TKN: Prabowo-Sandiaga Sangat Sulit Kejar Selisih Elektabilitas

Kompas.com - 20/03/2019, 11:12 WIB
Pasangan calon presiden nomor urut 1, Joko Widodo beserta pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berjabat tangan setelah debat pilpres pertama di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). Tema debat pilpres pertama yaitu mengangkat isu Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Pasangan calon presiden nomor urut 1, Joko Widodo beserta pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berjabat tangan setelah debat pilpres pertama di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). Tema debat pilpres pertama yaitu mengangkat isu Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Raja Juli Antoni, mengapresiasi hasil survei yang dirilis Litbang Kompas.

Dalam survei tersebut, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sebesar 49,2 persen. Sementara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebesar 37,4 persen. Adapun, 13,4 persen responden menjawab rahasia.

Hasil survei kali ini menunjukan jarak elektabilitas kedua pasangan calon semakin menyempit menjadi 11,8 persen dibandingkan Oktober 2018 lalu, di mana jaraknya 19,9 persen dengan keunggulan di pasangan Jokowi-Ma'ruf.

Selisih tersebut bisa berubah karena ada margin of error 2,2 persen.

Baca juga: Survei Litbang Kompas: Elektabilitas Jokowi-Maruf 49,2 Persen, Prabowo-Sandiaga 37,4 Persen

"Hasil survei Litbang Kompas memang yang menunjukan selisih antara 01 dengan 02 yang paling tipis. SMRC, akhir pekan lalu, menunjukan selisih yang sangat besar, sekitar 25 persen," kata Raja Juli melalui pesan singkat, Rabu (20/3/2019).

Meski demikian, Raja Juli berpendapat, hasil survei Kompas masih menguntungkan Jokowi-Ma'ruf.

Pihaknya meyakini akan memenangi Pilpres 17 April 2019, lantaran selisih elektabilitas tersebut dinilai sulit dikejar dalam waktu tak sampai sebulan.

Baca juga: Survei Litbang Kompas: Elektabilitas Jokowi-Maruf Turun 3,4 Persen, Prabowo-Sandi Naik 4,7 Persen

"Selisih elektabilitas merupakan selisih yang sangat sulit dikejar oleh Pak Prabowo. Maka itu, kami sangat optimistis menang. Tinggal menentukan seberapa tebal kemenangan kami," ujar Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu.

Ia menambahkan, TKN selalu positif dan obyektif dalam melihat hasil survei. Baik hasil yang menempatkan Jokowi-Ma'ruf pada posisi menang tebal, maupun menang tipis, termasuk hasil survei Litbang Kompas.

Sikap positif serta obyektif ini, menurut Raja Juli, harus juga menjadi prinsip bagi kubu Prabowo- Sandiaga.

Baca juga: Penyebab Elektabilitas Jokowi-Maruf Turun Menurut Litbang Kompas

"Kami tidak seperti BPN yang selalu menyalahkan survei. Bahkan, menuduh lembaga-lembaga survei ini sebagai lembaga bayaran. Kami tidak akan menuduh survei Litbang Kompas sebagai survei bayaran," ujar Raja Juli.

"Jadi, kami ucapkan terima kasih kepada Litbang Kompas yang mengeluarkan hasil survei hari ini. Ya hasilnya akan memotivasi kami untuk bekerja lebih tekun meyakinkan rakyat bahwa Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf adalah pemimpin terbaik bagi rakyat," lanjut dia.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X