Bamsoet Disebut Mundur dari Caketum Golkar Karena Diminta Luhut

Kompas.com - 03/12/2019, 18:51 WIB
Ketua DPP Partai Golkar Andi Sinulingga alam sebuah acara diskusi di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (18/11/2017). KOMPAS.com/Nabilla TashandraKetua DPP Partai Golkar Andi Sinulingga alam sebuah acara diskusi di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (18/11/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Bambang Soesatyo, Andi Sinulingga mengatakan, Bambang mundur dari pencalonan ketua umum Golkar karena diminta oleh politikus senior Golkar Luhut Binsar Pandjaitan.

"Diminta Pak Luhut mundur," ujar Andi saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (3/12/2019).

Baca juga: Dedi Mulyadi: Bamsoet Mundur, Munas Golkar Fokus Bahas Masalah Bangsa

Alasannya, politik nasional bisa gaduh apabila Bamsoet tetap ngotot ingin maju dalam perebutan kursi pimpinan Golkar.

"Kompetisi hanya akan menimbulkan kegaduhan saja. Karena kalau ada pemilihan caketum, katanya bisa bikin gaduh dan mengganggu perekonomian. Saya dengar kabarnya begitu," lanjut dia.

Baca juga: Selain Bambang Soesatyo, Indra Bambang Utoyo Mundur dari Pencalonan Ketum Golkar

Selain itu, Bamsoet juga diminta mundur oleh Luhut karena Bamsoet dianggap sosok yang potensial untuk menjadi calon ketua umum Golkar.

Bahkan, Bamsoet dinilai dapat mengalahkan caketum potensial lainnya, yakni Airlangga Hartarto.

"Karena Pak BS (Bamsoet) yang dianggap paling kuat dan besar kemungkinan bisa mengalahkan AH (Airlangga) jika terjadi voting tertutup sebagaimana layaknya tradisi Munas Golkar," ujar Andi.

Baca juga: Sebut Munas Golkar Demokratis, Airlangga Hartarto: Tokoh Kartun Pun Boleh Nyalon

Andi menyayangkan Luhut sampai meminta Bamsoet untuk mundur dari pencalonan ketua umum Golkar.

Pernyataan Andi tersebut diketahui belum dikonfirmasi ke Luhut.

Sebelumnya, mundurnya Bambang Soesatyo dilakukan menjelang Musyarawah Nasional atau Munas Partai Golkar yang berlangsung pada Selasa malam ini.

Kabar ini diungkapkan politisi Partai Golkar yang juga ketua tim pemenangan Bambang Soesatyo, Ahmadi Noor Supit.

Baca juga: Munas Golkar Dibuka Hari Ini, Berikut Rincian Agendanya

Menurut dia, langkah ini diambil untuk mencegah perpecahan partai berlambang beringin itu.

"Demi menjaga perpecahan di partai, mencegah perpecahan, maka dengan kesadaran penuh, dengan sangat terpaksa demi partai, saya katakan kemudian Mas Bambang Soesatyo mengundurkan diri dari pencalonan," ucap Supit.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X