Kemenlu Minta Tambahan Anggaran Rp 356 Miliar pada Tahun 2020

Kompas.com - 11/09/2019, 15:53 WIB
Komisi I DPR RI rapat gabungan bersama Kemenlu, Kemenhan, Kominfo dan BIN di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/9/2019). KOMPAS.com/HaryantipuspasariKomisi I DPR RI rapat gabungan bersama Kemenlu, Kemenhan, Kominfo dan BIN di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia ( Kemenlu) meminta penambahan anggaran tahun 2020 sebesar Rp 356.900.000.000 dari pagu anggaran tahun 2020 sebesar Rp 8.686.008.341.000.

Sebelumnya, Kemenlu mengajukan penambahan anggaran sebesar Rp 894.700.000.000.

Namun, Kementerian Keuangan (Kemenkue) dan Bappenas hanya menyetujui penambahan sebesar 537.800.000.000 sehingga kebutuhan anggaran Kemenlu masih kurang.

Baca juga: Duga Keterlibatan Asing dalam Ricuh di Papua, Polri Koordinasi dengan Kemenlu


Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Mayerfas dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/9/2019).

"Komisi I dapat menerima penjelasan kami terkait urgensi atau hal-hal penting terkait peningkatan anggaran Kemenlu Tahun 2020 sesuai usulan kebutuhan anggaran tambahan tahun 2020 yang belum dipenuhi, yaitu sebesar 356 miliar," kata Mayerfas.

Ia mengatakan, penambahan anggaran itu dialokasikan untuk renovasi gedung perwakilan Republik Indonesia dan program peningkatan sarana dan prasarana aparatur Kementerian Luar Negeri serta untuk diplomasi ekonomi dan maritim.

"Diplomasi ekonomi dan maritim perlindungan WNI dan pelayanan konsuler di perwakilan RI di luar negeri pada program pelaksanaan diplomasi dan kerja sama internasional dan perwakilan RI di luar negeri," ujar dia.

Baca juga: Situs Web Resminya Tak Tampilkan Palestina, Kemenlu AS Dikecam

Selanjutnya, Mayerfas mengatakan, beberapa proyek prioritas nasional Kemenlu tahun 2020 salah satunya, program pelaksanaan diplomasi dan kerja sama internasional pada perwakilan RI di luar negeri guna mengoptimalkan keanggotaan Indonesia pada Dewan Keamanan PBB.

"Optimalkan keanggotaan Indonesia pada Dewan Keamanan PBB, dan mengoptimalisasi kontribusi Indonesia dalam jajaran 10 besar negara kontributor MPP PBB," ucap dia. 

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X