Fahri Hamzah Tantang Jokowi Terbitkan Perppu Ambil Alih Konsesi Lahan Pengusaha

Kompas.com - 25/02/2019, 18:24 WIB
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah saat ditemui seusai Sidang Paripurna Masa Sidang I Tahun 2018-2019 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/10/2018). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOWakil Ketua DPR Fahri Hamzah saat ditemui seusai Sidang Paripurna Masa Sidang I Tahun 2018-2019 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/10/2018).
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menantang Presiden Presiden Joko Widodo menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang ( perppu) untuk mengambil alih konsesi lahan yang kini dikuasai para pengusaha, termasuk dari calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Fahri mengatakan, Prabowo sudah secara terbuka menyatakan bersedia lahannya dikembalikan untuk negara. Namun, agar memenuhi rasa keadilan, maka pengambilalihan lahan harus diberlakukan kepada seluruh pengusaha dan korporasi besar.

Untuk itu, harus ada payung hukum untuk pengambilalihan lahan hak guna usaha berupa Perppu.

"Mumpung  pak Prabowo juga sudah setuju kembalikan lahan, pak Jokowi tinggal teken Perppu-nya," kata Fahri saat dihubungi, Senin (25/2/2019).

Baca juga: Tanggapi Pidato Jokowi, Gerindra Sebut Lahan HGU Prabowo Hidupi Rakyat Kecil

Fahri menilai, perppu ini apabila diterbitkan oleh Jokowi, maka bisa menjadi terobosan dalam hal reformasi agraria.

Ia menilai, cara ini jauh lebih konkret dibandingkan langkah Jokowi membagi-bagikan sertifikat lahan ke masyarakat.

"Bagi-bagi sertifikat itu tugas pelayanan administratif lurah. Sudah ada sejak zaman Belanda. Sementara Reformasi Agraria adalah keputusan politik presiden melalui Perppu," ucap Fahri.

Baca juga: Soal Menagih Pengembalian Konsesi Lahan ke Negara, Siapa yang Disasar Jokowi?

Fahri meyakini jika Perppu ini diterbitkan, maka akan mendapat restu dari DPR. Apalagi saat ini mayoritas kursi di parlemen adalah milik pendukung Jokowi.

"Jadi kalau pak Jokowi bikin Perppu HGU untuk ambil alih seluruh HGU yang ada di Indonesia, inilah waktunya," kata dia.

Dalam Pidato Kebangsaan di Sentul Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/2/2019) malam, Jokowi menyatakan bahwa ia menunggu apabila ada pengusaha besar yang mengembalikan konsesi lahannya kepada negara.

Baca juga: Tim Prabowo: Jokowi Sindir Pendukungnya Sendiri soal Pengembalian Konsesi Lahan

Awalnya, Jokowi menyinggung program perhutanan sosial yang telah dikerjakan pemerintahannya selama 4,5 tahun terakhir.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X