KPK Panggil Sekjen KKP sebagai Saksi Terkait Kasus Perum Perindo

Kompas.com - 15/10/2019, 11:20 WIB
logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung KPK. KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMANlogo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung KPK.
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) dijadwalkan memeriksa empat orang saksi dalam kasus suap impor ikan yang melibatkan Direktur Utama Perum Perindo Risyanto Suanda, Selasa (15/10/2019) hari ini.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, salah satu dari empat saksi yang dipanggil merupakan Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan Nilanto Perbowo.

Baca juga: Kasus Suap Impor Ikan, KPK Panggil Sekretaris Dirut Perum Perindo

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MMU (Direktur PT Navy Arsa Sejahtera, Mujib Mustofa)," kata Febri dalam keterangannya.

Selain itu, KPK juga memanggil seorang ibu rumah tangga bernama Nurlaila serta Direktur PT Bahari Sejahtera Ang Benny Shawpindo dan Direktur PT YFIN International Juniosco Cuaca.

Sama seperti Nilato, ketiga saksi di atas juga akan diperiksa untuk tersangka Mujib Mustofa.

Diberitakan sebelumnya, KPK menetapkan Dirut Perum Perindo Risyanto Suanda dan Direktur PT Navy Arsa Sejahtera Mujib Mustofa sebagai tersangka kasus suap terkait kuota impor ikan jenis frozen pacific mackerel atau ikan salem.

Baca juga: KPK Panggil Direktur Operasi Perum Perindo Terkait Dugaan Suap Impor Ikan

Dalam kasus ini, Risyanto diduga menerima uang suap senilai Rp 1.300 dari setiap kilogram ikan salem yang diimpor PT Navy Arsa Sejahtera (PT NAS).

Adapun Risyanto menjanjikan kuota impor kepada PT NAS sebanyak 250 ton pada Mei 2019 dengan tambahan 500 ton untuk Oktober 2019.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X