Perludem Dukung KPU Laporkan Kasus Hoaks Surat Suara

Kompas.com - 03/01/2019, 13:25 WIB
Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini setelah acara diskusi di D Hotel, Jakarta Selatan, Rabu (15/8/2018).  KOMPAS.com/Devina HalimDirektur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini setelah acara diskusi di D Hotel, Jakarta Selatan, Rabu (15/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mendukung Komisi Pemilihan Umum ( KPU) untuk melaporkan kasus informasi bohong adanya 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos.

KPU berencana melaporkan kasus tersebut pada Kamis (3/1/2019) siang, setelah memastikan bahwa informasi itu tidak benar. 

"Saya kira memang KPU tidak boleh mendiamkan dan menganggap ini angin lalu, sebuah peristiwa yang sepele atau biasa-biasa saja. Justru KPU memang harus bertindak cepat, terukur, dan legal dalam meresponsnya," ujar Titi ketika dihubungi, Kamis (3/1/2019). 

Ia mengatakan, biasanya hoaks menyerang pasangan calon yang ikut dalam kontestasi pemilu. Namun, hoaks soal surat suara ini dinilainya sudah menyerang penyelenggara pemilu.

Baca juga: KPU Minta Polisi Dalami Siapa Pun yang Unggah Informasi Hoaks Surat Suara

Titi mengatakan, hoaks ini memiliki dampak yang besar. Pertama, bisa merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga KPU. KPU akan dinilai tidak kredibel dalam menyelenggarakan pemilu.

Selain itu, legitimasi pemilu juga akan terancam. Masyarakat bisa tidak memercayai hasil pemilu karena adanya hoaks ini.

"Langkah hukum saya kira diperlukan agar ke depannya semua pihak yang coba-coba menyebarkan hoaks mendapat pembelajaran bahwa tidak ada tempat bagi hoaks, provokasi, dan juga konspirasi di dalam praktik pemilu kita," kata dia.

Sebelumnya, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Azis mengatakan, KPU berharap pihak kepolisian mendalami akun-akun di media sosial yang menyebarkan informasi adanya 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos.

Baca juga: Demokrat Minta agar Pemberi Informasi Tak Dituduh sebagai Penyebar Hoaks

Setelah dilakukan pengecekan, informasi ini dipastikan hoaks. KPU akan melaporkan kasus ini ke Cyber Crime Polri.

Sejak beredar informasi mengenai 7 kontainer surat suara pemilu yang sudah dicoblos, Rabu (2/11/2018) sore, KPU meyakini bahwa kabar tersebut adalah hoaks.

Namun, untuk memastikannya, KPU melakukan pengecekan langsung ke Bea dan Cukai Tanjung Priok, Jakarta Utara, hingga akhirnya dipastikan tidak benar.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X