Soal Amandemen Terbatas, Wakil Ketua MPR Kritik Pratikno

Kompas.com - 06/12/2019, 18:02 WIB
Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Ahmad Basarah saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/11/2019). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOWakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Ahmad Basarah saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah menilai, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno tak mampu membangun koordinasi dan komunikasi politik dengan MPR terkait amendemen terbatas UUD 1945.

Ia mengatakan, dinamika yang terjadi saat ini justru di luar konteks wacana amandemen terbatas mengenai Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN).

Puncaknya adalah ketika Presiden Joko Widodo ( Jokowi) menyesalkan wacana amendemen UUD 1945 yang melebar dari persoalan haluan negara.

"Nah dalam hal ini seharusnya Mensesneg dapat membuka komunikasi dan koordinasi politik yang baik, terutama dengan fraksi-fraksi di MPR," ujar Basarah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (6/12/2029).


Baca juga: Sekjen Nasdem Setuju Usul Jokowi Stop Amendemen

Basarah mengatakan, Praktikno bisa saja memberikan bahan masukan hasil koordinasi dengan fraksi-fraksi di MPR.

Dengan demikian, Jokowi bisa mengetahui urgensi amandemen terbatas. 

Dia mengatakan, Presiden tidak harus menyampaikan pernyataan yang cenderung emosional dalam menyikapi dinamika wacana amendemen terbatas.

Menurut dia, seharusnya presiden mendapat masukan yang komprehensif dari pandangan fraksi-fraksi di MPR, termasuk fraksi PDI Perjuangan.

"Oleh karena itu, kalau kemudian semua komunikasi dan koordinasi politik ini berjalan baik, saya kira tidak perlu ada kesalahpahaman, kesimpangsiuran yang begitu tidak kondusif ini," kata dia. 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyesalkan wacana amendemen UUD 1945 di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang melebar dari persoalan haluan negara.

Padahal, sejak awal wacana amendemen ini muncul, Jokowi sudah mengingatkan agar tidak melebar.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X