Polri Bentuk Tim Buru Harun Masiku

Kompas.com - 24/01/2020, 18:44 WIB
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Argo Yuwono di kantor Kompolnas, Jakarta Selatan, Jumat (24/1/2020). KOMPAS.com/Devina HalimKepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Argo Yuwono di kantor Kompolnas, Jakarta Selatan, Jumat (24/1/2020).
Penulis Devina Halim
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Polri membentuk tim untuk memburu eks calon anggota legislatif PDI Perjuangan (PDI-P) Harun Masiku, yang terjerat kasus dugaan suap mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.

"Kita bentuk tim untuk cari ya," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Argo Yuwono di kantor Kompolnas, Jakarta Selatan, Jumat (24/1/2020).

Kendati demikian, Argo tak menjelaskan detil mengenai anggota maupun masa kerja tim tersebut.

Baca juga: Hasto Ungkap Alasan PDI-P Ajukan Harun Masiku Sebagai Pengganti Nazarudin Kiemas

Ia hanya menegaskan bahwa polisi berkomitmen untuk membantu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pencarian terhadap Harun.

Lebih lanjut, Argo tak ingin berkomentar banyak agar tidak mengganggu proses pencarian.

"Kita nyari, gitu loh. Kalau nanti kita sampaikan semuanya, kalau nanti yang bersangkutan tahu langsung menghindar, bagaimana?," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Dirjen Imigrasi Ronny Sompie menyebut Harun Masiku tiba kembali di Indonesia pasa Selasa (7/1/2020) setelah terbang ke Singapura sehari sebelumnya.

"Saya sudah menerima informasi berdasarkan pendalaman di sistem termasuk data melalui IT yang dimiliki stakeholder terkait di Bandara Soetta, bahwa HM telah melintas masuk kembali ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Batik pada tanggal 7 Januari 2020," kata Ronny kepada wartawan, Rabu (22/1/2020).

Baca juga: Hasto Minta Harun Masiku Kooperatif dan Tak Takut Hadapi Kasus di KPK

Seperti diketahui, Harun merupakan tersangka kasus dugaan suap terkait pergantian antarwaktu anggota DPR periode 2019-2024 yang turut menyeret Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Harun ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK karena diduga memberikan uang kepada Wahyu Setiawan agar membantunya menjadi anggota legislatif melalui mekanisme pergantian antar waktu.

Harun sebelumnya disebut terbang ke Singapura pada Senin (6/1/2020) atau dua hari sebelum operasi tangkap tangan terhadap Wahyu dan tersangka lainnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 Rekor Tertinggi, Bamsoet Minta Pemerintah Perketat PSBB

Kasus Covid-19 Rekor Tertinggi, Bamsoet Minta Pemerintah Perketat PSBB

Nasional
UPDATE 3 Juli: Tambah 901 Orang, Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 27.568

UPDATE 3 Juli: Tambah 901 Orang, Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 27.568

Nasional
UPDATE 3 Juli: Pasien yang Meninggal akibat Covid-19 Mencapai 3.036

UPDATE 3 Juli: Pasien yang Meninggal akibat Covid-19 Mencapai 3.036

Nasional
Polisi Tangkap 2 Penyebar Hoaks Terkait Ajakan Penarikan Dana Bank

Polisi Tangkap 2 Penyebar Hoaks Terkait Ajakan Penarikan Dana Bank

Nasional
Keterbatasan Informasi yang Inklusif, Anak Penyandang Disabilitas Sulit Memahami Protokol Kesehatan

Keterbatasan Informasi yang Inklusif, Anak Penyandang Disabilitas Sulit Memahami Protokol Kesehatan

Nasional
UPDATE: Kasus Covid-19 RI Lewati 60.000 Setelah Bertambah 1.301 Pasien

UPDATE: Kasus Covid-19 RI Lewati 60.000 Setelah Bertambah 1.301 Pasien

Nasional
Kementerian PPPA: Dampak Ekonomi Pandemi Covid-19 Picu Orangtua Lakukan Kekerasan pada Anak

Kementerian PPPA: Dampak Ekonomi Pandemi Covid-19 Picu Orangtua Lakukan Kekerasan pada Anak

Nasional
Kepala BNPT: Penyebar Paham Radikalisme Manfaatkan Media Sosial

Kepala BNPT: Penyebar Paham Radikalisme Manfaatkan Media Sosial

Nasional
Cerita Gubernur Kalbar Kirim Ratusan Pesan Singkat Demi Pantau Kasus Covid-19

Cerita Gubernur Kalbar Kirim Ratusan Pesan Singkat Demi Pantau Kasus Covid-19

Nasional
Kemendagri Hormati Proses Hukum KPK terhadap Bupati Kutai Timur

Kemendagri Hormati Proses Hukum KPK terhadap Bupati Kutai Timur

Nasional
Skenario Covid-19 sampai 2021, Mendagri: Vaksin hingga Herd Immunity

Skenario Covid-19 sampai 2021, Mendagri: Vaksin hingga Herd Immunity

Nasional
Jokowi Bersyukur Indonesia Naik Jadi Negara Berpenghasilan Menengah ke Atas

Jokowi Bersyukur Indonesia Naik Jadi Negara Berpenghasilan Menengah ke Atas

Nasional
Kepala BNPT: Medsos Masih Jadi Sarana Paling Efektif Sebarkan Radikalisme

Kepala BNPT: Medsos Masih Jadi Sarana Paling Efektif Sebarkan Radikalisme

Nasional
Gubernur Kalbar Sebut Rapid Test Jadi Kunci Tekan Kasus Covid-19

Gubernur Kalbar Sebut Rapid Test Jadi Kunci Tekan Kasus Covid-19

Nasional
Kementerian PPPA Sebut Pengasuhan Anak Penyandang Disabilitas di Rumah Jadi Kendala Keluarga yang Ekonominya Terganggu Covid-19

Kementerian PPPA Sebut Pengasuhan Anak Penyandang Disabilitas di Rumah Jadi Kendala Keluarga yang Ekonominya Terganggu Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X