Saksi Akui Antar 345.000 Dollar Singapura ke Eks Dirut PTPN III

Kompas.com - 16/12/2019, 17:36 WIB
Sidang pemeriksaan saksi untuk pengusaha Pieko Njotosetiadi, terdakwa kasus dugaan suap terkait kontrak jangka panjang atas pembelian gula kristal putih yang diproduksi petani gula dan PTPN seluruh Indonesia. KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMANSidang pemeriksaan saksi untuk pengusaha Pieko Njotosetiadi, terdakwa kasus dugaan suap terkait kontrak jangka panjang atas pembelian gula kristal putih yang diproduksi petani gula dan PTPN seluruh Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pimpinan Cabang PT Citra Gemini Mulia (CGM) di Jakarta Ramlin mengakui bahwa ia diperintah atasannya bernama Pieko Njotosetiadi untuk mengambil uang 345.000 dollar Singapura yang sudah disiapkan di sebuah tempat penukaran uang.

Berdasarkan surat dakwaan jaksa KPK, uang tersebut disiapkan untuk mantan Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III Dolly P Pulungan.

Hal itu diungkap Ramlin saat bersaksi untuk Pieko, terdakwa kasus dugaan suap terkait kontrak jangka panjang atas pembelian gula kristal putih yang diproduksi petani gula dan PTPN seluruh Indonesia.

"Terkait dengan uang, saya diperintah mengambil saja di Sulinggar Financial di tempatnya Pak Fredy, jumlahnya 345.000 dollar Singapura. Awalnya dikasih tahu Pak Teguh (Direktur CGM) dan Bu Vivi (Komisaris CGM) memberitahu ada pembelian dolar di Pak Fredy," kata Ramlin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (16/12/2019).

Baca juga: Kasus Suap Distribusi Gula, KPK Panggil Komisaris PTPN VI Syarkawi Rauf dan Ketua Asosiasi Petani Tebu

"Saya akhirnya diperintah buat ngambil uang di Pak Fredy, disuruh hubungi Pak Pieko dulu. Baru saya hubungi Pak Pieko," lanjut dia.

Menurut Ramlin, ia diperintahkan mengantarkan uang itu ke Direktur Utama PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Edward Samantha.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ramlin pun berangkat ke kantor Edward. Sesampainya di sana, ia tidak bertemu Edward, melainkan bawahannya bernama Corry Lucia.

"Saya kenalkan diri bahwa saya anak buahnya Pak Pieko diperintah Pak Pieko untuk mengantarkan uang. Bu Corry langsung hubungin Pak Edo (Edward). Uangnya diserahkan dalam kertas cokelat gitu, pecahan 1.000 dollar Singapura," kata Ramlin.

Beberapa waktu kemudian, Ramlin mengaku ditanya oleh Pieko apakah uang tersebut sudah diserahkan.

"Saya ditanyain Pak Pieko, bagaimana? Saya bilang sudah saya serahkan. Terus dijawab, 'Ya udah'. Saya akhirnya balik ke kantor," kata dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Telepon Menkes: Saya Cari Obat Antivirus Enggak Ada

Jokowi Telepon Menkes: Saya Cari Obat Antivirus Enggak Ada

Nasional
Jubir Pemerintah: Cara Kerja Vaksin Covid-19 pada Dewasa dan Anak Sama Saja

Jubir Pemerintah: Cara Kerja Vaksin Covid-19 pada Dewasa dan Anak Sama Saja

Nasional
Eks Pejabat Kemenkes Bambang Giatno Rahardjo Dieksekusi ke Lapas Kelas I Surabaya

Eks Pejabat Kemenkes Bambang Giatno Rahardjo Dieksekusi ke Lapas Kelas I Surabaya

Nasional
Komnas HAM Minta Penegakan Aturan PPKM Gunakan Pendekatan Humanis

Komnas HAM Minta Penegakan Aturan PPKM Gunakan Pendekatan Humanis

Nasional
Kemenkes: Bukan Hanya Vaksin Kita Berkompetisi, Obat-obatan Covid-19 Juga

Kemenkes: Bukan Hanya Vaksin Kita Berkompetisi, Obat-obatan Covid-19 Juga

Nasional
Ketum PBNU Kritik Penanganan Pandemi yang Tak Libatkan Masyarakat

Ketum PBNU Kritik Penanganan Pandemi yang Tak Libatkan Masyarakat

Nasional
Pegawai Pertanyakan Putusan Dewas soal Dugaan Pelanggaran Etik Pimpinan KPK

Pegawai Pertanyakan Putusan Dewas soal Dugaan Pelanggaran Etik Pimpinan KPK

Nasional
Muhaimin Nilai Sistem Demokrasi Mesti Dievaluasi

Muhaimin Nilai Sistem Demokrasi Mesti Dievaluasi

Nasional
Tak Temukan Obat Covid-19 di Apotek, Jokowi: Terus Saya Cari Ke Mana?

Tak Temukan Obat Covid-19 di Apotek, Jokowi: Terus Saya Cari Ke Mana?

Nasional
Said Aqil: PKB Harus Jadi Partai yang Dewasa dan Matang

Said Aqil: PKB Harus Jadi Partai yang Dewasa dan Matang

Nasional
Kasus Kematian Saat Isolasi Mandiri Meningkat, Ini Respons Kemenkes

Kasus Kematian Saat Isolasi Mandiri Meningkat, Ini Respons Kemenkes

Nasional
Peringati Hari Anak Nasional, Kementerian KP Bagikan 1,2 Ton Ikan di Kampung Pemulung dan Lapas Anak

Peringati Hari Anak Nasional, Kementerian KP Bagikan 1,2 Ton Ikan di Kampung Pemulung dan Lapas Anak

Nasional
Kritik Penanganan Pandemi, Muhaimin: Semua Serba Pemerintah

Kritik Penanganan Pandemi, Muhaimin: Semua Serba Pemerintah

Nasional
Klaim PKB Masuk Tiga Besar, Muhaimin: Kita Sudah Meninggalkan Level Tengah

Klaim PKB Masuk Tiga Besar, Muhaimin: Kita Sudah Meninggalkan Level Tengah

Nasional
Realisasi Anggaran Penanganan Covid-19 di Kabupaten Bekasi dan Kota Depok Masih Rendah

Realisasi Anggaran Penanganan Covid-19 di Kabupaten Bekasi dan Kota Depok Masih Rendah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X