Ada Kasus Jiwasraya, Pemerintah Siapkan Lembaga Penjamin Asuransi

Kompas.com - 22/01/2020, 12:22 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah), Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso (kanan), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kiri), Seskab Pramono Anung (kedua kiri), dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia (kedua kanan) memberikan keterangan pers saat menghadiri Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Tahun 2020 di Jakarta, Kamis (16/1/2020). Pertemuan tahunan tersebut mengangkat tema Ekosistem Keuangan Berdaya Saing Untuk Pertumbuhan Berkualitas. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/ama. ANTARA FOTO/Aprillio AkbarPresiden Joko Widodo (tengah), Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso (kanan), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kiri), Seskab Pramono Anung (kedua kiri), dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia (kedua kanan) memberikan keterangan pers saat menghadiri Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Tahun 2020 di Jakarta, Kamis (16/1/2020). Pertemuan tahunan tersebut mengangkat tema Ekosistem Keuangan Berdaya Saing Untuk Pertumbuhan Berkualitas. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/ama.
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pemerintah sedang mempersiapkan pembentukan lembaga penjaminan polis di industri asuransi.

Desakan pembentukan lembaga penjaminan di industri asuransi mencuat dari berbagai kalangan menyusul gagal bayar polis PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang mencapai Rp 12,4 triliun.

Sri Mulyani menyebut, pembentukan lembaga tersebut memang dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian.

"Jadi memang ada mandat harus membuat lembaga penjaminan polis dan saat ini kami sedang membuat persiapan-persiapannya sesuai mandat tersebut," ujar Sri Mulyani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Baca juga: Jokowi Sambut Positif Panja Jiwasraya

Menurut dia, dalam pembentukan lembaga penjaminan polis ini, pemerintah akan melihat model perlindungan nasabah di industri perbankan seperti yang selama ini ditangani oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

"Tapi kami juga akan lihat perbedaan dengan industri asuransi sendiri nantinya," ucap Sri Mulyani.

Baca juga: Kejagung Lacak Aset Tersangka Kasus Jiwasraya di Luar Negeri

Terkait kasus Jiwasraya, penyidik Kejaksaan Agung telah menetapkan lima orang sebagai tersangka.

Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin memprediksi kerugian negara akibat dugaan korupsi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) lebih dari Rp 13,7 triliun.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X