Ini Strategi PKB Agar Cak Imin Mendapatkan Kursi Pimpinan MPR

Kompas.com - 17/07/2019, 18:56 WIB
Ketum PKB Muhaimin Iskandar (kanan) bersama  Ketua Panitia Hari Santri PKB Jazilul Fawaid (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan usai Pembukaan Musabaqoh Kitab Kuning 2018 di Kantor Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jakarta, Minggu (14/10). Musabaqoh Kitab Kuning 2018 dan seminar bertajuk Sufisme dan Perjuangan Politik Kebangsaan tersebut merupakan rangkaian Hari Santri Nasional pada 22 Oktober mendatang. ANTARA FOTO/RENO ESNIRKetum PKB Muhaimin Iskandar (kanan) bersama Ketua Panitia Hari Santri PKB Jazilul Fawaid (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan usai Pembukaan Musabaqoh Kitab Kuning 2018 di Kantor Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jakarta, Minggu (14/10). Musabaqoh Kitab Kuning 2018 dan seminar bertajuk Sufisme dan Perjuangan Politik Kebangsaan tersebut merupakan rangkaian Hari Santri Nasional pada 22 Oktober mendatang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) membuka kemungkinan membahas paket pimpinan MPR RI bersama partai politik di luar koalisi pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Semua opsi terbuka. Baik di posisi ketua, kan ini paketnya belum tentu satu paket (dengan koalisi parpol pendukung Jokowi)," ujar Ketua DPP PKB Jazilul Fawaid saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senayan pada Rabu (17/7/2019).

Baca juga: Koalisi Jokowi-Maruf Lobi DPD Terkait Kursi Pimpinan MPR

Diketahui, berdasarkan Pasal 427 C Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2018 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3), pimpinan MPR dipilih melalui sistem paket.


Jadi, fraksi-fraksi partai politik di parlemen bisa berkompromi untuk menentukan siapa yang diusung menjadi calon ketua dan empat wakil ketua MPR dalam satu paket.

Kemudian, seluruh anggota MPR menggelar sidang untuk menentukan paket mana yang dipilih sebagai pimpinan.

Baca juga: PKB Lobi Parpol Lain demi Cak Imin Jadi Ketua MPR

Jazilul menambahkan, PKB sebenarnya ingin membahas paket pimpinan MPR bersama koalisi parpol pendukung Jokowi-Ma'ruf demi menjaga solidaritas koalisi.

Namun Jazilul mengakui, pembahasan mengenai ini sangat dinamis sehingga PKB pun membuka peluang untuk membahasnya bersama parpol di luar koalisi pendukung Jokowi.

"Posisi PKB tentu ingin menjaga solidaritas di koalisi (pendukung Jokowi-Ma'ruf). Tetapi paket itu dapat berubah, kalau nanti pembicaraan-pembicaraannya berubah," ujar dia.

Baca juga: PKB: Cak Imin Memang Sudah Pantas Jadi Capres 2024

Sebelumnya, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar melobi sejumlah pihak demi menggapai kursi pimpinan MPR. Salah satu pihak yang dilobi adalah wakil presiden terpilih Kiai Haji Ma'ruf Amin.

Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin, yang kini menjabat sebagai wakil ketua MPR merasa dirinya lah yang pantas duduk di posisi itu. Terlebih dia juga merasa mewakili Nahdlatul Ulama.

"Ya tentu Indonesia ini kan lagi kuatnya gairah Islam. Gairah Islam itu harus dijembatani melalui penguatan empat pilar kebangsaan dan NU punya modal itu," kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X