Komnas HAM Sebut Pelanggaran HAM Berat dan Konflik Agraria Jadi PR Pemerintah

Kompas.com - 09/12/2019, 15:33 WIB
Ketua Komnas-HAM, Ahmad Taufan Damanik, di Grand Sahid Jaya, Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (15/11/2019) Dian Erika/KOMPAS.comKetua Komnas-HAM, Ahmad Taufan Damanik, di Grand Sahid Jaya, Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (15/11/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menyatakan, pemerintah masih memiliki sejumlah PR dalam penyelesaian masalah HAM di Indonesia.

Hal itu ia sampaikan saat membuka peringatan Hari HAM Internasional di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (9/12/2019).

"Izinkan kami sekaligus menitipkan beberapa persoalan HAM yang masih menjadi PR kita semua yakni, penyelesaian pelanggaran HAM yang berat, konflik agaria dan sumber daya alam," ujar Ahmad.

Baca juga: Wapres Akui Masih Ada Permasalahan HAM yang Belum Selesai

"Dan tak kalah pentingnya adalah persoalan intoleranasi, diskriminasi, dan ekstremisme dengan kekerasan yang bisa menggangu pembangunan ekonomi dan politik kita saat ini maupun masa depan," lanjut dia.

Ahmad mengatakan, permasalahan-permasalahan tersebut harus diselesaikan dalam kerangka HAM yang komprehensif sehingga tak hanya dilihat sebagai permasalahan biasa.

Ia meyakini, pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin akan terus bersama Komnas HAM dan seluruh kompnen negara menuntaskan komitmen kemanusiaan dan keadabaan sebagaimana diamanatkan konstitusi dan standar HAM.

Baca juga: Museum HAM dan Tagih Janji Jokowi Tuntaskan Kasus Kematian Munir

"Yang tidak kalah pentingnya adalah penguatan kelembagaan Komnas HAM, baik dari sisi mandat fungsi wewenang maupun sarana dan prasarana," kata Ahmad.

"Sekali lagi kami ucapankan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Wapres atas berkenan hadir dan membuka pameran foto dalam rangka peringatan Hari HAM Internasional 2019," lanjut dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X