Gabung Koalisi Jokowi atau Oposisi, Gerindra Belum Satu Suara

Kompas.com - 17/07/2019, 17:29 WIB
Wakil Sekretaris DPP Gerindra Andre Rosiade di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (10/7/2019). KOMPAS.com/RINDI NURIS VELAROSDELAWakil Sekretaris DPP Gerindra Andre Rosiade di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (10/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade mengakui, internal partainya belum satu suara mengenai arah politik lima tahun mendatang. Menurut Andre, masih terdapat pro dan kontra di antara para kader.

Ada kader yang sepakat Gerindra tetap menjadi oposisi. Ada pula yang ingin partainya mendukung pemerintahan Joko Widodo- Ma'ruf Amin.

Andre menegaskan, arah politik partainya akan ditentukan melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang akan diselenggarakan pada bulan September 2019 mendatang. Semua kader akan mematuhinya.

"Sekarang boleh ada yang pro, ada yang kontra. Sebelum keputusan diambil, boleh berbeda. Tapi setelah keputusan diambil di dalam Rakernas, kami semua akan tegak lurus dengan keputusan partai dan Pak Prabowo," ujar Andre di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Baca juga: Gabung ke Koalisi Jokowi atau Oposisi, Gerindra Tunggu Rakernas

Meski demikian, Andre mengakui, kader yang ingin Gerindra berada di oposisi jumlahnya lebih besar dibandingkan dengan kader yang menginginkan bergabung ke pendukung Jokowi-Ma'ruf.

Ia pun yakin setelah Rakernas rampung dan arah politik ditentukan, semua kader akan mematuhinya.

"Yang jelas, saya mewakili Partai Gerindra menegaskan, seluruh kader partai akan tegak lurus dengan keputusan Pak Prabowo," kata Andre.

Baca juga: Koalisi Gemuk, Jokowi Diprediksi Sulit Bentuk Kabinet Profesional

Sebelum menentukan arah politik apakah mendukung pemerintah atau berada di oposisi itu sendiri, lanjut Andre, Prabowo akan mendengar aspirasi dan masukan kadernya di akar rumput se-Indonesia.

Bahkan, aspirasi elemen relawan, ulama serta partai-partai politik pendukungnya pada Pemilu 2019 juga akan ditampung dan dipertimbangkan.

Dalam komunikasi itu, Prabowo sekaligus akan menjelaskan pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo, Sabtu (13/7/2019) lalu di Stasiun MRT Lebak Bulus hingga Senayan.

"Pak Prabowo memang akan bertemu, berdiskusi, menyampaikan hasil pertemuan, menjelaskan sekaligus menyerap aspirasi apa yang terbaik bagi bangsa dan negara. Itu yang akan menjadi sikap Pak Prabowo dan Partai Gerindra," kata Andre.

 

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X