Kompas.com - 03/05/2019, 18:07 WIB
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menghadiri aksi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu (1/5/2019). Aksi peringatan May Day yang digelar Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPI) itu untuk menyuarakan kesejahteraan buruh serta demokrasi jujur dan damai. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/ama. ANTARA FOTO/Rivan Awal LinggaCalon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menghadiri aksi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu (1/5/2019). Aksi peringatan May Day yang digelar Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPI) itu untuk menyuarakan kesejahteraan buruh serta demokrasi jujur dan damai. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/ama.

Meski gagal pada Pilpres 2009, aliansi Gerindra-PDI Perjuangan sukses dengan mengantarkan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama memenangi Pilgub DKI 2012.

Sayang aliansi ini pecah jelang Pemilu 2014, Joko Widodo dan PDI Perjuangan berbalik bertarung melawan Prabowo dan Gerindra.

Pil pahit kembali hadir ketika pasangan Prabowo dan besan Susilo Bambang Yudhoyono, Hatta Rajasa kalah pada Pemilu 2014.

Kekalahan yang sejatinya sudah terlihat dari tipisnya deferensiasi jargon politik yang ditempuh kedua kontestan dalam Pemilu 2014, terlihat dari tipisnya perolehan suara akhir.

Kekalahan kali kedua yang rupanya diakui atau tidak telah mengubah pola komunikasi politik Prabowo selama lima tahun terakhir.

Jika pada awal kemunculannya Prabowo dan Partai Gerindra mencitrakan diri sebagai partai nasionalis dengan visi kerakyatan dan kemandirian (partai tengah), menjelang Pilgub DKI 2017 justru larut dalam citra superioritas agama (partai kanan).

Perubahan pola tersebut memang terbukti berhasil dengan kemenangan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan terus dilanjutkan secara sadar menuju Pemilu 2019. Sayang, keluarga Prabowo tidak bisa memungkiri konsep diri yang telah terbentuk di keluarga mereka.

Meminjam konsep diri (The Self) George Herbert Mead, yang merupakn inspirator bagi Erving Goffman, maka sangat terlihat bagaimana Prabowo Subianto yang dibesarkan dalam keluarga yang plural dan terbuka menjadi terbata-bata menyesuaikan diri dengan konsep komunikasi politik saat ini.

Sayangnya, ketidaknyamanan seorang Prabowo kerap secara tidak sadar dipertontonkan dan oleh kemajuan teknologi komunikasi yang semakin instan begitu mudah viral.

Tanpa proses saring layaknya media massa, publik dengan mudah melakukan justifikasi terhadap apa yang terjadi berdasarkan kesadaran yang mereka miliki masing-masing.

Hal serupa juga terjadi dalam beberapa kali pidato kemenangan hasil hitung cepat Pilpres 2019 yang dilakukan Prabowo Subianto, yang ironisnya justru berbuah surutnya langkah dukungan mitra koalisi Gerindra.

Alih-alih mendapat dukungan elit PAN, PKS, dan Demokrat, sosok yang masih berada di garda terdepan adalah Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hashim Djojohadikusumo yang tak lain adik Prabowo.

Pekan ini, seiring angka-angka suara yang berubah seiring "real count" Pilpres 2019 menjadi pertanyaan sangat penting: kemana suara keluarga besar Prabowo Subianto ketika mitra koalisi Gerindra satu per satu mundur teratur?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aturan PPKM Level 1-2 Jawa-Bali: Kapasitas Bioskop 70 Persen, Anak di Bawah 12 Tahun Bisa Masuk

Aturan PPKM Level 1-2 Jawa-Bali: Kapasitas Bioskop 70 Persen, Anak di Bawah 12 Tahun Bisa Masuk

Nasional
Terungkap, Pelat Khusus Polri di Mobil Arteria Dahlan Diberi Polisi

Terungkap, Pelat Khusus Polri di Mobil Arteria Dahlan Diberi Polisi

Nasional
Jokowi Olahraga Pagi Sebelum Gelar Pertemuan dengan PM Singapura di Bintan

Jokowi Olahraga Pagi Sebelum Gelar Pertemuan dengan PM Singapura di Bintan

Nasional
Simak, Ini Aturan WFH dan WFO Berdasarkan Level PPKM di Pulau Jawa-Bali

Simak, Ini Aturan WFH dan WFO Berdasarkan Level PPKM di Pulau Jawa-Bali

Nasional
Sempat Disebut Jokowi sebagai Kandidat Kepala Otorita IKN, Bambang Brodjonegoro Buka Suara

Sempat Disebut Jokowi sebagai Kandidat Kepala Otorita IKN, Bambang Brodjonegoro Buka Suara

Nasional
PPKM Jawa Bali Diperpanjang 25-31 Januari 2022, Sekolah Boleh PTM atau PJJ

PPKM Jawa Bali Diperpanjang 25-31 Januari 2022, Sekolah Boleh PTM atau PJJ

Nasional
Mengenal Tugas Koopsudnas, Satuan Baru TNI

Mengenal Tugas Koopsudnas, Satuan Baru TNI

Nasional
PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Sepekan, Hanya Kabupaten Pamekasan Berstatus Level 3

PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Sepekan, Hanya Kabupaten Pamekasan Berstatus Level 3

Nasional
PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Warteg-Kafe Masih Berlakukan Waktu Makan 60 Menit

PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Warteg-Kafe Masih Berlakukan Waktu Makan 60 Menit

Nasional
Pemilu 2024 Dipastikan 14 Februari, Akhiri Spekulasi Perpanjangan Masa Jabatan Presiden

Pemilu 2024 Dipastikan 14 Februari, Akhiri Spekulasi Perpanjangan Masa Jabatan Presiden

Nasional
Diambil Alih Indonesia dari Singapura di Era Jokowi, Apa Itu Flight Information Region atau FIR?

Diambil Alih Indonesia dari Singapura di Era Jokowi, Apa Itu Flight Information Region atau FIR?

Nasional
Menkumham Tandatangani Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura

Menkumham Tandatangani Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura

Nasional
Tuntutan terhadap Azis Syamsuddin Dinilai Terlalu Ringan dan Tak Berikan Efek Jera

Tuntutan terhadap Azis Syamsuddin Dinilai Terlalu Ringan dan Tak Berikan Efek Jera

Nasional
PPKM Jawa-Bali Diperpanjang 25-31 Januari, Ini Aturannya...

PPKM Jawa-Bali Diperpanjang 25-31 Januari, Ini Aturannya...

Nasional
Rekomendasi Perhimpunan Dokter Paru untuk Cegah Sistem Kesehatan Kolaps akibat Gelombang Covid-19

Rekomendasi Perhimpunan Dokter Paru untuk Cegah Sistem Kesehatan Kolaps akibat Gelombang Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.