Demokat: Komitmen Prabowo-Sandi Perkuat KPK Lewat Pengungkapan Kasus Novel

Kompas.com - 08/01/2019, 18:35 WIB
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan melambaikan tangan saat menghadiri acara penyambutan dirinya kembali aktif bekerja di pelataran Gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/7/2018). Kegiatan itu sekaligus diselenggarakan untuk memperingati 16 bulan kasus penyerangan Novel Baswedan yang belum menunjukkan titik terang. ANTARA FOTO/DHEMAS REVIYANTOPenyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan melambaikan tangan saat menghadiri acara penyambutan dirinya kembali aktif bekerja di pelataran Gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/7/2018). Kegiatan itu sekaligus diselenggarakan untuk memperingati 16 bulan kasus penyerangan Novel Baswedan yang belum menunjukkan titik terang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Demokrat Benny K Harman mengungkapkan, pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memiliki komitmen untuk penguatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal itu rencananya akan dibuktikan melalui penyelesaian kasus penyiraman penyidik senior KPK Novel Baswedan.

"Komitmen Prabowo-Sandi untuk menguatkan KPK adalah dengan simbol menyelesaikan kasus Novel Baswedan," kata Benny dalam diskusi bertajuk "Koalisi Bicara" di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta, Selasa (8/1/2019).

Baca juga: Prabowo-Sandiaga Akan Angkat Isu Kasus Novel Baswedan di Debat Perdana


Menurut Benny, komitmen Prabowo-Sandi tersebut juga menjadi simbol prioritas pemberantasan korupsi jika keduanya terpilih menjadi presiden dan wakil presiden di Pilpres 2019.

"Prabowo-Sandi punya komitmen yang jelas untuk perkuat KPK. Keduanya juga tegas melawan praktik korupsi," ungkapnya.

Maka dari itu, ia menilai Prabowo-Sandi lebih baik dibandingkan Jokowi-Ma'ruf karena pemerintahan Jokowi belum bisa mengungkap kasus tersebut.

Baca juga: Kapolda Metro Jaya: Kasus Novel adalah Utang Kami

 

Dia juga menganggap Jokowi tidak mempunyai komitmen memberantas korupsi.

"Harus terbuka, kegagalan Pak Jokowi itu tidak mampu mengungkapkan siapa pelaku yang telah merusak fisik Novel Baswedan. Bagi kami, ini lah simbol komitmen pemerintah dalam agenda pemberantasan korupsi dan penguatan KPK," tegas Benny.

"Yang dibutuhkan komitmen presiden yang akan datang untuk mengatasi problem yang berkaitan di sekitar kasus korupsi. Yakni, penguatan lembaga KPK. Omong kosong kalau kita ngomong memperkuat KPK, kalau kasus Novel Baswedan tidak terselesaikan," sambungnya.

Baca juga: Soal Rekomendasi Komnas HAM Bentuk Tim Gabungan Kasus Novel Baswedan, ini Kata Polri

 

Lebih lanjut, Benny menghargai upaya yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi untuk melakukan penguatan terhadap pemberantasan korupsi. Namun, kata dia, berbagai upaya itu masih belum menemukan titik yang memuaskan.

"Kita yakin Prabowo-Sandi bisa menampilkan model atau warna yang jauh lebih baik dibandingkan dengan pemerintahan saat ini. Pak Prabowo tidak akan melakukan hal biasa saja," pungkasnya.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Demokrat Berterima Kasih Jokowi Tolak Jabatan Presiden Tiga Periode

Demokrat Berterima Kasih Jokowi Tolak Jabatan Presiden Tiga Periode

Nasional
Berkaca Kasus Penyelundupan Harley, Demokrat Tantang Erick Thohir Lakukan Ini

Berkaca Kasus Penyelundupan Harley, Demokrat Tantang Erick Thohir Lakukan Ini

Nasional
Ma'ruf Heran Indonesia jadi Importir Produk Halal Terbesar di Dunia

Ma'ruf Heran Indonesia jadi Importir Produk Halal Terbesar di Dunia

Nasional
Ini yang akan Dilakukan Listyo Sigit Saat Menjabat Kabareskrim

Ini yang akan Dilakukan Listyo Sigit Saat Menjabat Kabareskrim

Nasional
Kontras: TPF Bisa Jadi Pilihan Kalau Polri Takut Ungkap Kasus Novel...

Kontras: TPF Bisa Jadi Pilihan Kalau Polri Takut Ungkap Kasus Novel...

Nasional
Soal First Travel, Wamenag Akan Memfasilitasi agar Uang Jemaah Kembali

Soal First Travel, Wamenag Akan Memfasilitasi agar Uang Jemaah Kembali

Nasional
Cegah Karhutla, Menko Polhukam Minta Pemda Cermati Naiknya 'Hot Spot'

Cegah Karhutla, Menko Polhukam Minta Pemda Cermati Naiknya "Hot Spot"

Nasional
Pilkada 2020, KPU Minta Parpol Utamakan Calon Bukan Eks Koruptor

Pilkada 2020, KPU Minta Parpol Utamakan Calon Bukan Eks Koruptor

Nasional
PKB Sebut Penunjukkan Listyo Sigit Sebagai Kabareskrim Sudah Tepat

PKB Sebut Penunjukkan Listyo Sigit Sebagai Kabareskrim Sudah Tepat

Nasional
Habiburokhman Ingatkan Kader Gerindra di DPR Berikan Pernyataan Sejalan dengan Partai

Habiburokhman Ingatkan Kader Gerindra di DPR Berikan Pernyataan Sejalan dengan Partai

Nasional
Fadli Zon Tak Ditunjuk Jadi Jubir Partai, Ini Kata Ketua DPP Gerindra

Fadli Zon Tak Ditunjuk Jadi Jubir Partai, Ini Kata Ketua DPP Gerindra

Nasional
Deklarasi Damai Talangsari Dinilai Malaadministrasi, KontraS Dorong Penyelesaian Kasus HAM Konstitusional

Deklarasi Damai Talangsari Dinilai Malaadministrasi, KontraS Dorong Penyelesaian Kasus HAM Konstitusional

Nasional
Catatan untuk Kabareskrim Baru, Kontras Minta Kultur Penanganan Kasus Diperbaiki

Catatan untuk Kabareskrim Baru, Kontras Minta Kultur Penanganan Kasus Diperbaiki

Nasional
Menkominfo Sebut Kisruh di TVRI Bukan Barang Baru

Menkominfo Sebut Kisruh di TVRI Bukan Barang Baru

Nasional
Cerita Jokowi Saat Muda, Ingin Pinjam Uang Tapi Tak Punya Agunan...

Cerita Jokowi Saat Muda, Ingin Pinjam Uang Tapi Tak Punya Agunan...

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X