Kuota Haji Ditambah 10.000, Ini Pembagiannya untuk Setiap Provinsi

Kompas.com - 29/04/2019, 18:09 WIB
Umat Islam melakukan tawaf atau berjalan mengelilingi Kakbah di Masjidil Haram, kota suci Mekah, Saudi Arabia, 20 September 2015. Tawaf dilakukan sebagai bagian dari rangkaian ibadah haji. AP PHOTO / MOSAAB ELSHAMYUmat Islam melakukan tawaf atau berjalan mengelilingi Kakbah di Masjidil Haram, kota suci Mekah, Saudi Arabia, 20 September 2015. Tawaf dilakukan sebagai bagian dari rangkaian ibadah haji.

KOMPAS.com - Kuota haji Indonesia keberangkatan 2019 ini ditambah sebanyak 10.000 jemaah. Penambahan kuota ini diberikan Pemerintah Arab Saudi per April 2019.

Tambahan 10.000 kuota tersebut terdiri dari 5.000 jemaah haji berdasarkan nomor urut porsi dan 5.000 jemaah untuk haji lansia beserta pendamping.

Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Publik Kementerian Agama (Kemenag) Mastuki mengatakan, kuota tambahan tersebut dibagi untuk setiap provinsi di Indonesia.

Namun, banyaknya tambahan kuota di tiap wilayah tidak semuanya sama.


"Dasar pembagian per provinsi (dilihat) dari jumlah muslim di wilayah tersebut yang dihitung per mil (1/1000)," kata Mastuki saat dihubungi Kompas.com, Senin (29/4/2019) sore.

Baca juga: Calon Jemaah Lansia Dapat Alokasi Khusus dari Tambahan 10.000 Kuota Haji

Selain itu, wilayah yang mempunyai antrian jemaah terlama juga menjadi prioritas penambahan kuota haji tersebut.

Mastuki menyampaikan, penambahan kuota haji tersebut mulai berlaku untuk keberangkatan 1440 H atau tahun ini.

"Sedang kami siapkan skema anggaran maupun pelaksanaannya," ujar dia.

Berikut rincian lengkap pembagian kuota tambahan berdasarkan provinsi:

  1. Aceh, sebanyak 258 kuota tambahan.
  2. Sumatera Utara, sebanyak 175 kuota tambahan.
  3. Sumatera Barat, sebanyak 377 kuota tambahan.
  4. Riau, sebanyak 295 kuota tambahan.
  5. Jambi, sebanyak 354 kuota tambahan.
  6. Sumatera Selatan, sebanyak 80 kuota tambahan.
  7. Bengkulu, sebanyak 299 kuota tambahan.
  8. Lampung, sebanyak 281 kuota tambahan.
  9. DKI Jakarta, sebanyak 350 kuota tambahan.
  10. Jawa Barat, sebanyak 346 kuota tambahan.
  11. Jawa Tengah, sebanyak 381 kuota tambahan.
  12. Daerah Istimewa Yogyakarta, sebanyak 379 kuota tambahan.
  13. Jawa Timur, sebanyak 436 kuota tambahan.
  14. Bali, sebanyak 354 kuota tambahan.
  15. Nusa Tenggara Barat, sebanyak 398 kuota tambahan.
  16. Nusa Tenggara Timur, sebanyak 295 kuota tambahan.
  17. Kalimantan Barat, sebanyak 236 kuota tambahan.
  18. Kalimantan Tengah, sebanyak 303 kuota tambahan.
  19. Kalimantan Selatan, sebanyak 324 kuota tambahan.
  20. Kalimantan Timur, sebanyak 248 kuota tambahan.
  21. Sulawesi Utara, sebanyak 167 kuota tambahan.
  22. Sulawesi Tengah, sebanyak 250 kuota tambahan.
  23. Sulawesi Selatan, sebanyak 463 kuota tambahan.
  24. Sulawesi Tenggara, sebanyak 315 kuota tambahan.
  25. Maluku, sebanyak 182 kuota tambahan.
  26. Papua, sebanyak 315 kuota tambahan.
  27. Bangka Belitung, sebanyak 266 kuota tambahan.
  28. Banten, sebanyak 325 kuota tambahan.
  29. Gorontalo, sebanyak 197 kuota tambahan.
  30. Maluku Utara, sebanyak 241 kuota tambahan.
  31. Kepulauan Riau, sebanyak 210 kuota tambahan.
  32. Sulawesi Barat, sebanyak 315 kuota tambahan.
  33. Papua Barat, sebanyak 226 kuota tambahan.
  34. Kalimantan Utara, sebanyak 359 kuota tambahan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Kemungkinan Gerindra Gabung Koalisi, Airlangga: Semakin Banyak Makin Baik

