SOROT POLITIK

Jokowi Faktor Kunci Pemilihan Ketua Umum Golkar 2019-2024

Kompas.com - 19/11/2019, 19:24 WIB
Sekretaris DPD DKI Jakarta, Basri Baco, mendukung Airlangga Hartarto untuk kembali memimpin Partai Golkar 2019-2024 dalam Rapimnas Partai Golkar, Kamis (14/11/2019). Dok. Partai GolkarSekretaris DPD DKI Jakarta, Basri Baco, mendukung Airlangga Hartarto untuk kembali memimpin Partai Golkar 2019-2024 dalam Rapimnas Partai Golkar, Kamis (14/11/2019).

Modal kedua yang tak kalah penting, ia melanjutkan, yakni jaringan ke elit-elit partai, seperti para tokoh senior Partai Golkar.

Selain itu, calon Ketua Umum Golkar pun harus memiliki jejaring yang sangat kuat ke pengurus daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Hanta mengatakan, calon ketua umum partai berlambang pohon beringin perlu memiliki modal kapital untuk bisa memimpin partai selama 5 tahun ke depan.

“Yang paling penting, modal presidensial. Calon mesti memiliki kedekatan dengan mendapat restu atau sinyal dari kekuasaan,” katanya.

Soal penentuan Ketua Umum Golkar, ia melanjutkan, bisa saja dilakukan secara terbuka yakni dengan pemungutan suara.

Meski demikian, tak tertutup kemungkinan pemilihan ketua partai dilakukan berdasarkan aklamasi.

“Kalau ternyata harus terbuka, maka kedua tokoh ingin menunjukkan pro dan dekat dengan pemerintah. Nah, keduanya sama-sama pendukung pemerintah, jadi mana yang lebih dekat itu yang akan menang,” ujar dia.

Aklamasi bukan segalanya

Politisi Senior Partai Golkar, Fahmi Idris, mengatakan Airlangga dan Bamsoet sama-sama memiliki konsep dan kemampuan untuk memajukan Golkar.

Ia tak menampik bahwa tokoh yang memiliki kedekatan dengan presiden berpeluang lebih besar untuk terpilih sebagai pemimpin partai politik.

Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto (kanan) menekan layar saat membuka peringatan HUT ke-55 Partai Golkar di Jakarta, Rabu (6/11/2019). Peringatan tersebut mengambil tema 55 Tahun Bersatu Untuk Negeri, Berkarya Untuk Bangsa. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto (kanan) menekan layar saat membuka peringatan HUT ke-55 Partai Golkar di Jakarta, Rabu (6/11/2019). Peringatan tersebut mengambil tema 55 Tahun Bersatu Untuk Negeri, Berkarya Untuk Bangsa. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.

“Pada umumnya siapa saja, bukan hanya di Golkar, tapi di partai manapun, calon-calon ketua kalau cukup dekat dengan presiden, itu punya kesempatan untuk menang,” katanya.

Fahmi mengaku tidak setuju dengan jalan aklamasi dalam menentukan Ketua Umum Partai Golkar 2019-2024.

“Biarkan saja siapa memilih calonnya dan bebas saja. Saya yang kurang setuju tapi kan saya tidak bisa menentang,” ujar dia.

 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aturan Investasi Miras Dicabut, Yusril: Presiden Harus Terbitkan Perpres Baru

Aturan Investasi Miras Dicabut, Yusril: Presiden Harus Terbitkan Perpres Baru

Nasional
Pertemuan Menlu ASEAN, Indonesia Tekankan Tiga Isu untuk Bantu Myanmar

Pertemuan Menlu ASEAN, Indonesia Tekankan Tiga Isu untuk Bantu Myanmar

Nasional
Meutya Hafid: Golkar Tidak Sedang Agendakan Konvensi Capres

Meutya Hafid: Golkar Tidak Sedang Agendakan Konvensi Capres

Nasional
Jokowi Cabut Aturan soal Investasi Industri Miras, PKS: Tidak Ada Kata Terlambat

Jokowi Cabut Aturan soal Investasi Industri Miras, PKS: Tidak Ada Kata Terlambat

Nasional
Geledah Rumah Pribadi Nurdin Abdullah, KPK Amankan Dokumen dan Uang Tunai

Geledah Rumah Pribadi Nurdin Abdullah, KPK Amankan Dokumen dan Uang Tunai

Nasional
Satgas: Berlibur Panjang saat Pandemi Tak Bijak, Berdampak pada Kematian Pasien Covid-19

Satgas: Berlibur Panjang saat Pandemi Tak Bijak, Berdampak pada Kematian Pasien Covid-19

Nasional
Satgas: Angka Kematian akibat Covid-19 Meningkat di Bulan-bulan Libur Panjang

Satgas: Angka Kematian akibat Covid-19 Meningkat di Bulan-bulan Libur Panjang

Nasional
Satgas: Jangan Pandang Vaksin Covid-19 sebagai Solusi Mutlak Atasi Pandemi

Satgas: Jangan Pandang Vaksin Covid-19 sebagai Solusi Mutlak Atasi Pandemi

Nasional
Menlu: Indonesia Harap Seluruh Negara ASEAN Pahami Hak dan Kewajiban untuk Bantu Myanmar

Menlu: Indonesia Harap Seluruh Negara ASEAN Pahami Hak dan Kewajiban untuk Bantu Myanmar

Nasional
Angka Kematian Pasien Covid-19 pada Pekan Keempat Februari Meningkat Drastis

Angka Kematian Pasien Covid-19 pada Pekan Keempat Februari Meningkat Drastis

Nasional
Ketua Dewas KPK Surati Presiden, Laporkan Kekosongan Jabatan yang Ditinggalkan Almarhum Artidjo Alkostar

Ketua Dewas KPK Surati Presiden, Laporkan Kekosongan Jabatan yang Ditinggalkan Almarhum Artidjo Alkostar

Nasional
Aturan Investasi Miras Dicabut, PAN: Jokowi Mendengar jika Berkaitan dengan Kemaslahatan Masyarakat

Aturan Investasi Miras Dicabut, PAN: Jokowi Mendengar jika Berkaitan dengan Kemaslahatan Masyarakat

Nasional
Ada di Banyuwangi, Puan Tinjau Penerapan Protokol Kesehatan di Tempat Wisata

Ada di Banyuwangi, Puan Tinjau Penerapan Protokol Kesehatan di Tempat Wisata

Nasional
KPU Siap Bantu Instansi yang Akses Data untuk Sukseskan Program Nasional

KPU Siap Bantu Instansi yang Akses Data untuk Sukseskan Program Nasional

Nasional
Gibran Rakabuming Minta Anggota Karang Taruna Dukung Vaksinasi Covid-19

Gibran Rakabuming Minta Anggota Karang Taruna Dukung Vaksinasi Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X