerja sama ekonomi khususnya terkait Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) yang baru saja diratifikasi serta sejumlah isu bilateral lainnya. ANTARA FOTO/DESCA LIDYA NATALIAPresiden Joko Widodo (tengah) bersama Chief Executive National Capital Authority Canberra Sally Barnes (kanan) melihat pusat kota Canberra dari Mount Ainslie, Canberra, Australia, Minggu (9/2/2020). Acara tersebut adalah bagian dari lawatan kenegaraan Presiden Jokowi pada 8-10 Februari 2020 untuk membahas rencana aksi kerja sama ekonomi khususnya terkait Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) yang baru saja diratifikasi serta sejumlah isu bilateral lainnya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo disebut-sebut bersalaman dengan tokoh pendukung pembebasan Papua sekaligus anggota parlemen Australia, Adam Brant, saat ia melawat ke Negeri Kanguru pada 8-10 Februari.

Wartawan Sydney Morning Herald James Massola mengunggah foto Jokowi yang tampak bersalaman dengan Brant. Brant terlihat mengenakan pin bintang kejora, lambang bendera Organisasi Papua Merdeka, di kerah jasnya. Namun, Massola tak menyebutkan kapan dan di mana peristiwa itu berlangsung.

"Awkward. @ jokowi shaking hands with Greens MP Adam Bandt, who is wearing a Morning Star badge on his lapel," tulis Massola di akun twitter pribadinya, Senin (10/2/2020).

Baca juga: Dokumennya Disebut Sampah oleh Mahfud MD, Veronica Koman: Ini Memperdalam Luka Papua

Menanggapi hal tersebut, Staf Khusus Presiden bidang Hukum Dini Shanti Purwono menyatakan, tidak ada acara spesifik yang mempertemukan Jokowi dengan Brant.

Ia mengatakan, Presiden bersalaman dan berfoto dengan banyak orang, termasuk Brant, saat berkunjung ke Negeri Kanguru.

"Yang saya tahu dari tim yang mendampingi Presiden pada saat kunjungan, tidak ada acara spesifik terkait hal tersebut. Presiden bersalaman, berfoto dengan banyak orang di sana. Tapi, tidak ada informasi khusus terkait tokoh tersebut," kata Dini kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Rabu (12/2/2020).

Baca juga: Veronica Koman Serahkan Data Tahanan Politik dan Korban Sipil Tewas Papua ke Jokowi

Ia mengatakan, hingga kini sikap pemerintah Indonesia masih sama. Indonesia selalu menganggap Papua adalab bagian dari Indonesia sehingga rakyat Papua adalah rakyat Indonesia.

Ia pun mengatakan, Jokowi akan melanjutkan perhatian dan komitmennya untuk membangun dan menyejahterakan rakyat Papua.

"Komitmen itu terlihat jelas bahwa selama 5 tahun kemarin 13 kali Presiden berkunjung ke Papua. Komitmen ini akan dilanjutkan ke depan dan tidak akan berubah," lanjut dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X