Soal Kemungkinan Gerindra Gabung Koalisi, Airlangga: Semakin Banyak Makin Baik

Nasional
Airlangga Hartarto Bersyukur untuk Pertama Kalinya Golkar Pimpin MPR

Airlangga Hartarto Bersyukur untuk Pertama Kalinya Golkar Pimpin MPR

Nasional
Bamsoet Siapkan Pantun untuk Prabowo-Sandiaga Sejak 3 Hari yang Lalu

Bamsoet Siapkan Pantun untuk Prabowo-Sandiaga Sejak 3 Hari yang Lalu

Nasional
Surya Paloh: Konsekuensi Dukungan Tanpa Syarat, Enggak Usah Banyak Tanya soal Menteri

Surya Paloh: Konsekuensi Dukungan Tanpa Syarat, Enggak Usah Banyak Tanya soal Menteri

Nasional
Edhy Prabowo Mengaku Siap Jika Ditunjuk Presiden Jokowi Jadi Menteri

Edhy Prabowo Mengaku Siap Jika Ditunjuk Presiden Jokowi Jadi Menteri

Nasional
Anggap Cita-cita Jokowi Sangat Tinggi, Sandiaga Dukung Omnibus Law

Anggap Cita-cita Jokowi Sangat Tinggi, Sandiaga Dukung Omnibus Law

Nasional
Jabatan Berakhir, Retno Masih Tetap Dampingi Jokowi Terima Tamu Negara

Jabatan Berakhir, Retno Masih Tetap Dampingi Jokowi Terima Tamu Negara

Nasional
Agenda Padat Usai Pelantikan, Jokowi Akan Sempatkan Bertemu Relawan

Agenda Padat Usai Pelantikan, Jokowi Akan Sempatkan Bertemu Relawan

Nasional
Usai Pelantikan, Jokowi Bertemu Wapres China dan Sejumlah Tamu Negara Lain

Usai Pelantikan, Jokowi Bertemu Wapres China dan Sejumlah Tamu Negara Lain

Nasional
Saat Prabowo Berlari Kecil Hindari Wartawan di DPR...

Saat Prabowo Berlari Kecil Hindari Wartawan di DPR...

Nasional
Pelantikan Lancar, Jokowi Ucapkan Terimakasih ke TNI-Polri dan BIN

Pelantikan Lancar, Jokowi Ucapkan Terimakasih ke TNI-Polri dan BIN

Nasional
Soal Menteri Jokowi, Sekjen Demokrat: Saya Tak Ragu Sebut Nama AHY

Soal Menteri Jokowi, Sekjen Demokrat: Saya Tak Ragu Sebut Nama AHY

Nasional
Jusuf Kalla Bakal Rindukan Momen Doorstop Bareng Wartawan

Jusuf Kalla Bakal Rindukan Momen Doorstop Bareng Wartawan

Nasional
Lima Pantun Bambang Soesatyo Saat Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

Lima Pantun Bambang Soesatyo Saat Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

Nasional
Pelantikan Jokowi Disorot Aktivis HAM: Dulu Ramai Diarak, Kini Dikawal Aparat

Pelantikan Jokowi Disorot Aktivis HAM: Dulu Ramai Diarak, Kini Dikawal Aparat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X