Kompas.com - 23/10/2019, 17:13 WIB
Politisi PKB Ida Fauziah tiba di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa (22/10/2019). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/foc. ANTARA FOTO/Puspa PerwitasariPolitisi PKB Ida Fauziah tiba di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa (22/10/2019). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi Partai Kebangkitan Bangsa Ida Fauziah dipilih Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Ketenagakerjaan dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.

Nama Ida Fauziah mulai dikenal publik saat berpasangan dengan Sudirman Said dalam Pilkada Jawa Tengah 2018.

Kini, dia menjadi wajah baru perempuan di dalam kabinet pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Ida Fauziah lahir di Mojokerto, 16 Juli 1969. Dia pernah duduk sebagai anggota DPR pada 1999 hingga 2018 dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), daerah pemilihan Jawa Timur.

Dia sempat ditugaskan sebagai Ketua Komisi VIII DPR yang menangani bidang agama, sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, dan zakat.

Baca juga: Calon Menteri Ida Fauziah Diajak Jokowi Diskusi soal Kartu Pra Kerja

Ida Fauziah juga merupakan pendiri Ketua Kaukus Perempuan Parlemen dan pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat NU.

Di DPR, Ida juga dipercaya sebagai Ketua Fraksi PKB dan Wakil Ketua Badan Legislasi dan anggota Komisi II DPR.

Pada 2019 dia maju dalam Pilkada Jawa Tengah 2018 sebagai calon wakil gubernur, berdampingan dengan Sudirman Said sebagai calon gubernur.

Namun, dia gagal setelah kalah suara dari pasangan Ganjar Pranowo dan Taj Yasin.

Sebelum berkancah di politik, Ida Fauziah menyelesaikan pendidikan S1-nya di IAIN Sunan Ampel Surabaya pada tahun 1993 dan Universitas Satyagama jurusan Ilmu Pemerintahan.

Sebelum menjadi politikus, Ida sempat menjadi guru dan mengajar di MPAK Jombang pada 1994, SMP YPN (1996-1998), dan SMU Khadijah Surabaya (1997-1999).

Saat menjadi politisi, Ida Fauziah juga aktif dalam berbagai kegiatan perempuan seperti menjadi Ketua PPKB (Pergerakan Perempuan Kebangkitan Bangsa) pada tahun 2002-2007.

Dia juga pernah menjadi anggota Lembaga Advokasi Perempuan PP Fatayat NU pada 2000-2004.

Pada Pilpres 2019, dia pernah masuk dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf. Dia diamanatkan tugas sebagai direktur penggalangan pemilih perempuan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polri Belum Tugaskan Densus 88 untuk Tindak KKB di Papua

Polri Belum Tugaskan Densus 88 untuk Tindak KKB di Papua

Nasional
Anggota Komisi III: Publik Butuh Informasi Utuh soal Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Anggota Komisi III: Publik Butuh Informasi Utuh soal Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Nasional
Arsul Sani: Semestinya Dewas KPK Tak Berwenang Berikan Izin Penyadapan

Arsul Sani: Semestinya Dewas KPK Tak Berwenang Berikan Izin Penyadapan

Nasional
Evaluasi Fungsi Pengawasan, Formappi: Beberapa Rekomendasi DPR Diabaikan Mitra Kerja

Evaluasi Fungsi Pengawasan, Formappi: Beberapa Rekomendasi DPR Diabaikan Mitra Kerja

Nasional
Menag Instruksikan Pengetatan Pengawasan Protokol Kesehatan di Rumah Ibadah

Menag Instruksikan Pengetatan Pengawasan Protokol Kesehatan di Rumah Ibadah

Nasional
Jokowi dan Sri Mulyani Disebut Sudah Satu Suara soal THR ASN

Jokowi dan Sri Mulyani Disebut Sudah Satu Suara soal THR ASN

Nasional
Pemprov Jawa Timur Antisipasi Dampak Kepulangan 14.000 Pekerja Migran

Pemprov Jawa Timur Antisipasi Dampak Kepulangan 14.000 Pekerja Migran

Nasional
75 Pegawai Tak Penuhi Syarat TWK, Tjahjo: Sejak Awal Ini Masalah Internal KPK

75 Pegawai Tak Penuhi Syarat TWK, Tjahjo: Sejak Awal Ini Masalah Internal KPK

Nasional
Wadah Pegawai Sebut TWK Bisa Singkirkan Sosok Berintegritas di KPK

Wadah Pegawai Sebut TWK Bisa Singkirkan Sosok Berintegritas di KPK

Nasional
Mendagri Minta Pemda Percepat Realisasi APBD 2021

Mendagri Minta Pemda Percepat Realisasi APBD 2021

Nasional
Harry Van Sidabukke Divonis 4 Tahun Penjara, Terbukti Menyuap Eks Mensos Juliari Batubara

Harry Van Sidabukke Divonis 4 Tahun Penjara, Terbukti Menyuap Eks Mensos Juliari Batubara

Nasional
Kejagung Periksa Eks Komisaris dan Komut Asabri

Kejagung Periksa Eks Komisaris dan Komut Asabri

Nasional
Belum Umumkan Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK, Firli Bahuri: Kami Tak Ingin Menebar Isu

Belum Umumkan Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK, Firli Bahuri: Kami Tak Ingin Menebar Isu

Nasional
Tjahjo Pertanyakan Sikap KPK soal 75 Pegawai yang Tak Penuhi Syarat TWK

Tjahjo Pertanyakan Sikap KPK soal 75 Pegawai yang Tak Penuhi Syarat TWK

Nasional
Perhimpunan Dokter Paru Sebut Keterisian Tempat Tidur di RS Rujukan Covid-19 Meningkat

Perhimpunan Dokter Paru Sebut Keterisian Tempat Tidur di RS Rujukan Covid-19 Meningkat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X