Masuk Bursa Capres 2024, AHY Dianggap Masa Depan Demokrat

Kompas.com - 05/07/2019, 09:52 WIB
Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (tengah) menyampaikan pidato politik berjudul Indonesia untuk Semua di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (13/4/2019). Dalam pidato politiknya tersebut diantaranya AHY meminta seluruh rakyat Indonesia untuk menggunakan hak pilih pada 17 April mendatang. ANTARA FOTO/Moch AsimKomandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (tengah) menyampaikan pidato politik berjudul Indonesia untuk Semua di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (13/4/2019). Dalam pidato politiknya tersebut diantaranya AHY meminta seluruh rakyat Indonesia untuk menggunakan hak pilih pada 17 April mendatang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga survei politik Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebut, Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY) berpotensi maju sebagai kontestan di Pemilihan Presiden 2024 mendatang.

Menanggapi hal itu, Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinad Hutahaean mengatakan masuknya AHY dalam kategori kandidat potensial di Pilpres 2024 adalah harapan besar bagi partai dan seluruh kader.

Baca juga: Puan Disebut Capres Potensial, PDI-P Sebut Tunggu Tanggal Mainnya

Ia mengatakan, hal itu akan semakin membuka kesempatan bagi partai Demokrat untuk kembali memimpin bangsa dan negara, seperti pada saat pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Munculnya nama AHY ini tentu akan membuka pintu kembali Partai Demokrat untuk bisa memimpin bangsa, dan menghadirkan kesejahtetaan bagi rakyat sebagaimana selama 10 tahun SBY memerintah. Dan tentu cita-cita Partai Demokrat akan memberikan yang lebih baik lagi," kata Ferdinand saat dihubungi Kompas.com, Jumat (5/7/2019).

Ferdinand menyoroti perjalanan politik AHY saat menjadi salah satu kandidat di Pilkada DKI Jakarta dan menjadi cawapres potensial di Pilpres 2019.

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (BPN) Ferdinand Hutahaean di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019).KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN Juru bicara Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (BPN) Ferdinand Hutahaean di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019).

Baca juga: PKB: Cak Imin Memang Sudah Pantas Jadi Capres 2024

Menurut dia, sosok AHY telah menunjukkan kualitasnya sebagai calon pemimpin.

"Jadi intinya, AHY adalah masa depan partai Demokrat dan akan menjadi bagian dari masa depan bangsa ke depan. Sejarah akan mencatat perjalanan itu nantinya," ujarnya.

Selanjutnya, Ferdinand mengatakan, saat ini partai Demokrat belum mempersiapkan AHY untuk maju di Pilpres 2024. Ia mengatakan, seiring berjalannya waktu AHY akan dipersiapkan menjadi calon pimpinan bangsa.

"Belum mempersiapkan, biarlah waktu yang mempersiapkan AHY," pungkasnya.

Baca juga: Disebut Jadi Kandidat Capres 2024, Begini Jawaban Ganjar Pranowo

Diberitakan, lembaga survei politik LSI Denny JA merilis 15 nama tokoh yang dinilai berpotensi akan bertarung pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang.

Dari jumlah tersebut, enam di antaranya adalah elite partai politik. Keenamnya yaitu, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto; eks Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Sandiaga Uno dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Ada pula Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono; eks Ketua Fraksi PDI-P Puan Maharani; dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fraksi PKS Minta Perpres Soal Investasi Miras Dibatalkan, Dinilai Cederai Nilai Pancasila

Fraksi PKS Minta Perpres Soal Investasi Miras Dibatalkan, Dinilai Cederai Nilai Pancasila

Nasional
Video Beredar di Medsos, Jhoni Allen Tuding SBY Tak Berkeringat Dirikan Demokrat

Video Beredar di Medsos, Jhoni Allen Tuding SBY Tak Berkeringat Dirikan Demokrat

Nasional
Proteksi Penyebaran Covid-19, Mendagri Ingatkan Petugas Damkar Tetap Patuhi Prokes

Proteksi Penyebaran Covid-19, Mendagri Ingatkan Petugas Damkar Tetap Patuhi Prokes

Nasional
Dewan Juri BHACA 2017 Usul Pencabutan Penghargaan untuk Nurdin Abdullah

Dewan Juri BHACA 2017 Usul Pencabutan Penghargaan untuk Nurdin Abdullah

Nasional
Menpan RB: Total Kebutuhan ASN untuk 2021 Sebanyak 1,3 Juta Orang

Menpan RB: Total Kebutuhan ASN untuk 2021 Sebanyak 1,3 Juta Orang

Nasional
Wacana Revisi UU ITE, Gerindra: Yang Perlu Dihapus Itu 'Karet'-nya, Bukan Pasalnya

Wacana Revisi UU ITE, Gerindra: Yang Perlu Dihapus Itu "Karet"-nya, Bukan Pasalnya

Nasional
Soal Vaksinasi Mandiri, IDI Minta Pemerintah Perhatikan Pekerja yang Bukan Karyawan

Soal Vaksinasi Mandiri, IDI Minta Pemerintah Perhatikan Pekerja yang Bukan Karyawan

Nasional
Tak Menyangka Nurdin Abdullah Tersangka, PAN: Dia Memiliki Visi dan Integritas saat Pimpin Bantaeng

Tak Menyangka Nurdin Abdullah Tersangka, PAN: Dia Memiliki Visi dan Integritas saat Pimpin Bantaeng

Nasional
Pandemi, Mendagri Minta Petugas Pemadam Kebakaran Beradaptasi Saat Bertugas

Pandemi, Mendagri Minta Petugas Pemadam Kebakaran Beradaptasi Saat Bertugas

Nasional
Nurdin Abdullah Tersangka KPK, Ini Sikap PKS selaku Partai Pengusung

Nurdin Abdullah Tersangka KPK, Ini Sikap PKS selaku Partai Pengusung

Nasional
Tim Kajian UU ITE Minta Pendapat Dandhy Laksono, Ahmad Dhani, hingga Bintang Emon

Tim Kajian UU ITE Minta Pendapat Dandhy Laksono, Ahmad Dhani, hingga Bintang Emon

Nasional
Ahmad Syaikhu Ingatkan Kader Susun Program yang Berdampak pada Capaian Kemenangan Elektoral

Ahmad Syaikhu Ingatkan Kader Susun Program yang Berdampak pada Capaian Kemenangan Elektoral

Nasional
Usai Meresmikan, Jokowi Langsung Mencoba KRL Lintas Yogya-Solo

Usai Meresmikan, Jokowi Langsung Mencoba KRL Lintas Yogya-Solo

Nasional
 Jokowi Ingin Seluruh Transportasi Massal di Indonesia Ramah Lingkungan

Jokowi Ingin Seluruh Transportasi Massal di Indonesia Ramah Lingkungan

Nasional
Singgung Kerumunan di NTT, Presiden PKS: Keselamatan Rakyat Tampak Tak Jadi Prioritas Utama

Singgung Kerumunan di NTT, Presiden PKS: Keselamatan Rakyat Tampak Tak Jadi Prioritas Utama

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X