Terduga Teroris WF Rekrut Polwan NOS yang Terafiliasi JAD

Kompas.com - 10/02/2020, 17:39 WIB
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Argo Yuwono di kantor Kompolnas, Jakarta Selatan, Jumat (24/1/2020). KOMPAS.com/Devina HalimKepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Argo Yuwono di kantor Kompolnas, Jakarta Selatan, Jumat (24/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Terduga teroris berinisial WF tewas ditembak saat penangkapan di Pelalawan, Riau, Kamis (6/2/2020). WF yang merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah ( JAD) berperan sebagai admin grup WhatsApp untuk merekrut sukarelawan.

Salah satu rekrutan WF adalah polisi wanita (polwan) dari Polda Maluku Utara dengan inisial NOS yang terafiliasi jaringan teroris JAD.

"Yang bersangkutan juga sebagai admin grup WA yang dia menarik orang untuk dijadikan sebagai volunteer, termasuk anggota Polwan yang dari Maluku Utara," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (10/2/2020).

Baca juga: Kisah NOS, Polwan Berpangkat Bripda Diduga Calon Suicide Bomber Kini Telah Dipecat

Kemudian, berdasarkan keterangan polisi, WF memiliki pemahaman yang cukup keras. Bahkan, WF menganggap mertuanya syirik.

Selain itu, Argo mengatakan, WF juga berencana berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

"Yang bersangkutan juga memiliki pemahaman keras yang menganggap mertuanya syirik juga. Kemudian juga yang bersangkutan berencana hijrah ke Suriah," tururnya.

Baca juga: Pemecatan Bripda NOS, Bagaimana Aparat Penegak Hukum Bisa Terpapar Radikalisme?

Terkait penangkapan WF, polisi awalnya menerima informasi bahwa WF sedang berada di sebuah kapal di Pelalawan.

Kemudian, polisi memberi informasi tersebut kepada nahkoda kapal. Polisi lalu bernegosiasi untuk mendekati kapal tersebut.

Saat mendekat itulah WF melempar bom pipa ke arah petugas. Polisi lalu melakukan tindakan tegas dan terukur alias menembak pelaku. WF lalu tewas.

Akibat kejadian itu, seorang anggota polisi juga terluka dan sedang dirawat.

"Saat kita melakukan nego, setelah kita dekat dengan kapal tersebut, yang bersangkutan sempat melemparkan bom pipa. Ada anggota satu yang terluka," ujar dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X