Ketua MPR: Megawati, SBY, Prabowo, Sandiaga Akan Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

Kompas.com - 20/10/2019, 12:25 WIB
Suasana gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (22/5/2009). KOMPAS/PRIYOMBODOSuasana gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (22/5/2009).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua MPR Bambang Soesatyo mengatakan, Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri dan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dipastikan hadir dalam acara pelantikan presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

"Semua para tokoh bangsa confirmed hadir hari ini, seperti Ibu Megawati, Bapak SBY, wapres kecuali Pak Try Sutrisno masih ada di Jepang," kata Bambang di Kompleks Parlemen, Minggu.

Baca juga: Tiga Helikopter Disiagakan di Halaman Gedung DPR Jelang Pelantikan Jokowi-Maruf

Bambang mengatakan, calon presiden dan wakil presiden saat Pemilu 2019 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno juga dipastikan akan hadir.


Selian itu, ada sejumlah tamu dari negara-negara sahabat.

"Kemudian Pak Prabowo dan Sandiaga Uno. Jadi insya Allah nanti semua hadir ditambah tamu negara para kepala negara dan pemerintahan kurang lebih 17 plus utusan khusus," ujarnya.

Ketika ditanya apakah Menko Polhukam Wiranto akan hadir dalam acara pelantikan, Bambang belum bisa memastikan karena Wiranto masih dalam perawatan.

"Saya belum tahu, nanti saya cek. Karena kan beliau masih dalam perawatan," ucapnya.

Baca juga: Senyuman Bunga Jokowi-Maruf Hiasi Gedung DPR/MPR Jelang Pelantikan

Selanjutnya, Bambang berharap acara pelantikan presiden dan wakil presiden hasil Pemilu 2019 berjalan lancar, aman dan tertib.

"Kami mohon seluruh rakyat Indonesia mendoakan pelantikan nanti berlangsung khidmat tanpa halangan apa pun," pungkasnya.

Prosesi pengambilan sumpah Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden RI akan dimulai pukul 14.30 WIB.

Sebelum itu, Jokowi bertemu dengan sejumlah kepala negara.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pramono: Pak Jokowi ke Afghanistan Saja Berani, apalagi ke Kediri

Pramono: Pak Jokowi ke Afghanistan Saja Berani, apalagi ke Kediri

Nasional
Moeldoko Bantah Peristiwa Paniai Pelanggaran HAM Berat, Komnas HAM: Itu Statement Politik

Moeldoko Bantah Peristiwa Paniai Pelanggaran HAM Berat, Komnas HAM: Itu Statement Politik

Nasional
Rapat di DPR Bahas Revitalisasi TIM, Forum Seniman Minta Anies Baswedan Disanksi

Rapat di DPR Bahas Revitalisasi TIM, Forum Seniman Minta Anies Baswedan Disanksi

Nasional
Menko PMK: Pendeteksi Corona di Indonesia Alat yang Handal

Menko PMK: Pendeteksi Corona di Indonesia Alat yang Handal

Nasional
Polemik PP Bisa Ubah UU, Seperti Ini Hierarki Peraturan Perundang-undangan Indonesia

Polemik PP Bisa Ubah UU, Seperti Ini Hierarki Peraturan Perundang-undangan Indonesia

Nasional
Mahfud MD Sebut Isi Laporan BEM UI Berisikan Daftar Nama Orang Tak Jelas

Mahfud MD Sebut Isi Laporan BEM UI Berisikan Daftar Nama Orang Tak Jelas

Nasional
Mahfud MD Heran Dokumen BEM UI soal Papua Hanya Dua Lembar

Mahfud MD Heran Dokumen BEM UI soal Papua Hanya Dua Lembar

Nasional
Diperiksa KPK, Eks Direktur Operasi Pelindo II Mengaku Tak Terlibat Kasus RJ Lino

Diperiksa KPK, Eks Direktur Operasi Pelindo II Mengaku Tak Terlibat Kasus RJ Lino

Nasional
Tolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja, Mahfud MD Persilahkan Buruh Datangi DPR

Tolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja, Mahfud MD Persilahkan Buruh Datangi DPR

Nasional
Komnas HAM Temukan Indikasi 'Obstruction of Justice' dalam Peristiwa Paniai

Komnas HAM Temukan Indikasi "Obstruction of Justice" dalam Peristiwa Paniai

Nasional
Ini Kekhawatiran Emil Salim jika Omnibus Law RUU Cipta Kerja Abaikan Lingkungan

Ini Kekhawatiran Emil Salim jika Omnibus Law RUU Cipta Kerja Abaikan Lingkungan

Nasional
Soal Omnibus Law, Fahri Hamzah: Enggak Perlu Repot, Kita Tak Biasa Bikin Begini

Soal Omnibus Law, Fahri Hamzah: Enggak Perlu Repot, Kita Tak Biasa Bikin Begini

Nasional
Diserahkan Secara Langsung, Tiap Desa Bakal Terima Rp 960 Juta

Diserahkan Secara Langsung, Tiap Desa Bakal Terima Rp 960 Juta

Nasional
Prabowo Menteri Berkinerja Terbaik, Mahfud MD: Memang Bagus

Prabowo Menteri Berkinerja Terbaik, Mahfud MD: Memang Bagus

Nasional
Survei Sebut Kepuasan Kinerja Wapres di Bawah Menteri, Ini Pembelaan Ma'ruf

Survei Sebut Kepuasan Kinerja Wapres di Bawah Menteri, Ini Pembelaan Ma'ruf

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X