Bamsoet Tuding Rizal Malaranggeng Ancam Anggota DPD DKI agar Tarik Dukungan

Kompas.com - 02/07/2019, 13:17 WIB
Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/6/2019). KOMPAS.com/HaryantipuspasariKetua DPR RI, Bambang Soesatyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/6/2019).

Bamsoet Tuding Rizal Malaranggeng Ancam Bawahannya agar Tarik Dukungan

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo angkat bicara mengenai pencabutan dukungan DPD Golkar DKI Jakarta terhadap dirinya menjelang Musyawarah Nasional (Munas) Golkar.

Bambang menuding, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Golkar DKI Jakarta Rizal Malaranggeng telah mengancam anggota Partai Golkar DPD DKI Jakarta sehingga mereka terpaksa mencabut dukungan mereka.

"Itulah, saya kasihan sama adik-adik saya di (DPD) DKI. Karena diancam Plt, sehingga terpaksa mereka melakukan hal itu," kata Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Baca juga: Airlangga Ajak 34 DPD Golkar Temui Jokowi, Ini Kata Bambang Soesatyo

Meski demikian, Bambang yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPR RI itu tidak terlalu mempersoalkan pencabutan dukungan itu.

Sebab, menurut dia, penentuan Ketua Umum tetap akan dilakukan sesuai dengan mekanisme partai melalui Munas Golkar yang rencananya digelar Desember 2019 mendatang.

"Buat saya sih tidak masalah. Yang penting bukan verbalnya, tapi hati nuraninya. Karena pada saat pemilihan nanti kan nanti tertutup," ujar Bambang.

Lagipula, Bambang mengaku, tidak terlalu berambisi menjadi Ketua Umum Partai Golkar. Ia hanya akan maju apabila mendapat dukungan.

"Saya tidak memiliki ambisi apapun apalagi menjadi ketua umum. Tapi memang kalau temen-temen menghendaki, mereka yang tentukan dukungan, ya saya terima dengan baik," kata Bambang.

Baca juga: Jelang Munas Golkar, Bambang Soesatyo Terima Dukungan DPD II di Maluku dan Riau

Dihubungi terpisah, Plt Ketua DPD Golkar DKI Rizal Mallarangeng membantah bahwa dirinya mengancam anggotanya agar mencabut dukungan terhadap Bambang. Menurut dia, keputusan tersebut dibuat secara sukarela oleh seluruh anggota DPD.

"Enggak ada ancaman, semua sukarela, yang salah ya Bamsoet. Jadi jangan pakai cara seperti itu terhadap Golkar dan saya. Berpolitiklah yang santun," ujar Rizal.

Sebelumnya, Rizal mengatakan telah mencabut dukungan terhadap Bambang Soesatyo. Pencabutan dukungan itu lantaran DPD DKI ingin memberikan dukungan mereka kepada Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dalam Munas nanti.

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Komnas Perempuan Protes Candaan Mahfud MD yang Samakan Virus Corona dengan Istri

Komnas Perempuan Protes Candaan Mahfud MD yang Samakan Virus Corona dengan Istri

Nasional
Pemerintah: New Normal Bukan Berarti Kembali seperti Sebelum Adanya Pandemi Covid-19

Pemerintah: New Normal Bukan Berarti Kembali seperti Sebelum Adanya Pandemi Covid-19

Nasional
Multitafsir soal Operasional Ojek di Masa Pandemi, Mendagri Revisi Keputusannya

Multitafsir soal Operasional Ojek di Masa Pandemi, Mendagri Revisi Keputusannya

Nasional
Berkapasitas 360 Pasien, RS Covid Pulau Galang Saat Ini Rawat 36 Orang

Berkapasitas 360 Pasien, RS Covid Pulau Galang Saat Ini Rawat 36 Orang

Nasional
1.382 Bencana Terjadi di Indonesia hingga Akhir Mei, Belum Termasuk Covid-19

1.382 Bencana Terjadi di Indonesia hingga Akhir Mei, Belum Termasuk Covid-19

Nasional
Sebelum Terapkan New Normal, Suatu Daerah Wajib Lakukan Sosialisasi hingga Simulasi

Sebelum Terapkan New Normal, Suatu Daerah Wajib Lakukan Sosialisasi hingga Simulasi

Nasional
Ini 5 Provinsi dengan Kenaikan Kasus Harian Covid-19 Terbanyak pada 31 Mei

Ini 5 Provinsi dengan Kenaikan Kasus Harian Covid-19 Terbanyak pada 31 Mei

Nasional
Aspek Ini yang Jadi Pertimbangan Pemerintah Sebelum Terapkan New Normal

Aspek Ini yang Jadi Pertimbangan Pemerintah Sebelum Terapkan New Normal

Nasional
Hingga 31 Mei, Jumlah ODP 49.936 Orang dan PDP 12.913 Orang

Hingga 31 Mei, Jumlah ODP 49.936 Orang dan PDP 12.913 Orang

Nasional
Pemerintah: New Normal Tidak Mungkin Dilakukan Serempak

Pemerintah: New Normal Tidak Mungkin Dilakukan Serempak

Nasional
Bertambah 11.470, Total 323.376 Spesimen Covid-19 Telah Diperiksa Hingga 31 Mei 2020

Bertambah 11.470, Total 323.376 Spesimen Covid-19 Telah Diperiksa Hingga 31 Mei 2020

Nasional
UPDATE: Sebaran 700 Kasus Baru Covid-19 pada 31 Mei

UPDATE: Sebaran 700 Kasus Baru Covid-19 pada 31 Mei

Nasional
Kerusuhan di AS Meluas, DPR Minta Pemerintah Pastikan Keselamatan WNI

Kerusuhan di AS Meluas, DPR Minta Pemerintah Pastikan Keselamatan WNI

Nasional
UPDATE: Kasus Kematian akibat Covid-19 Menjadi 1.613 Orang, Bertambah 40 Orang

UPDATE: Kasus Kematian akibat Covid-19 Menjadi 1.613 Orang, Bertambah 40 Orang

Nasional
UPDATE: Tambah 293 Orang, Pasien Covid-19 yang Sembuh Kini 7.308 Orang

UPDATE: Tambah 293 Orang, Pasien Covid-19 yang Sembuh Kini 7.308 Orang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X