Kontroversi Relawan Projo: Jadi Wamen, Batal Bubar, dan Cinta Prabowo

Kompas.com - 26/10/2019, 09:07 WIB
Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi   saat diperkenalkan Presiden RI, Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10/2019). Joko Widodo melantik 12 orang wakil menteri Kabinet Indonesia Maju. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOWakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi saat diperkenalkan Presiden RI, Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10/2019). Joko Widodo melantik 12 orang wakil menteri Kabinet Indonesia Maju.

JAKARTA, KOMPAS.com - Organisasi relawan Pro Jokowi ( Projo) batal membubarkan diri setelah mengaku kecewa dengan pengumuman kabinet yang dilakukan Presiden Joko Widodo.

Projo awalnya sempat kecewa dengan Jokowi karena merangkul rivalnya dalam Pilpres 2019, yaitu Prabowo Subianto, menjadi Menteri Pertahanan.

Projo merasa kerja kerasnya selama pilpres telah dikecewakan Jokowi dengan masuknya Prabowo.

"Ada kekecewaan soal Prabowo jadi Menhan mengingat Prabowo rival yang cukup keras waktu itu," ujar Sekretaris Jenderal Projo, Handoko dalam konferensi pers, Rabu (23/10/2019), dikutip dari Antara.


"Kami bertarung cukup keras. Akan tetapi, sekarang menjadi Menhan," kata Handoko.

Baca juga: Angkat Prabowo Jadi Menteri, Jokowi Ditinggalkan Relawan Projo

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto ikut menanggapi pembubaran Projo.

Menurut Hasto, PDI-P sebagai partai pengusung utama Jokowi-Ma'ruf Amin tak mempermasalahkan Projo ingin bubar dan tak lagi mendukung Jokowi.

Hasto berpendapat, sudah sewajarnya relawan bubar karena kontestasi pilpres sudah berakhir.

"Namanya relawan, semangatnya kesadaran untuk membantu Pak Jokowi. Ketika Pak Jokowi sudah terpilih, dilantik, dan membentuk kabinet, ya, sekiranya relawan membubarkan diri," ujar Hasto di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/10/2019).

Baca juga: Hasto: Setelah Pak Jokowi Dilantik Ya Sekiranya Relawan Bubarkan Diri

Bertahan dua hari

Pernyataan resmi Projo untuk membubarkan diri hanya bertahan dua hari. Sebab, pada Jumat (25/10/2019) Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi dipanggil Jokowi ke Istana Kepresidenan, Jakarta.

Budi Arie ditunjuk presiden sebagai Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT). Dia kemudian dilantik bersama 11 wakil menteri lain.

Di Istana Kepresidenan pula Budi Arie mengakui bahwa awalnya organisasi relawan Projo akan membubarkan diri.

Baca juga: Ketumnya Jadi Wakil Menteri, Projo Batal Bubar?

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X