Mengenang Ani Yudhoyono, Inspirasi Ketangguhan Pemimpin Perempuan

Kompas.com - 11/07/2019, 18:42 WIB
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ny Ani Yudhoyono turun dari pesawat kepresidenan setibanya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (4/9/2014). Presiden merampungkan kunjungan kenegaraan ke Singapura, di antaranya untuk membahas perjanjian perbatasan kedua negara. KOMPAS/RIZA FATHONIPresiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ny Ani Yudhoyono turun dari pesawat kepresidenan setibanya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (4/9/2014). Presiden merampungkan kunjungan kenegaraan ke Singapura, di antaranya untuk membahas perjanjian perbatasan kedua negara.

RABU (10/7/2019), tepat 40 hari Hj Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono meninggalkan bangsa Indonesia. Banyak hikmah dan pelajaran yang bisa dipetik dari perjalanan hidup mantan Ibu Negara tersebut.

Laku keseharian Ani Yudhoyono tidak hanya merepresentasikan sosok ibu yang baik, tetapi juga menjadi cermin bagi hadirnya kepemimpinan perempuan yang kuat, kreatif, dan tangguh.

Sebagai seorang Ibu Negara (2004-2014), aktivitas mendiang Ibu Ani tidak hanya sebatas menjalankan agenda yang tercatat dalam daftar panjang kegiatan istana. Sepak terjang Ibu Ani juga ditentukan oleh visi, misi, nilai, dan cara pandangnya dalam melihat berbagai masalah sosial kemasyarakatan di sekitarnya.

Ani Yudhoyono tidak hanya menjadi simbol pendamping bagi figur Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY), tetapi juga partner yang baik dan produktif untuk berdiskusi dan memperkaya wacana guna menemukan perspektif baru serta solusi terbaik bagi masa depan bangsa Indonesia.

Baca juga: JEO-Selamat Jalan, Ibu Ani Yudhoyono...

Laiknya Margareth Thatcher, Corazon Aquino, dan para pemimpin perempuan dunia lainnya, sosok Ani Yudhoyono telah pula membuktikan dirinya memiliki kapasitas pribadi yang kuat, tekun, rasional dan tangguh.

Tiga kenangan

Karena itu, perannya sebagai Ibu Negara benar-benar mampu menghadirkan nuansa berbeda dan mendukung target-target pemerintahan yang ada. Setidaknya, hal itu tercermin dari sejumlah pengalaman berikut ini.

Pertama, pribadi Ani Yudhoyono merupakan perempuan kuat dan tangguh, baik secara fisik maupun psikologis. Di tengah situasi tegang dan krisis, sosok Ani Yudhoyono mampu menjadi sandaran yang menghadirkan ketenangan bagi pihak-pihak di sekitarnya.

Saat awal kabar bencana tsunami Aceh tersiar, suasana tegang yang berselimut ketidakpastian atas nasib masyarakat lokal benar-benar membayangi langkah dan gerak pemerintahan SBY untuk menjalankan tanggap darurat pasca bencana kala itu (2004-2005).

Di malam pertama itu juga, Ani Yudhoyono secara langsung mengorganisasi pembacaan surat Yasin dan doa bersama untuk keselamatan bangsa.

Pada saat yang sama, ia juga mulai berusaha untuk mengorganisasi penggalangan bantuan bencana dari saudara, kerabat, teman, kolega dan, jaringan di sekitarnya, agar segera siap untuk dibawa ke medan bencana di Aceh yang luluh lantak.

Ani Yudhoyono menyapa anak-anak yang mengikuti Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan pembukaan lokakarya Bunda PAUD 2014 di Ecopark Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Rabu (4/6/2014). Bunda PAUD merupakan inisiatif gerakan masyarakat untuk peduli pada kemajuan pendidikan anak usia dini di Indonesia.KOMPAS/RADITYA HELABUMI Ani Yudhoyono menyapa anak-anak yang mengikuti Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan pembukaan lokakarya Bunda PAUD 2014 di Ecopark Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Rabu (4/6/2014). Bunda PAUD merupakan inisiatif gerakan masyarakat untuk peduli pada kemajuan pendidikan anak usia dini di Indonesia.

Di tengah situasi psikologis bangsa yang tengah goncang seperti itu, Ani Yudhoyono mampu tampil dengan kuat dan cekatan untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakatnya. Semua itu ia lakukan dengan tegar.

Meskipun, ketegaran itu akhirnya juga meleleh saat dirinya langsung datang dan menyapa para korban bencana di berbagai titik di Tanah Nangroe tersebut.

