Jika Jadi Presiden, Prabowo Tawarkan Lima Langkah untuk "Indonesia Menang"

Kompas.com - 14/01/2019, 20:56 WIB
Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato kebangsaan di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Senin (14/1/2019).KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato kebangsaan di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Senin (14/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa dirinya dan calon wakil presiden Sandiaga Uno akan melakukan lima langkah untuk memperkokoh negara Indonesia jika terpilih pada Pilpres 2019. Lima langkah tersebut tercantum dalam dokumen visi misi ia beri judul "Indonesia Menang".

Hal itu diungkapkan Prabowo saat menyampaikan pidato kebangsaan di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Senin (14/1/2019).

"Visi misi kami, kami beri nama Indonesia Menang. Indonesia harus menang. Kita tidak boleh jadi bangsa yamg kalah, bangsa yang minta-minta dan utang, utang, utang terus dan tidak mampu membela rakyatnya sendiri," ujar Prabowo.

Baca juga: Kubu Prabowo Ancam Mundur dari Pemilu, KPU Tegaskan Tunagrahita Boleh Jadi Pemilih

Langkah pertama yang dilakukan oleh reorientasi pembangunan dan pengelolaan Republik Indonesia.

Reorientasi artinya mengubah arah pembangunan dari yang tidak benar ke arah benar yang membela bangsa indonesia.

Menurut Prabowo, reorientasi pembangunan dan pengelolaan diperlukan agar mampu mewujudkan swasembada pangan.

"Kita harus mampu mengatur sehingga rakyat kita bisa produksi pangannya sendiri dan bisa makan dengan baik. Tidak boleh ada yang kelaparan," kata Prabowo.

Baca juga: Prabowo Sebut Pemerintah Sebabkan Sejumlah BUMN Bangkrut

Kedua, yakni swasembada energi. Prabowo menegaskan bahwa Indonesia harus bisa menghasilkan bahan bakar dari dalam negeri sendiri.

Ketiga, swasembada air bersih. Mantan Danjen Kopassus itu mengatakan bahwa PBB telah meramalkan 2025 seluruh bumi akan krisis air.

Keempat, membangun lembaga pemerintahan yang kuat, bersih dan berintegritas.

Dan kelima, membangun angkatan perang yang unggul dan setia kepada rakyat Indonesia.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Pemulung Pencari Besi di Lokasi Likuefaksi Petobo Temukan Jasad Manusia

Pemulung Pencari Besi di Lokasi Likuefaksi Petobo Temukan Jasad Manusia

Nasional
Pengamat: Ketidaktaatan Tim Hukum 02 Terhadap Hukum Acara Berujung pada Penyimpangan MK

Pengamat: Ketidaktaatan Tim Hukum 02 Terhadap Hukum Acara Berujung pada Penyimpangan MK

Nasional
LPSK Terbentur Aturan Permintaan Perlindungan Saksi, Ini Saran Pakar Hukum

LPSK Terbentur Aturan Permintaan Perlindungan Saksi, Ini Saran Pakar Hukum

Nasional
Survei SMRC, Kondisi Penegakan Hukum Sebelum dan Sesudah Kerusuhan 22 Mei Dinilai Baik

Survei SMRC, Kondisi Penegakan Hukum Sebelum dan Sesudah Kerusuhan 22 Mei Dinilai Baik

Nasional
Dugaan Kecurangan TSM dalam Pilpres, Pengamat Sebut Seharusnya Prabowo-Sandi Diperiksa Juga

Dugaan Kecurangan TSM dalam Pilpres, Pengamat Sebut Seharusnya Prabowo-Sandi Diperiksa Juga

Nasional
Tren Takut Bicara Politik dan Penangkapan Semena-mena Meningkat Pasca Kerusuhan 22 Mei

Tren Takut Bicara Politik dan Penangkapan Semena-mena Meningkat Pasca Kerusuhan 22 Mei

Nasional
Minim Jelaskan Hasil Hitung Suara Versi Prabowo-Sandi, Tim Hukum 02 Dikritik

Minim Jelaskan Hasil Hitung Suara Versi Prabowo-Sandi, Tim Hukum 02 Dikritik

Nasional
Survei SMRC: Pasca Kerusuhan 21-22 Mei, Penilaian Soeharto Demokratis Meningkat

Survei SMRC: Pasca Kerusuhan 21-22 Mei, Penilaian Soeharto Demokratis Meningkat

Nasional
Jabatan Ma'ruf Amin di Bank Syariah Dinilai Tak Timbulkan Konflik Kepentingan

Jabatan Ma'ruf Amin di Bank Syariah Dinilai Tak Timbulkan Konflik Kepentingan

Nasional
Survei SMRC: Soeharto Dinilai Diktator, SBY dan Jokowi Dinilai Demokratis

Survei SMRC: Soeharto Dinilai Diktator, SBY dan Jokowi Dinilai Demokratis

Nasional
Survei SMRC: 69 Persen Publik Nilai Pilpres 2019 Berlangsung Jurdil

Survei SMRC: 69 Persen Publik Nilai Pilpres 2019 Berlangsung Jurdil

Nasional
Survei SMRC: Mayoritas Publik Nilai Demokrasi Semakin Baik Selama 20 Tahun Terakhir

Survei SMRC: Mayoritas Publik Nilai Demokrasi Semakin Baik Selama 20 Tahun Terakhir

Nasional
Pakar: Petitum Gugatan Prabowo-Sandi Seakan Bukan Dibuat Orang Hukum

Pakar: Petitum Gugatan Prabowo-Sandi Seakan Bukan Dibuat Orang Hukum

Nasional
TKN: Tim Hukum 02 Bangun Narasi Saksinya Terancam

TKN: Tim Hukum 02 Bangun Narasi Saksinya Terancam

Nasional
Menurut KPK, Kasus Pelesiran Novanto Beresiko bagi Kredibilitas Kemenkumham

Menurut KPK, Kasus Pelesiran Novanto Beresiko bagi Kredibilitas Kemenkumham

Nasional

Close Ads X