Menurut Pengamat, Siapa Pun Presiden Indonesia, Tak Mungkin Tak Kerja Sama dengan China

Kompas.com - 12/01/2020, 22:15 WIB
Pengamat hubungan internasional Dinna Wisnu KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMANPengamat hubungan internasional Dinna Wisnu

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat hubungan internasional Dinna Wisnu mengatakan, pengaruh China di dunia tak lagi terbantahkan. Pilihan kerja sama dengan China dinilai realistis.

Hal itu ia sampaikan merespons temuan survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang menyatakan 39 persen dari 1.540 responden menganggap China negara paling berpengaruh di kawasan Asia, termasuk di Indonesia.

"China itu sudah tidak terbantahkan lagi pengaruhnya di seluruh dunia. Jangankan di Asia, di seluruh dunia. Penguasa manapun, siapapun yang jadi presiden di Indonesia, tidak akan mungkin bisa lepas dari bekerja sama atau tidak bekerja sama dengan China. Pilihan kerja sama itu menjadi realistis daripada tidak," kata dia di Hotel Erian, Jakarta, Minggu (12/1/2020).

Baca juga: Indonesia Diharap Tak Sekadar Prioritaskan Investasi saat Berhubungan dengan China

Pengamat yang aktif mengajar di Universitas Paramadina dan Universitas Bina Nusantara ini menilai, sekalipun dibandingkan Amerika Serikat, China merupakan negara yang memiliki cadangan devisa lebih banyak.

"Jadi yang berkuasa itu pasti minta investasi China. Ini bukan negara kita aja. Turki misalnya, Erdogan pun bulan Juni kemarin dia minta uang kepada China dan diberi cash 1 billion US dollar, that was the biggest support in cash. China itu punya intensi untuk mendekat, uangnya juga lebih liquid," katanya.

Baca juga: Survei LSI: Tren Persepsi Publik soal Pengaruh China Cenderung Negatif Dibandingkan AS

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di Indonesia, kata Dinna, begitu banyak barang yang digunakan masyarakat Indonesia dalam kesehariannya merupakan produk yang berasal dari China, seperti telepon seluler.

"Bicara soal kepemilikan handphone saja sudah terbukti kuartal ketiga 2019 yang dominan, bukan lagi AS dan sekutunya seperti Samsung atau Apple. Tapi China dengan segala macam bentuknya. Induk perusahaan China itu sudah menguasai pasar Indonesia," katanya.

Dinna menuturkan, kehadiran China secara kasat mata tak sekadar dirasakan masyarakat Indonesia saja.

Baca juga: Pakar Minta Pemerintah Tak Kerja Sama dengan China di ZEE Natuna Utara

Negara-negara lain juga mengalami hal yang sama, baik negara tetangga hingga negara di Eropa.

"Di Timor Leste, bangunan pemerintah itu kebanyakan dibangun pemerintah China. Kamboja juga. Saya ke Italia, kehadiran China juga berasa, billboard besar pun di kota yang antik itu adanya Huawei, bukan Apple. Di tempat strategis juga demikian," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kepala LAN: Birokrasi Harus Tinggalkan Cara Kerja Lama untuk Tingkatkan Efektivitas

Kepala LAN: Birokrasi Harus Tinggalkan Cara Kerja Lama untuk Tingkatkan Efektivitas

Nasional
Koopgabsus Tricakti TNI Sebut 7 Teroris Poso Tewas Sepanjang 2021

Koopgabsus Tricakti TNI Sebut 7 Teroris Poso Tewas Sepanjang 2021

Nasional
Propam Tunggu Izin MA untuk Periksa Irjen Napoleon atas Dugaan Penganiayaan Muhammad Kece

Propam Tunggu Izin MA untuk Periksa Irjen Napoleon atas Dugaan Penganiayaan Muhammad Kece

Nasional
Ombudsman Temukan Masalah Pendataan Terkait Vaksinasi Covid-19

Ombudsman Temukan Masalah Pendataan Terkait Vaksinasi Covid-19

Nasional
Kemenkes Pastikan Jemaah Umrah Akan Dapat 'Booster' Vaksin Covid-19

Kemenkes Pastikan Jemaah Umrah Akan Dapat "Booster" Vaksin Covid-19

Nasional
Ombudsman Minta Koordinasi Terkait Distribusi Vaksin Covid-19 Dibenahi

Ombudsman Minta Koordinasi Terkait Distribusi Vaksin Covid-19 Dibenahi

Nasional
Pratu Ida Bagus Gugur Ditembak Saat Amankan Pendaratan Heli untuk Angkut Jenazah Nakes

Pratu Ida Bagus Gugur Ditembak Saat Amankan Pendaratan Heli untuk Angkut Jenazah Nakes

Nasional
Satgas: Covid-19 Kembali Melonjak di Sejumlah Negara dengan Kasus Aktif di Bawah 1 Persen

Satgas: Covid-19 Kembali Melonjak di Sejumlah Negara dengan Kasus Aktif di Bawah 1 Persen

Nasional
Dukung Indonesia Jadi Pusat Vaksin Global, Anggota Komisi IX Harap Ada Manfaat bagi Bidang Farmasi

Dukung Indonesia Jadi Pusat Vaksin Global, Anggota Komisi IX Harap Ada Manfaat bagi Bidang Farmasi

Nasional
Raker dengan DPD, Risma Paparkan 2 Pilar Strategi Kemensos Tangani Kemiskinan

Raker dengan DPD, Risma Paparkan 2 Pilar Strategi Kemensos Tangani Kemiskinan

Nasional
Pihak Kemenag Akan ke Arab Saudi untuk Diplomasi soal Umrah

Pihak Kemenag Akan ke Arab Saudi untuk Diplomasi soal Umrah

Nasional
Aturan Lengkap PPKM Level 2 di Luar Jawa-Bali hingga 4 Oktober 2021

Aturan Lengkap PPKM Level 2 di Luar Jawa-Bali hingga 4 Oktober 2021

Nasional
UPDATE 21 September: Ada 393.404 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 21 September: Ada 393.404 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Mal, Satgas: Jika Tak Mendesak Lebih Baik di Rumah

Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Mal, Satgas: Jika Tak Mendesak Lebih Baik di Rumah

Nasional
Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Periksa 8 Saksi

Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Periksa 8 Saksi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.