Kompas.com - 30/01/2020, 09:26 WIB
Keluarga menunjukan foto Hilyatu Millati Rusydiyah mahasiswa asal Klaten yang sedang menempuh pendidikan Doktoral di School of Economic and Business Administration Chongqing University, di Malangan, Tulung, Klaten, Jawa Tengah, Rabu (29/1/2020). Keluarga berharap kepada pemerintah Indonesia agar dapat mengevakuasi mahasiswa Indonesia yang masih terjebak di wilayah Wuhan, China akibat wabah virus Corona serta dapat mengirim bantuan pasokan makanan dan perlengkapan kesehatan. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot NugrohoKeluarga menunjukan foto Hilyatu Millati Rusydiyah mahasiswa asal Klaten yang sedang menempuh pendidikan Doktoral di School of Economic and Business Administration Chongqing University, di Malangan, Tulung, Klaten, Jawa Tengah, Rabu (29/1/2020). Keluarga berharap kepada pemerintah Indonesia agar dapat mengevakuasi mahasiswa Indonesia yang masih terjebak di wilayah Wuhan, China akibat wabah virus Corona serta dapat mengirim bantuan pasokan makanan dan perlengkapan kesehatan. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc.

Fajar menjelaskan, keputusan menyiagakan tiga pesawatnya sudah berdasarkan hasil rapat antara Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

Namun demikian, ketiga pesawat tersebut sifatnya masih siap siaga.

Pesawat tersebut baru bisa diberangkatkan ke "Negeri Tirai Bambu" apabila sudah ada perintah dari Kemenlu.

"Nunggu dari Kemenlu bisa tembus enggak ke pemerintah sana (China) agar kita bisa berangkat atau tidak, yang jelas TNI AU siap 24 jam," tegas Fajar.

Fajar menambahkan, sejauh ini terdapat 240 WNI yang berada di Kota Wuhan.

Baca juga: Siap Evakuasi WNI dari Wuhan, TNI AU Tinggal Tunggu Perintah

Dari jumlah tersebut, Fajar memastikan bahwa ketiga pesawat masih mampu memulangkan semua WNI dari Wuhan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini kan sementara terdaftar WNI di sana 240-an ya, sekitar itu," terang Fajar.

"Kita juga belum tahu siapa yang kena, siapa yang tidak, untuk menyiapkan kita lebih banyak ada dua Boeing dan satu Hercules. Kalaupun harus mengangkut sampai 100 sampai 200 orang masih mampu," kata Fajar.

Siapkan lokasi karantina

Tak hanya menyiagakan pesawat dalam misi evakuasi, TNI AU juga telah menyiapkan ruang karantina bagi petugas seusai mengevakuasi WNI yang terkepung virus corona di Wuhan, China.

"(Sepulang dari China) dikarantina. Standarnya 28 hari, di RSPI Dr Suliyanti Jakarta," ujar Fajar.

Fajar menjelaskan, sebelum berangkat, para petugas akan mendapat obat anti-penularan, termasuk masker.

Selain itu, petugas juga akan mendapat suplai makanan di bawah pengawasan ketat. Skema tersebut juga akan berlaku setibanya mereka di Tanah Air.

Hal tersebut dilakukan supaya penjemput dipastikan tidak terpapar virus corona.

"Jadi tidak langsung turun, langsung bebas, dikarantina dulu. Yang kita siapkan itu," kata Fajar.

Baca juga: TNI AU Sudah Siapkan Skema Evakuasi WNI di Wuhan, Termasuk Ruang Karantina

Fajar menambahkan, pihaknya juga telah menyiapkan semua skema evakuasi WNI dari "Negeri Tirai Bambu".

Rencananya, pendaratan tiga pesawat yang akan membawa WNI akan dilakukan di Lanud Halim Perdana Kusuma.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selain Bali, Pemerintah Akan Buka Pariwisata untuk Turis Mancanegara di Daerah Lain secara Bertahap

Selain Bali, Pemerintah Akan Buka Pariwisata untuk Turis Mancanegara di Daerah Lain secara Bertahap

Nasional
Situs Diretas, BSSN Telusuri Pelaku Tanpa Libatkan Pihak Lain

Situs Diretas, BSSN Telusuri Pelaku Tanpa Libatkan Pihak Lain

Nasional
Bekas Penyidik KPK Gunakan Kode “Bengkel” dan “Kunci Pagar” Saat Minta Uang

Bekas Penyidik KPK Gunakan Kode “Bengkel” dan “Kunci Pagar” Saat Minta Uang

Nasional
Jokowi Ingin Sertifikat Vaksin Covid-19 Antarnegara ASEAN Diakui

Jokowi Ingin Sertifikat Vaksin Covid-19 Antarnegara ASEAN Diakui

Nasional
Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19, Menkes Usahakan Obat Molnupiravir Tiba Akhir Tahun

Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19, Menkes Usahakan Obat Molnupiravir Tiba Akhir Tahun

Nasional
Luhut Ungkap Temuan Terkait Penerapan Prokes yang Melemah di Sejumlah Daerah

Luhut Ungkap Temuan Terkait Penerapan Prokes yang Melemah di Sejumlah Daerah

Nasional
Pelaku Peretasan Situs Milik BSSN Diduga 'Hacker' dari Brasil

Pelaku Peretasan Situs Milik BSSN Diduga "Hacker" dari Brasil

Nasional
UPDATE 25 Oktober: Capaian Vaksinasi Covid-19 untuk Petugas Publik sampai Masyarakat Umum

UPDATE 25 Oktober: Capaian Vaksinasi Covid-19 untuk Petugas Publik sampai Masyarakat Umum

Nasional
BSSN: Situs yang Diretas Berisi Data 'Repositori Malware'

BSSN: Situs yang Diretas Berisi Data "Repositori Malware"

Nasional
Azis Mengaku Tak Pernah Kirim Orang untuk Sampaikan Pesan ke Eks Bupati Kukar Rita Widyasari

Azis Mengaku Tak Pernah Kirim Orang untuk Sampaikan Pesan ke Eks Bupati Kukar Rita Widyasari

Nasional
Hampir 20 Juta Orang di Jawa-Bali Diprediksi Akan Lakukan Perjalanan saat Libur Nataru

Hampir 20 Juta Orang di Jawa-Bali Diprediksi Akan Lakukan Perjalanan saat Libur Nataru

Nasional
Tabrakan LRT Jabodetabek, PT INKA: Masinis Terlalu Cepat Berpindah jalur

Tabrakan LRT Jabodetabek, PT INKA: Masinis Terlalu Cepat Berpindah jalur

Nasional
Wajib PCR Jadi Syarat Naik Pesawat Ramai Dikritik, Luhut: Ini untuk Imbangi Relaksasi Aktivitas

Wajib PCR Jadi Syarat Naik Pesawat Ramai Dikritik, Luhut: Ini untuk Imbangi Relaksasi Aktivitas

Nasional
UPDATE 25 Oktober: 3.736 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 25 Oktober: 3.736 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
Airlangga: Tak Ada Lonjakan Kasus Covid-19 Usai 10 Hari Penutupan PON

Airlangga: Tak Ada Lonjakan Kasus Covid-19 Usai 10 Hari Penutupan PON

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.