Sepanjang 2019, LBH APIK Jakarta Terima 794 Kasus Kekerasan terhadap Perempuan

Kompas.com - 10/12/2019, 20:47 WIB
Ilustrasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) SHUTTERSTOCK/JIRISIlustrasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)
Penulis Devina Halim
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) Jakarta menerima 794 pengaduan kasus kekerasan terhadap perempuan sepanjang tahun 2019.

Direktur LBH APIK Jakarta Siti Mazumah mengapresiasi adanya kesadaran masyarakat untuk melapor. Sayangnya, menurut dia, penanganan kasus masih kerap kali terkendala.

"Meskipun telah terjadi peningkatan kesadaran masyarakat akan bahaya kekerasan terhadap perempuan, dalam praktiknya perempuan korban kerap menemui berbagai kendala dalam pemenuhan hak korban ketika meneruskan kasus ke pengadilan," ujar Siti melalui keterangan tertulis, Selasa (10/12/2019).

Baca juga: Belum Diatur UU, Kekerasan Seksual terhadap Perempuan Sulit Dituntaskan

Ia mencontohkan, laporan terbanyak yang diterima LBH Apik yakni terkait kasus kekerasan dalam rumah tangga ( KDRT). Ada 249 kasus KDRT yang dilaporkan.

Menurut Siti, dari 249 kasus itu, hanya 15 kasus yang dilaporkan ke polisi. 

Kemudian, ia menyebutkan bahwa sebagian besar korban kekerasan psikis tidak melaporkan kasusnya.

Alasannya, korban tidak sanggup membayar salah satu prasyarat yaitu visum et psikiatricum. 

Baca juga: Dituduh Lakukan Kekerasan Seksual terhadap 3 Siswi SD, Pedagang Cilor Ditangkap

Ada pula penyidik yang justru memarahi korban kekerasan seksual saat pemeriksaan. Kasus kekerasan itu, kata Siti, terjadi di sebuah pesantren di Bogor.

"Banyak anak yang menjadi korban, hanya 2 orang korban yang berani lapor ke polisi, yakni GHN dan ANG (keduanya 11 tahun). Dalam proses pemeriksaan korban, penyidik malah memarahi korban dan menuduh korban pemain watak," ucap dia. 

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X