Kampanye Akbar Prabowo Dinilai Tak "All For All" Seperti yang Diingatkan SBY

Kompas.com - 08/04/2019, 09:14 WIB
Pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno (kanan) menyapa pendukungnya saat kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (7/4/2019). ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK APasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno (kanan) menyapa pendukungnya saat kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (7/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily setuju dengan peringatan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) soal bahaya penggunaan politik identitas dalam kampanye akbar calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Karena seperti yang disampaikan Pak SBY, penggunaan politik identitas oleh kubu 02 akan menarik garis tebal kawan dan lawan yang akan memecah belah bangsa ini," ujar Ace melalui keterangan tertulis, Senin (8/4/2019).

Baca juga: SBY Sempat Ingatkan Prabowo agar Kampanye Akbar Tak Tunjukkan Politik Identitas

Dia mengacu pada format kampanye akbar yang mirip dengan gerakan 212. Selain itu, narasi pidato yang disampaikan Prabowo juga jauh dari pemaparan program.


Kata dia, Prabowo hanya menyampaikan kritik yang membakar emosi pendukungnya. Padahal masih banyak narasi kampanye yang lebih cerdas dan mendidik.

Ace mengatakan, politik identitas masih kental terasa meski Prabowo menghadirkan representasi agama lain dalam kampanye akbarnya. Misalnya, dengan melakukan doa bagi pendukung Kristiani yang dipandu pendeta.

Baca juga: Tanggapi SBY, BPN Tegaskan Kampanye Akbar Prabowo-Sandi Junjung Kebinekaan

Meski demikian, Ace menilai para tokoh lintas agama itu hanya figuran.

Menurut dia, hal ini menunjukan bahwa kampanye akbar Prabowo jauh dari apa yang diingatkan SBY. Padahal SBY adalah ketum partai pendukung yang seharusnya didengarkan.

"Ini menunjukkan bahwa kampanye 02 sama sekali tidak dalam all for all atau semua untuk semua, seperti yang diingatkan oleh Pak SBY," kata dia.

Surat SBY

Sebelumnya, SBY menulis surat yang disampaikan kepada tiga petinggi Demokrat, yaitu Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsudin, Waketum Partai Demokrat Syarief Hassan dan Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan.

"Sore hari ini, Sabtu, tanggal 6 April 2019 saya menerima berita dari Tanah Air tentang setup, run down dan tampilan fisik kampanye akbar atau rapat umum pasangan capres-cawapres 02, Bapak Prabowo Subianto-Bapak Sandiaga Uno, di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. Karena menurut saya apa yang akan dilakukan dalam kampanye akbar di GBK tersebut tidak lazim dan tidak mencerminkan kampanye nasional yang inklusif," kata SBY dalam suratnya.

Baca juga: TKN: Kampanye Akbar Prabowo Mengulang Sentimen Gerakan 212

Dalam suratnya, SBY mengatakan, melalui sejumlah unsur pimpinan Partai Demokrat ia meminta konfirmasi apakah berita yang ia dengar itu benar atau tidak. Malam harinya, SBY mendapat informasi, bahwa berita yang ia dengar itu mengandung kebenaran.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X