Polri: Kerusuhan di Fakfak Dipicu Provokasi Sekelompok Orang

Kompas.com - 21/08/2019, 14:53 WIB
Pasar Thumburuni, Kabupaten Fakfak, papua Barat, dibakar oleh massa yang melakukan aksi protes terhadap dugaan rasisme yang diterima mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur (21/08/2019) Dok IstimewaPasar Thumburuni, Kabupaten Fakfak, papua Barat, dibakar oleh massa yang melakukan aksi protes terhadap dugaan rasisme yang diterima mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur (21/08/2019)
Penulis Devina Halim
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa kericuhan di Fakfak, Papua Barat, disebabkan karena provokasi sekelompok orang.

Polisi, kata Dedi, sedang mereka yang diduga memprovokasi masyarakat.

"Hanya segelintir orang yang memang mencoba memprovokasi masyarakat. Itu sedang diidentifikasi. Dan beberapa simbol-simbol juga sudah diamankan oleh aparat kepolisian," ujar Dedi saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (21/8/2019).

Baca juga: Kemkominfo: Akses Internet di Fakfak Sengaja Diperlambat Selama 9 Jam

Dedi mengatakan, polisi akan mengambil langkah yang diperlukan sesuai prosedur apabila menemukan tindakan melawan hukum.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa situasi di Fakfak sudah dapat dikendalikan per siang hari ini.

"Untuk situasi hasil konfirmasi saya sampai dengan siang hari ini, alhamdullilah untuk wilayah Fakfak khususnya, situasi sudah dapat dikendalikan dari rekan-rekan TNI, Polri," katanya.

"Dan justru dari sebagian besar masyarakat mendukung langkah-langkah dilakukan aparat keamanan untuk menciptakan situasi yang kondusif," lanjut dia.

Untuk menjaga situasi agar tetap kondusif, sebanyak 1 satuan setingkat kompi (SSK) atau sebanyak 100 orang didatangkan dari Sorong.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X