Fahri Hamzah Nilai Jokowi Bantu Prabowo Kampanyekan Gerindra dalam Debat

Kompas.com - 18/01/2019, 17:09 WIB
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah saat ditemui seusai Sidang Paripurna Masa Sidang I Tahun 2018-2019 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/10/2018).KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah saat ditemui seusai Sidang Paripurna Masa Sidang I Tahun 2018-2019 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo salah langkah karena menanyakan persoalan partai kepada calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat debat perdana capres dan cawapres, Kamis (17/1/2019).

Menurut Fahri, Jokowi justru seolah membantu Prabowo mengampanyekan Partai Gerindra.

"Itu kesalahan Pak Jokowi, dia ngasih waktu buat Prabowo untuk kampanye Gerindra. Dua pertanyaannya masa tentang Gerindra?" ujar Fahri di kompleks parlemen, Jumat (18/1/2019).

Fahri mengatakan, Prabowo seolah mendapatkan fasilitas gratis untuk menjelaskan tentang partainya. Prabowo bisa menjelaskan kaderisasi internalnya dan juga komitmennya menjaga Gerindra sebagai partai yang bersih.

Baca juga: Kepada Prabowo, Jokowi Singgung 6 Caleg Eks Koruptor yang Dicalonkan Gerindra

Fahri mengatakan seharusnya Prabowo membayar mahal untuk kampanye di media massa seperti tadi malam.

"Wah itu mahal betul. Itu harusnya KPU tegur Pak Jokowi tuh, kenapa kasih waktu buat Pak Prabowo untuk kampanye Gerindra di situ," kata Fahri.

Fahri berseloroh PDI-P bisa saja kalah dari Gerindra setelah ini.

Baca juga: Sandiaga Mestinya Bela Gerinda, Jangan Malah Bilang Saya Bukan Gerindra

Dalam debat pertama Pilpres tadi malam, Jokowi mengajukan dua pertanyaan yang berkaitan dengan Partai Gerindra kepada Prabowo.

Pertama, Jokowi mempertanyakan komitmen Prabowo soal pemberdayaan perempuan. Jokowi menyoroti kepengurusan Partai Gerindra yang minim perempuan di posisi-posisi strategis.

Pertanyaan kedua adalah soal caleg eks koruptor yang dicalonkan lewat Gerindra. Jokowi mempertanyakan komitmen Prabowo dalam hal pemberantasan korupsi.

Kompas TV Keriuhan bukan hanya di Bidakara tempat debat pertama capres dan cawapres berlangsung. Di media sosial percakapan soal debat wara-wiri dan belum berhenti. Di media sosial twitter debat capres bahkan sempat menjadi trending topik atau topik yang paling banyak dibahas bukan hanya di Indonesia tapi di dunia. Selama debat berlangsung KompasTV bersama Facebook memantau dunia maya. Paling tidak ada beberapa topik yang paling diingat warganet. Data Facebook juga menggambarkan antusiasme warga menonton jalannya debat pertama walau dengan catatan.

 




Close Ads X