Karena itu, wajar jika kenangan batin masyarakat Aceh terhadap besarnya perhatian dan juga pelukan erat Ani Yudhoyono untuk anak-anak yang kehilangan orangtua dan juga para orangtua yang kehilangan sanak familinya itu, tak akan lekang oleh zaman.

Kedua, Ani Yudhoyono merupakan diplomat dan juru komunikasi yang andal. Sebagai Ibu Negara, Ani Yudhoyono tidak hanya mahir mempromosikan produk-produk kerajinan nasional kepada para pemimpin dunia, tetapi juga mampu menjaga keseimbangan dalam relasi hubungan internasional.

Peran itu ia jalankan melalui peran-peran informal dalam proses interaksi dan komunikasi dengan para pemimpin dunia bersama pasangan mereka masing-masing.

Pengalaman itu dikonfirmasi oleh testimoni mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal (2019). Dia secara jelas menceritakan bagaimana Ani Yudhoyono mampu menetralisasi sejumlah potensi ketegangan yang muncul dalam proses komunikasi antara Presiden SBY dan para pemimpin negara-negara mitra terkait pokok pembahasan yang cukup sensitif.

Keluwesan Ibu Ani Yudhoyono dalam menjaga komunikasi dengan istri para pemimpin dunia tersebut, terbukti efektif dalam meredam sejumlah potensi ketegangan yang bisa jadi berkembang menjadi krisis hubungan bilateral antar-negara. Di level ini, jelas peran Ani Yudhoyono tidak bisa dipandang sebelah mata.

Ketiga, Ani Yudhoyono merupakan pribadi perempuan yang sarat dengan nilai-nilai inovasi dan kreativitas.

Hal itu tidak hanya diwujudkan dalam laku kesehariannya yang sangat mencintai fotografi, batik, kriya, dan kerajinan-kerajinan tradisional lain yang diproduksi masyarakat Indonesia, tetapi juga dibuktikan melalui keberpihakan dan dukungannya yang besar untuk memberdayakan ekonomi kreatif nasional.

Istri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Ani Yudhoyono, ketika menghadiri pameran tenun di Pacific Place, pada November 2018. KOMPAS.com/NABILLA TASHANDRA Istri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Ani Yudhoyono, ketika menghadiri pameran tenun di Pacific Place, pada November 2018.

Keberpihakan tersebut sebagaimana testimoni mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu (2019). Menurut Mari, Ani Yudhoyono merupakan salah satu figur terdepan yang mendorong geliat ekonomi kreatif nasional.

Wujudnya, mulai dari menyuarakan usulan agar pusat-pusat perbelanjaan modern menyediakan tempat khusus bagi pelaku kreatif untuk memajang produksinya, hingga membuatkan etalase unik untuk produk kreatif binaan dengan brand bernama The Best of Indonesia.

Ani juga mendorong perlindungan buruh dan pemenuhan hak-hak perempuan di dunia usaha, hingga mengusulkan adanya kebijakan agar bioskop-bioskop nasional tetap bisa memberi ruang dan porsi tersendiri bagi pemutaran film-film garapan anak bangsa agar tetap mampu bersaing dalam kompetisi pasar di negeri sendiri.

Semua itu mengindikasikan besarnya visi, kesadaran dan kepedulian mendiang Ani Yudhoyono terhadap geliat dan masa depan ekonomi kreatif nasional. Maka tak heran jika Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (2014) pernah menganugerahi penghargaan Dharma Cipta Utama kepada almarhumah.

Sosok Ani Yudhoyono merupakan cermin yang terang bagi hadirnya perempuan modern yang mampu menjaga identitas kebudayaannya serta tampil prima sebagai pemimpin perempuan yang tegas, berani dan inovatif untuk merespon kondisi sosial-kemasyarakatan di sekitarnya. Posisi ‘Ibu Negara’ memang bukanlah jabatan struktural. Tetapi di tangan Ani Yudhoyono, peran Ibu Negara itu terasa amat signifikan, efektif dan fungsional dalam menunjang upaya dan target-target pemerintahan.  

Selain itu, sebagai teman diskusi sehari-hari Kepala Negara (2004-2014), Ani Yudhoyono mengajarkan kepada kita tentang makna kegigihan dan fokus pada hal detail dalam pekerjaan.

Di berbagai kegiatan politik dan kenegaraan saat mendampingi sang suami tercinta, Ani Yudhoyono tampak sering membuat notulensi diskusi yang berisi catatan informasi dan masukan masyarakat. Saat Presiden SBY membutuhkan informasi yang terlewatkan, Ani Yudhoyono tak canggung mengingatkan.

