5 Saran World Bank untuk Pemerintah, Mulai dari Pendidikan hingga Investasi

Kompas.com - 25/06/2019, 19:12 WIB
Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang P.S. Brodjonegoro saat wawancara di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Kamis (13/6/2019). KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOMenteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang P.S. Brodjonegoro saat wawancara di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Kamis (13/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Perwakilan World Bank di Indonesia setidaknya memberikan lima masukan kepada Presiden Joko Widodo ketika bertemu di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (25/6/2019).

Pertama, World Bank menyarankan pemerintahan Jokowi ke depan menekankan ke pembangunan sumber daya manusia.

"Khususnya pembangunan di bidang pendidikan ya. Baik pendidikan dasar, maupun vokasi," ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro, usai pertemuan.

Baca juga: Menurut Bappenas, Ini Kelemahan Pendidikan Vokasi di Indonesia


Kedua, World Bank juga menyarankan pemerintahan ke depan tidak meninggalkan pembangunan infrastruktur.

Sebab, meskipun pembangunan infrastruktur sangat masif selama lima tahun terakhir, namun rupanya belum cukup apabila dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya.

"Jadi, Indonesia, dibandingkan negara berkembang lain, masih perlu membangun infrastruktur. Terutama yang berkaitan dengan konektivitas dan infrastruktur dasar, misal air bersih, sanitasi dan listrik," ujar Bambang.

Baca juga: Infrastruktur Berperan Penting untuk Kemajuan Pariwisata

Ketiga, pemerintah Indonesia disarankan menjaga keseimbangan sumber daya alam. Artinya, pembangunan fisik yang dilakukan tetap harus menjaga keseimbangan lingkungan di sekitarnya.

Keempat, World Bank menyarankan pemerintah menggenjot lagi penerimaan pajak.

Terakhir, Indonesia disarankan mendorong investasi yang berorientasi pada ekspor dan investasi yang dapat menjadikan Indonesia masuk ke dalam rantai perdagangan global.

Baca juga: Jokowi Mau Pangkas Pajak Besar-Besaran, Penerimaan Negara Tergerus?

Bambang memastikan, hal-hal tersebut sudah masuk ke perencanaan pembangunan Indonesia ke depan.

"Bappenas sudah memasukan poin-poin penting tadi ke dalam RPJMN tahun 2020-2024," ujar Bambang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X