Komnas HAM Periksa 10 Polisi yang Bertugas Saat Kerusuhan 22 Mei

Kompas.com - 15/07/2019, 12:32 WIB
Komsioner pemantauan dan penyelidikan Komnas HAM, Amiruddin Al Rahab, memanggil anggota Polri terkait peristiwa 21-22 Mei, di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (15/7/2019). KOMPAS.com/CHRISTOFORUS RISTIANTOKomsioner pemantauan dan penyelidikan Komnas HAM, Amiruddin Al Rahab, memanggil anggota Polri terkait peristiwa 21-22 Mei, di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (15/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM) memanggil 10 polisi terkait kerusuhan 21 dan 22 Mei 2019. Mereka yang dipanggil adalah polisi yang bertugas saat kericuhan yang menewaskan sembilan orang itu pecah.

"Komnas HAM ingin mendapatkan gambaran situasi lapangan dari anggota-anggota yang bertugas di lapangan pada 2 hari itu, 21 dan 22 Mei," ujar Komsioner pemantauan dan penyelidikan Komnas HAM, Amiruddin Al Rahab ,di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (15/7/2019).

Baca juga: Polisi Duga Petamburan sebagai TKP Reza Tewas karena Benda Tumpul Saat Kerusuhan 21-22 Mei

"Ada 10 anggota Polri yang kita periksa. Termasuk komandan pletonnya (Danton) dan komandan kompi (Danki). Orang-orang itu yang langsung mengendalikan anggota-anggotanya di lapangan," sambung Amiruddin.


Ia menjelaskan, pemeriksaan terhadap anggota Polri tersebut bertujuan untuk mendalami investigasi Komnas HAM dalam mengungkap peristiwa 21-22 Mei. Komnas HAM, kata Amiruddin, fokus menelisik situasi di lapangan dari para polisi tersebut

Diakui Amiruddin, anggota Polri yang diperiksa menyampaikan sejumlah informasi, seperti konsentrasi massa, tindakan-tindakan massa, dan bagaimana cara kepolisian menghadapinya.

"Hingga saat ini kita belum bisa menyimpulkan apa-apa. Ini kan kita baru tanya gambaran situasi dan prosedur tetap (Protap) polisi saat 21-22 Mei," imbuhnya.

Baca juga: Polisi Periksa Saksi Baru Kasus Tewasnya Harun Al Rasyid Saat Kerusuhan 21-22 Mei

Sebelumnya, Amiruddin telah mendatangi Polda Metro Jaya, Selasa (9/7/2019) untuk membahas penyelidikan kasus kerusuhan 21-22 Mei.

Ia meminta polisi segera mengungkap penyebab tewasnya sembilan orang masyarakat sipil saat kerusuhan tersebut.

Selain itu, kala itu, pihak Komnas HAM meminta polisi mempermudah akses keluarga bertemu kerabatnya yang menjadi tersangka kerusuhan 21-22 Mei.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kepala BPJN XII Diduga Terima Fee Rp 2,1 Miliar Terkait Proyek Jalan Rp 155 Miliar

Kepala BPJN XII Diduga Terima Fee Rp 2,1 Miliar Terkait Proyek Jalan Rp 155 Miliar

Nasional
KPK Tetapkan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin sebagai Tersangka

KPK Tetapkan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin sebagai Tersangka

Nasional
KPK Tetapkan Kepala BPJN XII sebagai Tersangka

KPK Tetapkan Kepala BPJN XII sebagai Tersangka

Nasional
Soal Amendemen, SBY Sarankan MPR Tampung Aspirasi Publik Seluas-luasnya

Soal Amendemen, SBY Sarankan MPR Tampung Aspirasi Publik Seluas-luasnya

Nasional
Ngabalin: PAN Jangan Ulangi Sejarah, Ada di Pemerintahan tapi Menggerogoti

Ngabalin: PAN Jangan Ulangi Sejarah, Ada di Pemerintahan tapi Menggerogoti

Nasional
SBY Pastikan Hadir Acara Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden

SBY Pastikan Hadir Acara Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden

Nasional
Prabowo Minta Jokowi Tak Ragu Ambil Keputusan Terkait Koalisi

Prabowo Minta Jokowi Tak Ragu Ambil Keputusan Terkait Koalisi

Nasional
Politikus PDI-P: Tak Larang Demo, Jokowi Tetap Komit pada Demokrasi

Politikus PDI-P: Tak Larang Demo, Jokowi Tetap Komit pada Demokrasi

Nasional
Hakim MK Minta Tsamara dan Faldo Maldini Perbaiki Permohonan Uji Materi Mereka

Hakim MK Minta Tsamara dan Faldo Maldini Perbaiki Permohonan Uji Materi Mereka

Nasional
Relawan Projo Sedih Karnaval Budaya Usai Pelantikan Jokowi Dibatalkan

Relawan Projo Sedih Karnaval Budaya Usai Pelantikan Jokowi Dibatalkan

Nasional
Usai Bertemu Jokowi, Pimpinan MPR Temui SBY Beri Undangan Pelantikan Presiden

Usai Bertemu Jokowi, Pimpinan MPR Temui SBY Beri Undangan Pelantikan Presiden

Nasional
Prabowo Akan Lanjutkan Komunikasi dengan Jokowi Terkait Koalisi

Prabowo Akan Lanjutkan Komunikasi dengan Jokowi Terkait Koalisi

Nasional
DPR RI Komitmen Jaga Kelancaran Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden

DPR RI Komitmen Jaga Kelancaran Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden

Nasional
Isu Calon Menhan, Ngabalin Sebut Prabowo Punya Karier Militer Luar Biasa

Isu Calon Menhan, Ngabalin Sebut Prabowo Punya Karier Militer Luar Biasa

Nasional
UU KPK Hasil Revisi Segera Berlaku, Politisi PKS: Terjadilah Musibah

UU KPK Hasil Revisi Segera Berlaku, Politisi PKS: Terjadilah Musibah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X