Semua itu ia lakukan dengan tekun, telaten, dan penuh suka cita. Bahkan, di pengujung akhir hayatnya sekalipun, Ani Yudhoyono dengan sengaja dan rapi menuliskan semua tindakan medis yang ia terima dari tim dokter selama menjalani perawatan intensif melawan kanker darah di National University Hospital (NUH), Singapura.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Profil Ani Yudhoyono

Seolah sembari menata hati untuk bersiap menghadap Sang Khalik, dengan detail ia catat setiap nama obat, dosis yang diberikan, serta terapi yang ia jalani selama di pembaringan.

Kepergian Ani Yudhoyono akan menjadi lentera bagi kesadaran anak bangsa agar senantisa menjadi pribadi yang unggul, kuat, dan penuh optimisme menyambut masa depan.

Ia sering berpesan, “Setiap dari kita akan berpulang menyatu dengan tanah. Saat itu datang, nilai-nilai yang ditinggalkan manusia sepanjang hidupnya-lah, yang akan mengharumkan pengistirahatannya yang terakhir”.

Semoga amal bakti dan doa segenap masyarakat Indonesia menjadi penerang bagi kuburnya dan melapangkan jalan menghadap Sang Pencipta. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Covid-19, Relawan Gugus Tugas Sosialisasikan Protokol Kesehatan ke Pedagang Pasar

Cegah Covid-19, Relawan Gugus Tugas Sosialisasikan Protokol Kesehatan ke Pedagang Pasar

Nasional
Faktor SDM dan Teknologi Belum Mendukung Pembelajaran Jarak Jauh di Indonesia

Faktor SDM dan Teknologi Belum Mendukung Pembelajaran Jarak Jauh di Indonesia

Nasional
Penyaluran KUR Naik Signifikan sejak “New Normal”, Airlangga Harap Terus Berlanjut

Penyaluran KUR Naik Signifikan sejak “New Normal”, Airlangga Harap Terus Berlanjut

Nasional
Bawaslu Sebut Beban Pengawas di Pilkada 2020 Lebih Berat Akibat Covid-19

Bawaslu Sebut Beban Pengawas di Pilkada 2020 Lebih Berat Akibat Covid-19

Nasional
Jumlah Kasus Covid-19 Lebih dari 60.000 Pasien, Ini Imbauan Sekjen MUI

Jumlah Kasus Covid-19 Lebih dari 60.000 Pasien, Ini Imbauan Sekjen MUI

Nasional
100 Tahun ITB, Jokowi Singgung soal Soekarno hingga Habibie

100 Tahun ITB, Jokowi Singgung soal Soekarno hingga Habibie

Nasional
KPAI Imbau Kementerian PPPA Lakukan Pencegahan Anak Ikut Aksi Demonstrasi

KPAI Imbau Kementerian PPPA Lakukan Pencegahan Anak Ikut Aksi Demonstrasi

Nasional
OJK Pastikan 3 Bank terkait Hoaks Ajakan Tarik Uang dalam Kondisi Bagus

OJK Pastikan 3 Bank terkait Hoaks Ajakan Tarik Uang dalam Kondisi Bagus

Nasional
Hingga 3 Juli, Terdaftar Sebanyak 30.924 Relawan Gugus Tugas

Hingga 3 Juli, Terdaftar Sebanyak 30.924 Relawan Gugus Tugas

Nasional
Soal Keterlibatan Anak dalam Demo, KPAI Ingatkan Itu Tak Sama dengan Partisipasi Politik

Soal Keterlibatan Anak dalam Demo, KPAI Ingatkan Itu Tak Sama dengan Partisipasi Politik

Nasional
KY Berharap Hakim Kasus Novel Beri Putusan Sesuai Fakta di Persidangan

KY Berharap Hakim Kasus Novel Beri Putusan Sesuai Fakta di Persidangan

Nasional
Nasdem Komitmen Perjuangkan RUU PKS Jadi Undang-Undang

Nasdem Komitmen Perjuangkan RUU PKS Jadi Undang-Undang

Nasional
Wilayah dengan Banyak Kasus DBD Juga Memiliki Kasus Covid-19 yang Tinggi

Wilayah dengan Banyak Kasus DBD Juga Memiliki Kasus Covid-19 yang Tinggi

Nasional
KPAI: Jangan Libatkan Anak dalam Aksi Unjuk Rasa

KPAI: Jangan Libatkan Anak dalam Aksi Unjuk Rasa

Nasional
Bertemu Pimpinan MPR, PBNU Setuju RUU HIP Diganti Jadi BPIP

Bertemu Pimpinan MPR, PBNU Setuju RUU HIP Diganti Jadi BPIP

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X