Ketum PPP: Apa Enggak Kapok Terbitkan Obor Rakyat?

Kompas.com - 11/01/2019, 09:40 WIB
Ketua Umum PPP, Romahurmuziy seusai memberikan pembekalan terhadap para caleg PPP di Solo, Jawa Tengah, Rabu (10/10/2018). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKetua Umum PPP, Romahurmuziy seusai memberikan pembekalan terhadap para caleg PPP di Solo, Jawa Tengah, Rabu (10/10/2018).
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum PPP Romahurmuziy mengaku heran dengan rencana Pemimpin Redaksi Obor Rakyat Setiyardi Budiono yang hendak menerbitkan kembali tabloid tersebut.

"Apa enggak kapok-kapok setelah memproduksi Obor Rakyat dan kemudian mendapatkan pidana atas tersebarnya hoaks dan ujaran kebencian itu, kok sekarang masih mau diulangi lagi?" kata Romi, sapaannya, saat ditemui dalam perayaan HUT PDI-P ke-46 7di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Ia mengatakan, semestinya Setiyardi tidak menerbitkan tabloid tersebut kembali jika isinya mengulang penyebaran hoaks dan ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo.

Romi juga mengingatkan Setiyardi ihwal izin pendirian Obor Rakyat. Ia mengatakan semua produk jurnalistik harus mendapat izin dari lembaga terkait sebelum terbit.


Baca juga: Menkumham Ancam Cabut Cuti Bersyarat Pemred Obor Rakyat

Ia pun mengatakan, pengadilan bisa memvonis Setiyardi dengan hukuman yang lebih berat jika Obor Rakyat kembali menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian. Sebab, Setiyardi dengan sengaja mengulangi perbuatannya.

"Maka hari ini penulisnya kemudian kalau terproses harus lebih tinggi (hukumannya) dari yang sebelum-sebelumnya," lanjut dia.

Setiyardi sebelumnya, mengungkapkan bakal menerbitkan kembali tabloid tersebut dalam waktu dekat.

Hal itu disampaikan Setiyardi usai menghirup udara bebas setelah mendapat cuti bersyarat.

"Insya Allah Obor Rakyat akan kembali terbit dalam waktu dekat, saat ini saya bersama dengan rekan saya asedang mempersiapkan terbit kembali Obor Rakyat," kata Setiyardi mengutip video yang tayang di situs Kompas TV.

Tabloid Obor rakyat terbit pada Mei 2014 atau menjeleng pemilihan presiden. Kala itu, Pilpres diikuti pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla dan Prabowo Subianto-Hatta Radjasa.

Timses Jokowi-JK, Juni 2014, melaporkan Obor Rakyat ke Badan Pengawas Pemilu karena menganggap tabloid tersebut menghina dan memfitnah Jokowi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X