Tim Jokowi Yakin Tol Trans Jawa Akan Gairahkan Perekonomian

Kompas.com - 22/12/2018, 08:26 WIB
Presiden RI Joko Widodo meresmikan 4 ruas tol trans jawa, Kamis (20/12/2018). Peresmian dilaksanakan di kawasan gerbang tol Bandar Kedungmulyo Jombang, KOMPAS.com/MOH. SYAFIIPresiden RI Joko Widodo meresmikan 4 ruas tol trans jawa, Kamis (20/12/2018). Peresmian dilaksanakan di kawasan gerbang tol Bandar Kedungmulyo Jombang,
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin Mukhammad Misbakhun meyakini, tersambungnya tol Trans Jawa dari Jakarta ke Surabaya bisa menggairahkan perekonomian.

“Selesainya jalan tol ini akan multiplier effect terhadap perekonomian, terutama untuk kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus. Sebab, integrasi antara jalan tol dengan kawasan-kawasan tersebut sangat penting,” kata Misbakhun dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (22/12/2018).

Menurut Misbakhun, capaian Presiden Joko Widodo (Jokowi) di bidang infrastruktur merupakan fakta yang tak bisa disangkal. Ia menuturkan, tol Trans Jawa yang direncanakan pada era Presiden Soeharto sempat tertunda realisasinya gara-gara krisis moneter 1998.

“Pada 1998, Indonesia didera krisis moneter yang memporakporandakan berbagai aspek ekonomi di tanah air. Proyek jalan tol ini menjadi salah satu yang terkena imbasnya hingga akhirnya mangkrak,” kata mantan PNS di Direktorat Jenderal Pajak ini.

Baca juga: Ada Tol Trans Jawa, Jarak Jakarta ke Weleri Kendal hanya 5 Jam

Namun, kata Misbakhun, Presiden Jokowi langsung menunjukkan keseriusannya menuntaskan Tol Trans Jawa yang sudah lama tertunda. 

Anggota DPR dari daerah pemilihan Pasuruan - Probolinggo ini meyakini, tersambungnya Tol Trans Jawa membuat roda perekonomian akan berjalan. Kawasan industri yang dilalui jalan tol akan tumbuh semakin besar.

"Sehingga bakal menciptakan lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Misbakhun menambahkan, adanya tol juga akan memangkas biaya logistik. Ongkos pengiriman barang menjadi lebih murah, lebih cepat dan masyarakat memiliki alternatif.

“Negara-negara maju yang ekonominya baik juga karena infrastrukturnya baik,” tegasnya.

Baca juga: Trans Jawa Terkoneksi, Tol Jombang-Mojokerto Dipasang Smart Camera

Tak hanya itu, politisi Partai Golkar ini juga berharap kehadiran tol Trans Jawa bisa meningkatkan kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Menurut dia, pulau Jawa memiliki sangat banyak destinasi wisata, termasuk di dapilnya di Pasuruan dan Probolinggo.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Terdakwa Kasus Jiwasraya Dituntut Penjara Seumur Hidup, Hari Ini Jalani Sidang Vonis

Dua Terdakwa Kasus Jiwasraya Dituntut Penjara Seumur Hidup, Hari Ini Jalani Sidang Vonis

Nasional
IDI: Lebih dari Satu Semester Pandemi, Angka Kematian Tenaga Kesehatan Semakin Mengkhawatirkan

IDI: Lebih dari Satu Semester Pandemi, Angka Kematian Tenaga Kesehatan Semakin Mengkhawatirkan

Nasional
Hingga 25 Oktober, Kasus Covid-19 di Indonesia 389.712, Kasus Aktif 62.649

Hingga 25 Oktober, Kasus Covid-19 di Indonesia 389.712, Kasus Aktif 62.649

Nasional
[POPULER NASIONAL] Usai Ditetapkan Tersangka, Penghina NU Ditahan |Edarkan Narkoba, Polisi Terancam Hukuman Mati

[POPULER NASIONAL] Usai Ditetapkan Tersangka, Penghina NU Ditahan |Edarkan Narkoba, Polisi Terancam Hukuman Mati

Nasional
Pemerintah Klaim Sudah Mampu Kendalikan Covid-19 di 9 Provinsi Penularan Tertinggi

Pemerintah Klaim Sudah Mampu Kendalikan Covid-19 di 9 Provinsi Penularan Tertinggi

Nasional
Survei IPI: Elektabilitas Ganjar Paling Tinggi, Diikuti Prabowo

Survei IPI: Elektabilitas Ganjar Paling Tinggi, Diikuti Prabowo

Nasional
Cegah Polarisasi, Politisi Nasdem Usul Ambang Batas Capres Jadi 15 Persen

Cegah Polarisasi, Politisi Nasdem Usul Ambang Batas Capres Jadi 15 Persen

Nasional
Hinca: Perdebatan Pilkada Ditunda atau Tidak Bikin Masyarakat Bingung

Hinca: Perdebatan Pilkada Ditunda atau Tidak Bikin Masyarakat Bingung

Nasional
Tuntutan Penundaan Pilkada Lebih Kuat di Wilayah yang Tak Gelar Pilkada

Tuntutan Penundaan Pilkada Lebih Kuat di Wilayah yang Tak Gelar Pilkada

Nasional
Mayoritas Masyarakat Ingin Calon Kepala Daerah Pelanggar Protokol Kesehatan Didiskualifikasi

Mayoritas Masyarakat Ingin Calon Kepala Daerah Pelanggar Protokol Kesehatan Didiskualifikasi

Nasional
Partai Demokrat Minta Polisi Jangan Bertindak Berlebihan Terhadap Demonstran

Partai Demokrat Minta Polisi Jangan Bertindak Berlebihan Terhadap Demonstran

Nasional
Survei IPI: Mayoritas Setuju Aparat Semena-mena Terhadap yang Berseberangan Secara Politik

Survei IPI: Mayoritas Setuju Aparat Semena-mena Terhadap yang Berseberangan Secara Politik

Nasional
FSGI Ungkap Alasan Beri Nilai 55 untuk Program PJJ Nadiem Makarim

FSGI Ungkap Alasan Beri Nilai 55 untuk Program PJJ Nadiem Makarim

Nasional
Polisi Cari Pengendali Penyelundupan Senpi ke KKB di Papua

Polisi Cari Pengendali Penyelundupan Senpi ke KKB di Papua

Nasional
Survei IPI: 73,8 Persen Setuju Masyarakat Makin Sulit Berunjuk Rasa

Survei IPI: 73,8 Persen Setuju Masyarakat Makin Sulit Berunjuk Rasa

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X