Golkar Laporkan Dana Kampanye Rp 307 Miliar

Kompas.com - 02/05/2019, 12:57 WIB
Liaison officer (LO) Partai Golkar untuk KPU RI, Imran, menyerahkan LPPDK ke kantor akuntan publik di Hotel Borobudur, Kamis (2/5/2019).Kompas.com/Fitria Chusna Farisa Liaison officer (LO) Partai Golkar untuk KPU RI, Imran, menyerahkan LPPDK ke kantor akuntan publik di Hotel Borobudur, Kamis (2/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Golkar menyerahkan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK).

Menurut Liaison Officer (LO) Partai Golkar untuk KPU RI, Imran, total dana kampanye yang diterima dan dihabiskan partainya mencapai Rp 307 miliar.

"Dana penerima itu Rp 307 miliar, terus pengeluaran kami juga Rp 307 miliar. Ada sisa anggaran itu sekitar Rp 200 juta dari Rp 307 miliar," kata Imran seusai menyerahkan LPPDK ke akuntan publik yang ditunjuk KPU, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2019).

Baca juga: Sandiaga Mengaku Kesulitan Masukan Laporan Dana Kampanye ke IT KPU

Menurut Imran, dana kampanye partainya didapat dari berbagai sumber, seperti sumbangan para caleg, dana partai, hingga sumbangan perseorangan.

Ia merinci, sumbangan dari caleg jumlahnya mencapai Rp 235 miliar, sumbangan badan usaha non pemerintah Rp 395 juta, sumbangan perseorangan Rp 100 juta, dan lainnya.

"Sumbangan dari caleg tentatif. Ada yang paling kecil Rp 100 juta, karena enggak kampanye sama sekali. Ada yang paling besar sekitar ada yang Rp 2 miliar sampai Rp 3 miliar," ujar Imran.

Baca juga: Auditor Diminta Cermati Titik Kerawanan Manipulasi Dana Kampanye

Imran menyebutkan, dana kampanye digunakan untuk sejumlah hal, seperti pembuatan Alat Peraga Kampanye (APK) caleg, hingga sosialisasi caleg ke lapangan.

Dana tersebut juga digunakan untuk iklan partai sebesar Rp 72 miliar, dan kampanye akbar partai Rp 4 miliar.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jaksa Anggap Romahumuziy Terlalu Terlibat Teknis Seleksi Jabatan di Kemenag

Jaksa Anggap Romahumuziy Terlalu Terlibat Teknis Seleksi Jabatan di Kemenag

Nasional
Tim Hukum Anggap Polemik Status Cawapres Ma'ruf Amin Sudah Selesai

Tim Hukum Anggap Polemik Status Cawapres Ma'ruf Amin Sudah Selesai

Nasional
Jaksa Heran Romahurmuziy Tak Segera Laporkan Penerimaan Uang Rp 250 Juta ke KPK

Jaksa Heran Romahurmuziy Tak Segera Laporkan Penerimaan Uang Rp 250 Juta ke KPK

Nasional
Menag Tak Tahu soal Anggapan Pasang Badan Perjuangkan Haris Hasanuddin

Menag Tak Tahu soal Anggapan Pasang Badan Perjuangkan Haris Hasanuddin

Nasional
Kode 'B1' dari Romahurmuziy untuk Menteri Agama Lukman Hakim...

Kode "B1" dari Romahurmuziy untuk Menteri Agama Lukman Hakim...

Nasional
TKN: Bisa Jadi yang Masih Demo di MK Hanya Cari Panggung Politik

TKN: Bisa Jadi yang Masih Demo di MK Hanya Cari Panggung Politik

Nasional
Polri Tegaskan Penangkapan 2 Ketua Ormas di Cirebon Tak Terkait Terorisme

Polri Tegaskan Penangkapan 2 Ketua Ormas di Cirebon Tak Terkait Terorisme

Nasional
Romy Mengaku Ditanya Khofifah dan Asep Saifuddin soal Perkembangan Nominasi Haris Hasanuddin

Romy Mengaku Ditanya Khofifah dan Asep Saifuddin soal Perkembangan Nominasi Haris Hasanuddin

Nasional
Tim Hukum 01 Temui Ma'ruf Amin Sampaikan Perkembangan Persidangan

Tim Hukum 01 Temui Ma'ruf Amin Sampaikan Perkembangan Persidangan

Nasional
Penangkapan 2 Orang Di Cirebon Diduga terkait Kepemilikan Senjata Tajam dan Pelanggaran ITE

Penangkapan 2 Orang Di Cirebon Diduga terkait Kepemilikan Senjata Tajam dan Pelanggaran ITE

Nasional
Kontras Pertanyakan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana dan Soenarko

Kontras Pertanyakan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana dan Soenarko

Nasional
Kontras Minta Polisi Gunakan Cara Persuasif Menangani Aksi Massa di MK

Kontras Minta Polisi Gunakan Cara Persuasif Menangani Aksi Massa di MK

Nasional
Kumpul Jelang Putusan MK, Relawan Jokowi Janji Wujudkan Suasana Kondusif

Kumpul Jelang Putusan MK, Relawan Jokowi Janji Wujudkan Suasana Kondusif

Nasional
Romahurmuziy Sempat Terima Tas Hitam Berisi Rp 250 Juta dari Haris Hasanuddin

Romahurmuziy Sempat Terima Tas Hitam Berisi Rp 250 Juta dari Haris Hasanuddin

Nasional
Ada Tugas Negara Sangat Penting, Jokowi Batal Hadiri Silaturahmi Relawan

Ada Tugas Negara Sangat Penting, Jokowi Batal Hadiri Silaturahmi Relawan

Nasional

Close Ads X