Sudirman Said Bocorkan Fokus Jusuf Kalla Usai Tak Lagi Jadi Wapres

Kompas.com - 21/08/2019, 13:17 WIB
Wapres Jusuf Kalla didampingi Menristekdikti Mohamad Nasir saat menerima 52 ilmuwan diaspora, Senin (19/8/2019) di Kantor Wakil Presiden, Jalan Merdeka Utara, Jakarta, saat Pembukaan Rangkaian Simposium Cendekia Kelas Dunia (SCKD) 2019. DOK. KEMENRISTEKDIKTIWapres Jusuf Kalla didampingi Menristekdikti Mohamad Nasir saat menerima 52 ilmuwan diaspora, Senin (19/8/2019) di Kantor Wakil Presiden, Jalan Merdeka Utara, Jakarta, saat Pembukaan Rangkaian Simposium Cendekia Kelas Dunia (SCKD) 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla tak lama lagi akan segera melepas jabatannya setelah berakhirnya massa tugas.

Setelah purna menjadi wakil Jokowi sejak 2014, Kalla pun berencana akan fokus pada kemanusiaan.

Setidaknya, hal tersebut yang diungkapkan oleh Mantan Menteri ESDM Sudirman Said usai menemui Kalla di kantornya, Rabu (21/8/2019).

Sudirman Said usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Rabu (21/8/2019).KOMPAS.com/Deti Mega Purnamasari Sudirman Said usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Rabu (21/8/2019).
Baca juga: Wapres Kalla Nilai GBHN Bertentangan dengan Semangat Pemilu Langsung

Sudirman mengatakan, pada pertemuan tersebut dirinya menyatakan bisa membantu Kalla apabila dibutuhkan.

"Kan beliau akan fokus pada kemanusiaan ya, bisa saja saya bantuin beliau. Kalau diminta bantu, saya akan bantu," kata dia.

Ia mengatakan, dirinya sudah kenal Kalla sejak 2004 saat mengurusi Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR), hingga urusan kampus Paramadina saat ia menjadi penanggung jawab sementara Rektor di universitas tersebut.

"Jadi banyak sekali kegiatan sosial yang kita bisa (lakukan), nanti kita lihat," kata dia.

Jusuf Kalla menjadi wapres dua kali.

Baca juga: Sudirman Said Bertemu Wapres Kalla Bahas Energi Terbarukan

Pertama, ia mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono pada periode 2004-2009. Kemudian, ia mendampingi Jokowi pada periode 2014-2019 ini.

Adapun masa jabatan Jusuf Kalla akan segera berakhir pada Oktober 2019 setelah menjabat selama lima tahun. Posisinya akan digantikan Ma'ruf Amin.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral Polisi Gelar Resepsi di Tengah Wabah Covid-19, Kabaharkam: Propam Polda Metro Jaya Turun Tangan

Viral Polisi Gelar Resepsi di Tengah Wabah Covid-19, Kabaharkam: Propam Polda Metro Jaya Turun Tangan

Nasional
Wacana Pembebasan Koruptor Dinilai Tak Signifikan Cegah Covid-19 di Penjara

Wacana Pembebasan Koruptor Dinilai Tak Signifikan Cegah Covid-19 di Penjara

Nasional
Kemenlu: Pemerintah Tidak Batasi Penerbangan ke Luar Negeri

Kemenlu: Pemerintah Tidak Batasi Penerbangan ke Luar Negeri

Nasional
Pemerintah Diminta Prioritaskan Keselamatan Masyarakat dalam Atasi Wabah Covid-19

Pemerintah Diminta Prioritaskan Keselamatan Masyarakat dalam Atasi Wabah Covid-19

Nasional
BKN Minta Instansi Perbarui Status bagi ASN yang Meninggal akibat Covid-19

BKN Minta Instansi Perbarui Status bagi ASN yang Meninggal akibat Covid-19

Nasional
Kamis, DPR Akan Bacakan Surat Presiden Tentang Ombinus Law RUU Cipta Kerja

Kamis, DPR Akan Bacakan Surat Presiden Tentang Ombinus Law RUU Cipta Kerja

Nasional
Mahasiswa UI Ciptakan Aplikasi EndCorona, Bantu Masyarakat Hadapi Covid-19

Mahasiswa UI Ciptakan Aplikasi EndCorona, Bantu Masyarakat Hadapi Covid-19

Nasional
Agamawan hingga Budayawan dalam Forum Risalah Jakarta Surati Jokowi, Ini Isinya

Agamawan hingga Budayawan dalam Forum Risalah Jakarta Surati Jokowi, Ini Isinya

Nasional
Diralat, Polri Sebut 7 Polisi Siswa Setukpa Bukan Positif Covid-19 tetapi Berstatus PDP

Diralat, Polri Sebut 7 Polisi Siswa Setukpa Bukan Positif Covid-19 tetapi Berstatus PDP

Nasional
KSP: Penerapan Kebijakan PSBB Pertimbangkan Karakteristik Bangsa

KSP: Penerapan Kebijakan PSBB Pertimbangkan Karakteristik Bangsa

Nasional
300 Polisi yang 'Rapid Test'-nya Positif Dikarantina 14 Hari

300 Polisi yang "Rapid Test"-nya Positif Dikarantina 14 Hari

Nasional
10 dari 14 WNI Positif Covid-19 di India Sembuh

10 dari 14 WNI Positif Covid-19 di India Sembuh

Nasional
34.696 WNI yang Terdampak Kebijakan Lockdown Malaysia Kembali ke Tanah Air

34.696 WNI yang Terdampak Kebijakan Lockdown Malaysia Kembali ke Tanah Air

Nasional
Pemerintah Terapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar, Ini Catatan Ombudsman

Pemerintah Terapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar, Ini Catatan Ombudsman

Nasional
Pemerintah: Terima Kasih Seluruh Pemda yang Intens Memutus Rantai Corona

Pemerintah: Terima Kasih Seluruh Pemda yang Intens Memutus Rantai Corona

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X