Polri Sebut Kelompok Terafiliasi ISIS di Papua Aktif Setahun Terakhir

Kompas.com - 06/09/2019, 15:27 WIB
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (6/8/2019). KOMPAS.com/Devina HalimKepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (6/8/2019).
Penulis Devina Halim
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian RI atau Polri menyebut kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang terafiliasi dengan ISIS di Papua mulai aktif sejak setahun belakangan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan, kelompok tersebut sempat berencana melakukan aksi pengeboman di Polres Manokwari.

"Salah satu yang sudah dilakukan upaya penegakan hukum oleh Densus 88, upaya melakukan pengeboman di Polres Manokwari," ujar Dedi di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (6/9/2019).

Baca juga: Polri Deteksi Kelompok Terafiliasi ISIS di Papua Sejak 2 Tahun Lalu

Namun, polisi berhasil mengamankan terduga teroris kelompok tersebut sebelum aksi terjadi, pada tahun lalu.

"Tahun kemarin (rencana pengeboman), tahun kemarin sudah ditangkap, sebelum dia melakukan aksinya sudah ditangkap," tuturnya.

Kelompok tersebut telah terdeteksi Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror Polri sekitar dua tahun lalu.

Baca juga: Menhan Sebut Ada Kelompok Terafiliasi ISIS di Papua

Menurut Densus 88, kelompok itu terdeteksi di beberapa wilayah, di antaranya Jayapura, Wamena, Fakfak, Manokwari, dan Merauke.

Dedi mengungkapkan, kelompok terduga teroris tersebut melakukan rekrutmen, penguasaan wilayah, dan rencana aksi dengan sasaran aparat kepolisian.

Kini, Densus 88 masih melakukan pendalaman terhadap kelompok tersebut, termasuk keterkaitannya dengan kerusuhan yang terjadi di Papua dan Papua Barat belakangan ini.

"Masih kita dalami terus. Keterkaitannya dengan kerusuhan masih didalami juga, nanti dari Densus akan lihat apakah ada fakta hukum keterkaitannya," kata Dedi.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X