Mantan Anggota DPRD Sumut Muhammad Faisal Dituntut 4 Tahun Penjara

Kompas.com - 13/06/2019, 18:18 WIB
Anggota DPRD Sumatera Utara, Muhammad Faisal duduk di kursi terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (20/2/2019).KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN Anggota DPRD Sumatera Utara, Muhammad Faisal duduk di kursi terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (20/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan anggota DPRD Sumatera Utara Muhammad Faisal dituntut 4 tahun penjara oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Faisal juga dituntut membayar denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan.

"Kami menuntut supaya majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan korupsi," ujar jaksa Lie Putra Setiawan saat membaca surat tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (13/6/2019).

Jaksa juga menuntut agar Faisal membayar uang pengganti sejumlah Rp 523 juta. Kemudian, jaksa menuntut supaya Faisal dicabut hak politiknya selama 3 tahun setelah ia selesai menjalani pidana pokok.

Baca juga: KPK Eksekusi Satu Terpidana Kasus DPRD Sumut ke Lapas Tanjung Gusta

Dalam pertimbangan, jaksa menilai, Faisal tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi. Namun, Faisal sopan selama persidangan dan belum pernah dihukum.

Faisal mengakui terus terang perbuatannya dan sudah mengembalikan sebagian uang suap yang dia terima kepada KPK.

Faisal didakwa menerima suap Rp 670 juta dari Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho.

Uang tersebut diduga diberikan agar Faisal memberikan pengesahan terhadap Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan (LPJP) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumut Tahun Anggaran 2012, dan pengesahan APBD Perubahan TA 2013.

Baca juga: Terima Uang Ketok, Tiga Mantan Anggota DPRD Sumut Divonis 4 Tahun Penjara

Kemudian, agar memberikan persetujuan pengesahan APBD TA 2014 dan APBD Perubahan TA 2014. Selain itu, persetujuan pengesahan APBD TA 2015.

Selain itu, agar Faisal menyetujui LPJP APBD Tahun Anggaran 2014. Kelimanya divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan.

Faisal dinilai melanggar Pasal 12 huruf b atau Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X