Jaksa KPK Telusuri Pertemuan Nyoman Dhamantra dengan Pihak Lain Terkait Impor Bawang Putih

Kompas.com - 02/12/2019, 16:20 WIB
Sidang pemeriksaan saksi untuk tiga terdakwa penyuap mantan anggota Komisi VI DPR I Nyoman Dhamantra di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (18/11/2019) KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMANSidang pemeriksaan saksi untuk tiga terdakwa penyuap mantan anggota Komisi VI DPR I Nyoman Dhamantra di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (18/11/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Takdir Suhan menelusuri pertemuan yang diikuti mantan anggota DPR, I Nyoman Dhamantra dengan pihak lain terkait pengurusan kuota impor bawang putih.

Salah satunya dengan menggali kesaksian dari supervisor Restoran Imperial Steam Pot Senayan City, Nur Fitria Farhanah.

Adapun Nur Fitria bersaksi untuk tiga terdakwa kasus dugaan suap terkait pengurusan kuota impor bawang putih, yakni Chandry Suanda alias Afung, Dody Wahyudi, dan Zulfikar.

Pada awalnya, jaksa Takdir menelusuri kaitan Nyoman Dhamantra dengan teman dekat Dhamantra, Mirawati Basri, saat berkunjung ke restoran.

Baca juga: Nyoman Dhamantra Dkk Diduga Bahas Suap Impor Bawang Putih di Restoran

Dhamantra dan Mirawati masih berstatus sebagai tersangka dalam perkara ini.

"Tadi kan saksi sampaikan mengenal Pak Nyoman dan Ibu Mirawati. Sepengetahuan saksi, Pak Nyoman apakah masuk sebagai tamu reguler VIP?" kata jaksa Takdir ke Nur Fitria di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta (2/12/2019).

"Iya, kita kan buka tahun ini sejak bulan Januari tanggal 25. Sebelumnya Ibu Mira pernah makan di bulan Maret, dia duduk di area depan sebelumnya. Karena dia suka merokok untuk fasilitasnya kan hanya boleh di VIP room, kemudian saya izin manajer saya dan diperbolehkan khusus bagi Bu Mira karena dia sering makan," ucap Nur Fitria.

Menurut Nur Fitria, Mirawati dan Nyoman Dhamantra terlihat beberapa kali makan di restoran itu. Biasanya, kata dia, yang memesan tempat adalah Mirawati.

"Pesannya dua (ruangan VIP) yang digabungkan jadi satu ruangan. Yang selalu saya lihat, Pak Nyoman selalu ada. Kalau kedatangan, kadang Bu Mira dulu, kadang Pak Nyoman dulu. Kalau yang duluan ninggalin seingat saya biasanya Pak Nyoman duluan," kata dia.

Jaksa Takdir pun memperlihatkan sejumlah cuplikan layar rekaman kamera closed circuit television (CCTV) tanggal 1 Agustus 2019 yang disita penyidik KPK.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bawaslu Sebut Penyediaan APD untuk Penyelenggara Pilkada Belum 100 Persen

Bawaslu Sebut Penyediaan APD untuk Penyelenggara Pilkada Belum 100 Persen

Nasional
Selasa, Bareskrim Berencana Periksa Anita Kolopaking Terkait Kasus Pelarian Djoko Tjandra

Selasa, Bareskrim Berencana Periksa Anita Kolopaking Terkait Kasus Pelarian Djoko Tjandra

Nasional
Kuasa Hukum Nilai Alasan JPU KPK Tolak JC Wahyu Setiawan Tak Berdasar

Kuasa Hukum Nilai Alasan JPU KPK Tolak JC Wahyu Setiawan Tak Berdasar

Nasional
LPSK: Korban Perbudakan Modern Umumnya Jalin Kontrak Tidak Jelas

LPSK: Korban Perbudakan Modern Umumnya Jalin Kontrak Tidak Jelas

Nasional
Komisi X Nilai Program Organisasi Penggerak Tak Efektif Dilanjutkan di Masa Pandemi

Komisi X Nilai Program Organisasi Penggerak Tak Efektif Dilanjutkan di Masa Pandemi

Nasional
Persoalan Hibah Rp 7 Miliar, Empat Komisioner KPU Mamberamo Raya Dipecat

Persoalan Hibah Rp 7 Miliar, Empat Komisioner KPU Mamberamo Raya Dipecat

Nasional
MA Terbitkan Peraturan soal Pemidanaan Koruptor, ICW Harap Jadi Jawaban Disparitas Hukuman

MA Terbitkan Peraturan soal Pemidanaan Koruptor, ICW Harap Jadi Jawaban Disparitas Hukuman

Nasional
Gerindra Dukung Bobby Nasution di Pilkada Medan, Tapi Ada Syaratnya...

Gerindra Dukung Bobby Nasution di Pilkada Medan, Tapi Ada Syaratnya...

Nasional
Kemenkes: Uji Klinis Ketiga Vaksin Covid-19 dalam Tahap Penyusunan Protokol

Kemenkes: Uji Klinis Ketiga Vaksin Covid-19 dalam Tahap Penyusunan Protokol

Nasional
Kemenkes Minta Masyarakat Tak Mudah Percaya Klaim Hadi Pranoto

Kemenkes Minta Masyarakat Tak Mudah Percaya Klaim Hadi Pranoto

Nasional
Cegah Penularan Covid-19, Satgas Soroti Acara Kumpul-kumpul Warga

Cegah Penularan Covid-19, Satgas Soroti Acara Kumpul-kumpul Warga

Nasional
Gerindra Dukung Gibran, Muzani: Sepertinya di Solo Calon Tunggal

Gerindra Dukung Gibran, Muzani: Sepertinya di Solo Calon Tunggal

Nasional
Belajar dari Sejarah Pandemi 1918, Satgas: Tak Perlu Dikotomi Ekonomi dan Kesehatan

Belajar dari Sejarah Pandemi 1918, Satgas: Tak Perlu Dikotomi Ekonomi dan Kesehatan

Nasional
Komisi X Minta Nadiem Alokasikan Subsidi Internet dan Ponsel Pintar bagi Siswa

Komisi X Minta Nadiem Alokasikan Subsidi Internet dan Ponsel Pintar bagi Siswa

Nasional
Tanggapi Hadi Pranoto, Kemenkes: Proses Produksi Obat Tak Sembarangan

Tanggapi Hadi Pranoto, Kemenkes: Proses Produksi Obat Tak Sembarangan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X